Pak Jaya jth, pernyataan Jokowi: "sukanya kok mejelek-jelekan diri sendiri" 
adalah semboyan  yang diadopsi dari benda sejarah yang sudah teramat  klasik 
yang bahkan di Amerika sendiri sudah lama tidak laku, 
Dalam demokrasi moderen, tidak ada istilah"menjelek-jelekkan diri senidir". 
Yang ada sefkrtitiek, berani mengkoreksi kekurangan atau kesalahan diri sendiri 
dengan cara mengkritik dan tahan dikritik yang itulah salah satu inti demokrasi 
moderen. Tapi Jokowi sebagai Presiden yang lemah dan punya banyak kesalahan dan 
kekurangan, memandang kritik atau selfkritik adalah sebagai "menjelek-jelekkan 
diri sendiiri" karena dia merasa sebagai penganut
"Right or wrong my country" yang bukan karna cinta tanah air  tapi sebagai 
pembelaan kelemahan dan ketidak mampuan pribadinya sendiri.Selama dia jadi 
Presiden belum ada satu pernyataan pribadinya yang cerdas dan masak. Karnanya 
dia mudah jadi sasaran olok-olok.Mungkin Jokowi kurang menyedari bahwa bangsa 
Indonesia sekarang sudah jauh lebih cerdas dari ketika jamannya suhartO.
Salam  hormat
ASAHAN,
  ----- Original Message ----- 
  From: retnomarsudi via Grup Independen 
  To: Jaya Suprana 
  Sent: Saturday, October 31, 2015 12:46 PM
  Subject: Re: Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI Davao 
Dibakar


  Matur suwun sanget pak Jaya...
  Salam hormat kamiRetno

  Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
        From: Jaya Suprana
        Sent: Saturday, October 31, 2015 15:11
        To: [email protected]
        Reply To: [email protected]
        Cc: Salim Said; Group Diskusi Kita; alumnas-oot; 
[email protected]; Tito Karnavian; [email protected]; Juwono 
Sudarsono
        Subject: Re: Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI 
Davao Dibakar 



  Trims Ibu Menlu atas penjelasan cepat Anda ! Sekali lagi terbukti bahwa 
bangsa Indonesia tidak seburuk seperti yang diberitakan oleh industri 
jurnalistik penganut mashab  bad news is good news, good news is bad news !  
Baru kemarin pada penutupan Expo-Milan 2015, yang dihadiri Dubes RI untuk 
Italia dan Vatikan , Tommy Winata dan lebih dari dua ratus laskar kebudayaan 
Indonesia yang sudah enam bulan berada di luar negeri demi menjunjung tinggi 
harkat dan martabat Indonesia , disadari bersama bahwa sebenarnya warga bangsa 
Indonesia , terutama yang berada di luar negeri seperti di Davao, tidaklah 
seburuk seperti yang diberitakan oleh media massa apalagi media sosial yang 
memang lebih senang apabila kita melecehkan bangsa sendiri. Pada pidatonya di 
hadapan lebih dari 1.250 masyarakat Indonesia, Presiden Jokowi juga 
menyayangkan bahwa selalu ada warga Indonesia yang lebih senang melecehkan 
ketimbang menghargai bangsanya sendiri. Memang sejak masa penjajahan selalu ada 
warga Indonesia yang justru senang apabila bangsanya terpecah-belah seperti 
yang didambakan oleh kaum penjajah ! Bahkan tidak seua warga Indonesia setuju 
bahwa Indonesia merdeka ! Marilah kita bersama berjuang bersama secara 
tersatupadu membangun bukan terpecahbelah meruntuhkanTanah Air Udara tercinta 
kita ini. Salam hormat dari jaya suprana


  jaya suprana



  Pada 31 Oktober 2015 06.58, retnomarsudi via Grup Independen 
<[email protected]> menulis:

    Prof Salim, ibu bapak yg saya hormati
    Saya telah lakukan pengecekan ke KJRI Davao atas berita tersebut dan 
diperoleh informasi bahwa reog tsb dalam kondisi rusak dan penuh dengan 
rayap....tdk ada kaitan dengan pembakaran barang budaya dan berhala...
    Saya telah meminta KJRI keluarkan release sehingga tidak terjadi salah 
paham di publik..
    Demikian matur suwun dan salam kamiRetno Marsudi

    Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
          From: Salim Said
          Sent: Saturday, October 31, 2015 05:58
          To: Group Diskusi Kita; alumnas-oot; [email protected]; 
[email protected]; Tito Karnavian; [email protected]; 
Juwono Sudarsono; Retno L Marsudi
          Subject: Fwd: Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI 
Davao Dibakar 





    ---------- Forwarded message ----------
    From: sukojo midjan <[email protected]>
    Date: 2015-10-31 5:35 GMT+07:00
    Subject: Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI Davao 
Dibakar
    To: Salim Said <[email protected]>



        Dianggap Berhala, Reog dan Hiasan Naga Gamelan di KJRI Davao Dibakar


    Reog dan Hiasan gamelan dibakar di KJRI Davao pada 20 Oktober 2015 
    Bitungnews – Budaya Reog Ponorogo, merupakan salah satu budaya warisan 
nenek moyang bangsa Indonesia. Jenis kesenian yang satu ini, bahkan sudah tujuh 
kali negara Jiran, Malaysia, klaim sebagai budaya mereka. Bangsa Indonesia 
selalu reaktif, melakukan protes atas klaim tersebut.

    Kejadian di Konsulat Jenderal RI di Davao, Philipina bertolak belakang, 
jika Malaysia mengklaim seni budaya bangsa, sejumlah oknum di KJRI justru 
membakar Barong Reog Ponorogo, beserta hiasan gamelan. Informasi yang dihimpun 
bitungnews.com, pembakaran dilakukan pada hari Selasa, 20 Oktober 2015.

    Alasan pembakaran Barong Reog Ponorogo, dan hiasan naga pada gamelan, 
karena ada setan dan merupakan berhala. Sayangnya Acting KJRI Loegeng 
Priyohanisetyo, tak menghalangi aksi pembakaran tersebut.

    Justru Acting KJRI Davao  memanggil satpam yang bernama Santander untuk 
menyirami gas di atas reog dan 2 ular naga gamelan, satpam begitu heran dan 
terkejut katanya dalam bahasa Tagalog Bisaya:

    ” Hadluk kaayu ko, sayang kaayu ang dragon gwapo kaayu unya sunugon, 
kasayang sa reog pero gisugo man ko (saya ketakutan sekali sayang sekali 
ularnaga itu bagus sekali terus mau dibakar, reognya sayang sekali tapi 
bagaimana lagi saya disuruh),” kata Santander.

    ” Saat pembakaran Barong Reog dan hiasan naga gamelan, yang merupakan 
inventaris museum budaya KJRI, tidak satupun staf KJRI lain yang tahu, ” kata 
sumber bitungnews.com.

    “Setelah kejadian ini, para pelaku dihujat oleh sebagian besar WNI yang 
berada di Davao, namun para pelaku merasa tetap tidak bersalah karena menurut 
mereka apa yang mereka kerjakan adalah benar dimata Tuhan, ” tambah sumber 
tersebut.

    Warga Negara Indonesia yang berada di Davao, menyatakan Acting KJRI Davao 
dinyatakan persona non grata, dan meminta pemerintah RI untuk menarik 
oknum-oknum yang terlibat aksi pembakaran budaya warisan bangsa.

    Bitungnews.com mencoba hubungi Pelayanan Media dan Informasi, Kementerian 
Luar Negeri di 021 3813453, namun hingga berita ini diturunkan tidak diangkat. 
Dan pesan elektronik ke [email protected] juga belum mendapat jawaban.






    -- 
    You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Grup Independen" group.
    To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to [email protected].
    To post to this group, send email to [email protected].
    To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20151030235807.4878416.73838.372%40yahoo.com.

    For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.




  -- 
  You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Grup Independen" group.
  To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to [email protected].
  To post to this group, send email to [email protected].
  To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/CALcuTPTKX6ghVL35goR619Bsh61wkF1%2BrVrUBB%3D-FAyGgH%2Bv9g%40mail.gmail.com.
  For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


  No virus found in this message.
  Checked by AVG - www.avg.com
  Version: 2013.0.3465 / Virus Database: 3722/7402 - Release Date: 04/27/14
  Internal Virus Database is out of date.


  -- 
  You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Grup Independen" group.
  To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an 
email to [email protected].
  To post to this group, send email to [email protected].
  To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/group-independen/20151031114645.4878416.54016.388%40yahoo.com.
  For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke