bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem

Perbendaharaan kata2 kaum JIL seperti humanisme, kebebasan, kesetaraan gender, liberalisme, demokrasi dan jargon2 sosial yg terkesan wah dan mentereng; ternyata tidak lebih hanya sekedar suatu echo atau pengulangan kata2 yg diajarkan oleh 'tuannya' Master of Freedom and Master of Democracy, tidak lebih. Nalar dan akalnya ternyata tidak mampu mengadaptasikan ke dalam bahasa yg dimengerti oleh islam dan muslim. Sehingga yg terjadi adalah kontradiksi dan konfrontasi dg aqidah islam yg paling pokok.

Islam dan kaum muslim, kalau kita menengok sejarah, tidaklah anti kemajuan dan peradaban, justru islam berperan besar dlm kemajuan peradaban manusia. Selama ini para pemikir dan ilmuwan islam, selain menyumbangkan kemampuan untuk kemajuan kaum lain, juga tidak menafikan untuk menerima sesuatu yg baik demi kemajuan islam. Dan mereka mengadaptasinya dg cantik dan smooth tanpa konfrontasi dg aqidah islam.

Tetapi JIL, karena kurang mampu menilai ketidak mampuan akal dan nalarnya. Dg kepala mendongak dan petentang-petenteng tanpa sadar menginjak-injak kepala dan muka umat islam, sambil dari mulutnya berhamburan jargon2 moralitas dan hak asasi manusia. Bahkan dg pongah pentolan JIL, si unyil, mengatai lembaga para ulama MUI TOLOL.

Sungguh manusia-manusia yg perlu dikasihani, karena mereka tidak mampu untuk mengasihi diri sendiri.


-muslim voice-


--- In [EMAIL PROTECTED], "Dala Mandala" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lucu juga ketika aktivis JIL menggugat MUI karena fatwa sesat terhadap
> Ahmadiyah dianggap telah mengambil otoritas Allah tetapi bila kita kunjungi
> situs mereka maupun baca artikel2 mereka kita akan dengan mudah menemukan
> sesat-menyesatkan yang ditujukan kepada orang yang tidak "liberal"  yang
> dibungkus dengan bahasa yang "halus" seperti "otoriter, ortodoks, kuno,
> tolol, fundamentalis, keras kepala, dsb"
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ruslan Abdul Gani
> Sent: Thursday, August 04, 2005 2:21 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [yisc_al-azhar] Fenomena Sesat dan Menyesatkan by Moqsith (JIL)
>
>
> Sesat dan Menyesatkan
> Oleh Abd Moqsith Ghazali
> 01/08/2005
> Pertanyaannya, siapa sih yang sebenarnya punya otoritas atau
> kewenangan untuk
> menyatakan bahwa sebuah pandangan disebut sesat dan menyesatkan.
> Apakah MUI, NU,
> Muhammadiyah, atau justru Allah SWT.
>

--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.338 / Virus Database: 267.10.0/63 - Release Date: 03/08/2005




--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.338 / Virus Database: 267.10.0/63 - Release Date: 03/08/2005

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke