Wa'alaikumussalam wr. wb. Pak Soedardjo Yth.,kalo boleh sharing sedikit, dalam al-Qur'an memang hanya disebutkan LIMA saja, itu yang secara berurutan,maksudnya dalam satu ayat, adapun mengenai TAQDIR yang menjadikan rukun IMAN ITU ENAM adalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dimana yang ke enam nya adalah mengimani TAQDIR.
Tetapi dalam ayat lainnya kata taqdir ini disebutkan secara terpisah, asal katanya adalah QADHA(Keputusan) atau QADAR(Ketentuan/Ukuran), adapun perubahan menjadi TAQDIR itu dilihat dari ilmu bahasa. QS 41:12 "Maka Dia menjadikannya/menakdirkan tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". QS 25:2 "...dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya" QS 54:49 "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran". Pak Soedardjo, bila dilihat email address bapak, bapak adalah seorang yang saya yakin sangat mengetahui mengenai ATOM. Kalo yang Qur'ani dikaitkan dengan Kauniy, maka saya ingin bertanya pada bapak (mohon pencerahan), katanya (bagi saya, karena belum pernah meneliti/obsevasi/melihat secara langsung) ATOM itu memiliki INTI dan juga memiliki ORBIT, pada orbit ini elektron bergerak mengitari inti, kalo salah mohon dikoreksi. Pertanyaan saya adalah: 1. Apakah setiap Elektron suatu saat pasti akan menuju ke INTI? 2. Bila jawabannya adalah "YA", bilakah itu terjadi? 3. Bila jawabannya adalah "TIDAK", kenapa ? Bila bapak bersedia menjawabnya, insya Alloh diskusi akan berlanjut. Terimakasih. Hadanallohu wa iyyakum, wallohu a'lamu bishshowab. Wassalamu'alaikum wr.w b. a.s. -----Original Message----- From: SOEDARDJO [mailto:[EMAIL PROTECTED] Assalaamu'alaikum wr. wb. Terima kasih Bapak Ibu sekalian atas pencerahannya..... >Bapak/Ibu Aldian (maaf kalau salah GENDER), menyebutkan masalah TAKDIR. >Selama ini saya belum menjumpai pada permulaan saya membaca terjemahan Al >Quran versi DEPARTEMEN AGAMA danya percaya atau beriman kepada TAQDIR. >Biasanya yang ada adalah percaya kepada Alloh (Robb), Malaikat, Kitab, >Rosul, Hari Akhir. Lalu kalimat yang ada takdirnya yang HARUS KITA >PERCAYAI ada di Surat dan ayat mana?. Apakah rukun IMAN ITU ENAM atau LIMA? >Terima kasih atas pencerahan Bapak/Ibu >Wassalam soedardjo BATAN. Aldian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:kalimat 'Tuhan ada di mana-mana' tidak perlu diartikan secara harfiah. Konsep ruang, yang digunakan untuk menunjukkan tempat, adalah ciptaan Tuhan untuk dirasakan oleh manusia. Manusia merasakan adanya tempat/ruang karena Tuhan membuat manusia merasakannya. Kondisi manusia merasakan ruang tidak mengharuskan Tuhan juga merasakan ruang. Ruang hanyalah ciptaan Tuhan. Demikian juga waktu. Meskipun manusia merasakan dan dipengaruhi waktu, tidak menyebabkan Tuhan dipengaruhi waktu juga. Tuhan berada di atas ruang dan waktu. Kekuasaan tuhan atas waktu melahirkan konsep yang disebut takdir. salam, Aldian _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
