Alhamdulillah.

Pak Soedarjo, ijinkan saya nimbrung.

Istilah "Tuhan ada di mana-mana" perlu diperinci. Biasanya kesalah pahaman
muncul karena menginterpretasi pernyataan tersebut secara global, sekilas, tanpa
memperinci.

Jadi barangkali kalau ada yang mengatakan "Tuhan ada di mana-mana", kepadanya
perlu ditanyakan : Yang ada di mana-mana itu apanya ? Apakah DzatNya ? Atau
Sifat-SifatNya ?

Sepengetahuan saya pemahaman ahlus sunnah Dzat Allah itu qiyamuhu binafsihi,
tidak membutuhkan tempat. Tetapi Sifat-SifatNya menyertai kita di mana pun kita
berada. KekuasaanNya, kehendakNya, ilmu dan pengawasanNya selalu beserta kita di
mana pun kita berada, di setiap ruang kosong, bahkan termasuk di Neraka
sekalipun. Barangkali ini maksud QS. Al Hadiid ayat 4.

Wallaahu 'alam,

= Wizh =



Please respond to [EMAIL PROTECTED]; Please respond to Milis is-lam
      <[email protected]>

To:   "Milis is-lam" <[email protected]>
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  Apakah TUHAN juga di NERAKA?     Re: [is-lam] Syeh Siti
      jenar...antara Mitos dan Sejarah para Wali



Maaf, jika TUHAN ada dimana-mana, apakah TUHAN JUGA DI NERAKA?. Kalau
benar begitu, lalu APA KESALAHAN TUHAN sehingga dimasukkan ke neraka?.

Maaf bagi yang dapat berbahasa Jawa, ada tulisan mengenai syeh siti jenar
di suara merdeka

(http://www.suaramerdeka.com/cybernews/kejawen/pamomong/pamomong-kejawen61.html)

Wassalam soedardjo


 MessagePeneliti: Meninggalnya Syekh Siti Jenar Bukan Dieksekusi
>
> Surabaya, Sabtu  http://www.kompas.com/gayahidup/news/0508/27/211624.htm
>
> Syekh Siti Jenar yang merupakan wali kontroversial ternyata tidak wafat
> dieksekusi seperti dipersepsikan masyarakat Islam selama ini.
>
> "Saya meneliti sejarah Syekh Siti Jenar dari sekitar 300 pustaka kuno yang
> tidak ada di perpustakaan, ternyata persepsi tentang Syekh Siti Jenar
> seperti selama ini tidak benar," kata Agus Sunyoto selaku penulis buku di
> Surabaya, Sabtu.
>
> Ia mengungkapkan hal itu untuk meluruskan stigma jelek terhadap sosok
> Syekh
> Siti Jenar dalam bedah buku bertajuk "Susuk Malang Sungsang" yang
> berjumlah
> tujuh jilid di Toko Buku (TB) Togamas Surabaya.
>
> Bedah buku karya Agus Sunyoto itu menampilkan pembahas Mohammad Sobary
> (mantan PU LKBN ANTARA/LIPI), Prof DR Setyo Yuwono Sudikan (budayawan/guru
> besar Universitas Negeri Surabaya), dan KH Agus Ali Masyhuri (PP Bumi
> Sholawat, Tulangan, Sidoarjo).
>
> Menurut Agus Sunyoto, Syekh Siti Jenar juga tetap menjalankan syariat
> (hukum
> dan amal dalam beragama) dan tidak mengajarkan "sasahidan" atau ajaran
> yang
> sesat dan menyesatkan seperti dipersepsikan orang selama ini.
>
> "Jadi, para pengikut beliau menganggap persepsi orang tentang Syekh Siti
> Jenar selama ini merupakan kebohongan, bahkan dalam soal tauhid (keimanan)
> pun, Syekh Siti Jenar tidak menganggap dirinya adalah Tuhan," katanya.
>
> Ajaran manunggaling kawula-Gusti (kesatuan Tuhan dan manusia), katanya,
> merujuk pada Al-Qur
Æan (firman Allah SWT) bahwa Allah SWT ada di mana-mana
> tanpa dibatasi ruang, gerak, dan waktu atau Tuhan selalu ada dalam setiap
> ruang kosong.
>
> "Ketika Nabi Muhammad SAW membangun ka
Æbah bukan berarti Tuhan itu ada di
> ka
> 
Æbah tapi di tengah-tengah ka
Æbah ada ruang kosong. Nah, Tuhan selalu ada
> di
> dalam setiap ruang kosong, apakah di Timur Tengah, Indonesia, atau alam
> semesta ini," katanya.
>
> Membedah buku karya Agus Sunyoto itu, budayawan Prof DR Setyo Yuwono
> Sudikan
> yang juga guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengatakan,
> Agus Sunyoto telah melakukan dekonstruksi sosok Syekh Siti Jenar melalui
> buku.
>
> "Agus Sunyoto telah melakukan dekonstruksi ketokohan dan ajaran Syekh Siti
> Jenar. Dari zaman ke zaman, negara memang telah menguatkan hegemoni
> terhadap
> ulama, pujangga, dan tokoh masyarakat yang dianggap kritis dan berbahaya,"
> katanya.
>
> Senada dengan itu, budayawan Mohammad Sobary menyatakan, karya Agus
> Sunyoto
> membuktikan bahwa sejarah itu tidak pernah selesai dan kebenaran sejarah
> juga tak selalu final.
>
> "Paling tidak, Agus Sunyoto telah menampar wajah para ilmuwan yang selama
> ini merasa puas dengan sejarah yang sudah ada, bahkan Agus Sunyoto juga
> berhasil membongkar tabir mitos yang selama ini melingkupi Syekh Siti
> Jenar," katanya.
>
> Namun, katanya, karya Agus Sunyoto akan lebih hebat lagi jika tidak hanya
> berhenti pada penampilan sosok Syekh Siti Jenar secara lebih adil,
> melainkan
> juga mendorong pembaca tertarik meneladani Syekh Siti Jenar dan akhirnya
> sujud kepada Allah SWT yang menciptakan tokoh seperti Syekh Jenar.
>
> Catatan serupa juga dikatakan pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan,
> Sidoarjo, KH Agus Ali Masyhuri. "Agus Sunyoto memang mampu menjebol stigma
> jelek tentang sosok Syekh Siti Jenar," katanya.
>
> Bahkan, katanya, pandangan bahwa Syekh Siti Jenar itu mampu mengubah diri
> seperti cacing atau anjing telah dibantah, karena pandangan seperti itu
> sama
> halnya dengan rekayasa untuk memojokkan seorang wali.



_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke