|
----- Oorspronkelijk bericht -----
Van: mardibros
Aan: [EMAIL PROTECTED]
Verzonden: dinsdag 30 augustus 2005 10:30
Onderwerp: Re: [dzikrullah] Re: Jembatan Kesederhanaan -
6 >>>>><<<<< "Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada- Mu, Bersyukur & Khusyu' Beribadah" (Al Hadits) >>>>><<<<< For more informartion, please click : http://www.dzikrullah.com
"A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Subject: Re: [dzikrullah] Re: Jembatan Kesederhanaan - 6 NIMBRUNG, URUN REMBUG,
Allah swt berfirman kepada rasulullah Muhammad saw bahwa beliau (rasulullah Muhammad saw) hanya bertugas MENYAMPAIKAN berita baik dan ancaman bagi yang kufur terhadap firman Allah swt. Sedangkan kewajiban memerangi, menggunakan kekerasan terhadap yang menentang da'wah beliau itu DIIZINKAN ALLAH SWT dengan PERSYARATAN yang harus dipenuhi berdasarkan atas KRITERIA-KRITERIA yang telah ditetapkan oleh Allah swt pada zamannya. Apabila tugas rasulullah kepada manusia adalah sedemikian LIMITED maka perlu kita bertanya kepada rasio, logika, dialektika, hati dan fikiran kita sendiri atas TERSEBARNYA hikayat, cerita, berita yang MEMPERLUAS tugas-tugas rasulullah Muhammad saw sehingga melampaui jangkauan TUGAS UTAMA. Mengapa pada zaman kita sekarang berseliweran "hadits" maupun "hadits Qudsi" yang menganjurkan ummat Muslimin bertindak "hero" maupun melampaui tugas-tugas rasulullah Muhammad saw dan para rasulullah dan nabi sebelumnya? Dan kepada hikayat, cerita tersebut kita hanya DIWAJIBKAN mempercayainya saja dan Al-Dinu Al-Islam dijadikan sebuah model KEPERCAYAAN yang hanya bisa diakses melalui dua sikap: menolak kepercayaan atau menerima kepercayaan yang berakibat pembunuhan terhadap rasio, logika, dialektika, hati dan fikiran yang hidup dinamik. Padahal apabila kita jlimeti firman-firman Allah swt dalam Al-Quran justru Allah swt MEWAJIBKAN manusia BERFIKIR, MEMPERGUNAKAN SELURUH ALAT PENGINDERAAN guna melakukan pengamatan terhadap alam semesta seisinya agar DAPAT MEMAHAMI KEBENARAN YANG MUTLAK dari firman-firman Allah swt dan BERISLAM di atas dasar kesadaran dan ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan secara sukarela. Tidakkah dapat kita periksa adanya PARADOX (saling bertentangan) antara firman-firman Al-Quranu Al-Kariim dan anjuran segolongan, dua, tiga, empat dst...golongan manusia? 1500 tahun sesudah wahyu Al-Quraan diturunkan kepada seorang Arab ummi di Mekkah wajah peradaban manusia sudah berkembang (dimaui atau tidak dimaui) di atas dasar KEHENDAK atau program Allah swt yang kini kita saksikan. Demikianlah realitas nyata peradaban manusia dewasa ini dan seyogyanya kita Muslimin tunduk patuh kepada KEHENDAK tersebut dan meletakkan kembali kedua kaki kita di atas JALAN LURUS yang telah ditetapkan agar kita dapat berjalan dalam hidup ini dengan irama yang sesuai dengan irama yang telah menjadi kodrat manusia yang Muslim. Berjalan dengan mengangkat tinggi ketaqwaan yang IHLAS kepada TUHAN YANG MAHA ESA tanpa melalui perantaraan siapapun! Wa billahi tafiq wa al-hidayat wassalam, A.M _____________________________________________________________
Lihat foto kegiatan patrap di http://patrapnet.fotopic.net __________________________________________________ YAHOO! GROUPS LINKS
| ||||
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
