http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/25/269587828/Jokowi-Usulkan-Kader-Golkar-Dukung-Jusuf-Kalla


Jokowi Usulkan Kader Golkar Dukung Jusuf Kalla  
Rabu, 25 Juni 2014 | 06:57 WIB
 
Calon Presiden PDI Perjuangan dan juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memakai 
sepatunya sebelum memulai kampanyenya di Bandar Lampung, Lampung (22/3). Jokowi 
dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Pemilihan Legislatif PDI Perjuangan 
disejumlah kawasan diantaranya Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Provinsi 
Lampung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jambi - Joko Widodo, calon presiden dari poros koalisi PDI 
Perjuangan, mengatakan semestinya kader Partai Golkar memilih mantan ketua 
umumnya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti.

“Logika saya Golkar harusnya memilih (calon) yang mantan ketua umumnya. Masak 
memilih yang tidak ada hubungannya," katanya pada Selasa, 24 Juni 2014, seusai 
berkampanye di Jambi.

Jusuf Kalla, calon wakil presiden pendamping Jokowi, adalah Ketua Umum Golkar 
periode 2004-2009 setelah mengalahkan Akbar Tandjung dalam musyawarah nasional 
di Bali pada Desember 2004. Ketika itu, JK baru sekitar dua bukan menjabat 
wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, Jokowi menyatakan tak akan mengintervensi keputusan partai yang dipimpin 
Aburizal Bakrie itu. "Itu urusan internal Golkar, dan saya menghargai” ucap 
Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini. Walau begitu, Jokowi kembali mengulangi 
pernyataannya bahwa seharusnya kader Golkar lebih memilih calon yang dekat 
dengan mereka ketimbang orang lain.

Jokowi mengatakan belum ada pembicaraan apakah mereka yang baru didepak dari 
Golkar akan bergabung dengan partai lain pendukung Jokowi-Kalla. "Nanti, kan 
kami ketemu dulu," katanya. (Baca: Din Apresiasi Jokowi Dukung Palestina 
Merdeka)

Jokowi menanggapi pertanyaan pers mengenai pemecatan tiga kader Golkar 
gara-gara mereka menyokong pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Padahal, Golkar resmi 
mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Tiga orang itu bergabung dengan tim 
sukses Jokowi-JK, yakni Nusron Wahid, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Poempida 
Hidayatullah.

Sebelumnya, tiga kader Golkar mengundurkan diri dari jabatan mereka di 
kepengurusan karena menyokong Jokowi-JK. Luhut Panjaitan meninggalkan kursi 
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan, Indra J. Piliang dari Ketua Badan Penelitian 
dan Pengembangan, dan Fahmi Idris dari anggota Dewan Pertimbangan.

Pada April silam, Dewan Pertimbangan Golkar mengumumkan skenario cadangan 
apabila Ical, nama panggilan Aburizal, gagal maju menjadi calon presiden. 
Skenario itu adalah menyerahkan pencalonan kepada kader Golkar yang lain untuk 
menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden dari partai 
lain. "Kami membiarkan kalau ada kader seperti Pak JK dan Akbar maju sebagai 
cawapres," ucap anggota Dewan Pertimbangan, Mahadi Sinambela.

Belakangan Ical mengarahkan dukungan Golkar kepada Prabowo-Hatta. Ini dilakukan 
setelah tak ada tokoh yang mau menjadi calon wakil presiden mendampingi Ical. 
Di sisi lain, Golkar tak bisa mengajukan sendiri kadernya dalam pemilihan 
presiden karena perolehan suaranya dalam pemilu legislatif tak mencukupi.

ANANDA TERESIA

Kirim email ke