Alhamdulillah,
Pak Soedarjo,
Formulasi rukun iman yang enam itu diturunkan dari hadits shohih yang masyhur
dari Umar bin Khattab rodhiallaahu anhu yang berkisah tentang datangnya Jibril,
yang saat itu berwujud manusia, ke majelis Nabi dan para sahabat dan memberi
pengajaran secara tidak langsung kepada para sahabat. Dalam hadits itu juga
dijelaskan tentang rukun Islam dan Ihsan.
Adapun formulasi rukun iman yang lima (yang keimanan kepada takdir tidak
disebutkan secara khusus) seperti diungkapkan Syaikh Al Maududi diturunkan dari
QS. Al Baqoroh ayat 177.
Sebenarnya kedua formulasi ini saling melengkapi, sebab sebagaimana disinggung
ikhwah Aldian, keimanan terhadap takdir baik dan buruk itu sangat erat kaitannya
dengan keimanan dan ma'rifat kepada Allah. Namun karena Nabi sholallaahu 'alaihi
wa sallam menyebutkannya secara khusus berarti barangkali memang ada yang perlu
ditekankan dalam perkara keimanan terhadap takdir ini.
Wallaahu 'alam,
I Putu Dwi Wiska Susetio
(laki-laki)
Please respond to [EMAIL PROTECTED]; Please respond to Milis is-lam
<[email protected]>
To: "Milis is-lam" <[email protected]>
cc: (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
Subject: [is-lam] RUKUN IMAN LIMA atau ENAM? Re: Apakah TUHAN juga di
NERAKA?
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Terima kasih Bapak Ibu sekalian atas pencerahannya.....
Bapak/Ibu Aldian (maaf kalau salah GENDER), menyebutkan masalah TAKDIR.
Selama ini saya belum menjumpai pada permulaan saya membaca terjemahan Al
Quran versi DEPARTEMEN AGAMA danya percaya atau beriman kepada TAQDIR.
Biasanya yang ada adalah percaya kepada Alloh (Robb), Malaikat, Kitab,
Rosul, Hari Akhir. Lalu kalimat yang ada takdirnya yang HARUS KITA
PERCAYAI ada di Surat dan ayat mana?. Apakah rukun IMAN ITU ENAM atau LIMA?
Terima kasih atas pencerahan Bapak/Ibu
Wassalam soedardjo BATAN.
Aldian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:kalimat 'Tuhan ada di mana-mana' tidak
perlu diartikan
secara harfiah.
Konsep ruang, yang digunakan untuk menunjukkan tempat,
adalah ciptaan Tuhan untuk dirasakan oleh manusia.
Manusia merasakan adanya tempat/ruang karena Tuhan
membuat manusia merasakannya. Kondisi manusia
merasakan ruang tidak mengharuskan Tuhan juga
merasakan ruang. Ruang hanyalah ciptaan Tuhan.
Demikian juga waktu. Meskipun manusia merasakan dan
dipengaruhi waktu, tidak menyebabkan Tuhan dipengaruhi
waktu juga.
Tuhan berada di atas ruang dan waktu.
Kekuasaan tuhan atas waktu melahirkan konsep yang
disebut takdir.
salam,
Aldian
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam