Assalamualaikum

Sudahlah cuekin saja itu ajakan Gusdur, memang sudah dari sononya seperti
itu yang selalu tampil kontroversial.
Kalau penampilannya sudah tidak seperti itu, tentulah dia sudah tidak lagi
disebut Gusdur.
Disamping itu kita lihat saja dengan siapa dia berkoalisi dalam menyikapi
itu.
Nggak ada manfaatnya mengomentari pendapat Gusdur selain hanya melampiaskan
uneg-uneg, karena apapun kata orang dia akan tetap bersikap "pokoke aku ora
setuju".
Bukankah orang tua suka mengatakan "Wis....sing waras ngalah"

wassalam
Hamami

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of A_Dharmawan
Sent: Friday, July 29, 2005 5:55 PM
To: Milis is-lam
Subject: [is-lam] Gus Dur: .... Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah !!


He..he.. Gus Dur koq di lawaaan...!!

/ad
--------------------------------------------------------------

Gus Dur Imbau Masyarakat Abaikan Fatwa Haram Ahmadiyah
Iqbal Fadil - detikcom

Jakarta - Bukan Gus Dur namanya kalau tidak kontroversial. Gus Dur mengimbau
masyarakat tidak menghiraukan fatwa haram MUI soal aliran Ahmadiyah.

"Saya minta masyarakat menunggu pendapat Mahkamah Agung," kata Gus Dur dalam
jumpa pers di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2005).

Pemilik nama lengkap Abdurrahman Wahid ini meminta MA segera menggelar
sidang mengenai Ahmadiyah. Permintaan itu dituangkan dalam surat yang
dilayangkan ke Ketua MA Bagir Manan. "Suratnya sudah dikirim karena sudah
jelas kita negara nasional bukan Islam," tegas mantan presiden ini.

Gus Dur bersama sejumlah pemuka agama lain membentuk Aliansi Masyarakat
Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Tampak turut serta dalam
forum ini Dawam Rahardjo, Djohan Effendy, Ulil Abshar Abdala, Anand Khrisna,
Jati Kusuma (kepercayaan), Pendeta Wenata Sahidin (PGI), Romo Edi (KWI), YH
Lamardi (Jamaah Ahmadiyah Indonesia).

Jati Kusuma menambahkan, berkeyakinan adalah hak dasar manusia. "Lembaga itu
adalah buatan manusia. Jadi bisa sering terjebak kepentingan pribadi,
kelompok dan politik," tandasnya.

Sementara, anggota jemaah Ahmadiyah, YH Lmardi mengaku tidak bisa berbuat
apa-apa lagi. "Kami dalam keadaan limbung. Kami hanya bisa diam sekarang,"
keluhnya.

Aliansi ini menuntut MUI segera mencabut fatwa mengenai Ahmadiyah. "Kami
menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap kelompok yang menggunakan
kekerasan atas nama agama," kata koordinator aliansi, Ulil Abshar.

Selain itu, negara dituntut untuk menjamin kebebasan dan keamanan dalam
melaksanakan agama. "Kita menuntut pemerintah memberi perhatian pada
kelompok Islam yang kerap kali menggunakan kekerasan dalam menangani
perbedaan," desak tokoh Jaringan Islam Liberat (JIL) ini.

Pihaknya juga menuntut Departemen Agama menggelar dialog terbuka untuk
mengatasi masalah ini. Forum itu diusulkan untuk dihadiri perwakilan dari
Muhammadiyah, NU, MUI dan Jemaah Ahmadiyah Indonesia serta kelompok lain
seperti pembela HAM. (ton)







-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of AFR
Sent: Friday, July 29, 2005 10:49 AM
To: Milis is-lam
Subject: Re: [is-lam] Ahmadiyah : Meluruskan Maksud --c|

kekerasan itu jalan yg paling tidak disukai SEMUA ORG
ketika hendak perbaiki diri/lingkungan walau itu tlh
berjalan sesuai 'prosedur' alaminya (kalau nggak mau
dibilang sdh ngikut sunatullah).

sblm kekerasan sdhlah ada ingatan-ingatan dulu
berbagai cara lembut, tembusan pd aparat apkh itu MUI,
kepolisian atw warga setempat. sbgmana org nyumet
petasan 'nggak seni' kalau ujug-ujug diledakkan dari
dekat kecuali mau celaka sendiri. sundut sumbunya
dulu, lalu bbrp saat meledak & org dengar gelegarnya
dgn riang.

itulah ayat kejadian. pasti ada sebab-sebabnya shg
menarik disimak & bisa dimaklumi kenapanya. jgn temans
muslim itu asbun nggak suka kekerasan sementara
dirinya kurang info apa terjadi sblm kekerasan.
---

bagi temans yg nge-fans Gymnastyar, ulama yg dikenal
lembut bahasanya, saya ingin tanya (brgkali tahu)

1. apa sikapnya ttg ahmadiyah? [dugaan -> dia pantang]
2. dgn kelembutan bhsnya, apa pernah kasih nasehat dlm
ceramahnya?

itulah tanggung jawab ulama di masanya. tak seharusnya
memilih topik 'enak telinga' saja. ada resiko salah &
disalahkan bila tahu kemunkaran tapi diam saja.

mari temans,
kita beljar bersama berpikir realistis hadapi. suasana
keras itu buruk, tapi tak selamanya buruk kalau utk
hadapi kemunkaran. maaf saya keras tanggapi sikap
temans yg mungkin blm tahu sesuatu.


salam,
Fahru


---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.859 / Virus Database: 585 - Release Date: 2/14/2005



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke