pandangan yg cukup fair yg mungkin hanya org2 cerdik
pandai yg bisa mengerti apa kesalahan & resiko fatal
bgi org ber-Islam dgn cara pembelajarannya.

kalo boleh himbau, ajak, nasehati, baiknya kita ini
jgn bicara lagi ttg org yg sdh mati. bgmanapun juga
amalannya nggak akan bertambah/berkurang dgn apa yg
tlh diperbuat ketika hidup.

1. bagi pemuji, 
kalimat indah, sanjungan bahkan do'a2 ampunan pd yg
dimaktubkan dlm tulisan/suara yg ditujukan bg yg sdh
meninggal, tak akan terkirim ketika yg baca/dengar
adlh penghujatnya. sebab apa? ada syarat mutlak
kemustajaban suatu do'a thd ssorg lain yg
membaca/mendengar seruan do'a itu: keikhlasan hati
pembaca/pendengar!

ini masalah rahasia hati setiap insan yg org dpt
terjebak kemunafikan jika mengamini dimulut namun
hatinya tidak ATAU hasad ketika ada org lain yg
mendesak mempertanyakan ketulusan.

2. bagi penentang,
kalimat buruk yg ditujukan pd sang wafat ttg segala
kekurangan & kelemahannya di masa lalu juga nggak
berguna disampaikan. sebab itu akan memupuk sifat
riya' & ujub dgn kebenarannya. baiknya disembuyikan &
yg lbh baik adlh lawan sisa2 paham keburukan yg
ditinggalkan sang mayit dgn nasehat baik, pelurusan,
rehabilitasi, dlsbgnya.

semoga dimengerti ...


salam,
Fahru
--- "Mohd. Al-Khori" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Rekan rekan rahimakumullah,
>  
> Malam telah larut ketika tulisan ini dipostingkan.
> Saat itu di Qatar waktu
> telah menunjukan jam 00:35 dan kalau di Indonesia
> tentu waktu telah
> menunjukan jam 04:35 wib. Dalam islam ada tuntunan
> bahwa jika meninggal
> seorang anak cucu Adam jangan lagi diungkit-ungkit
> kesalahan masa lalunya
> dan biasanya ahli waris dengan segala kerendahan
> hati memohon agar
> kesalahanya dimaafkan. Dan tradisi atau ajaran atau
> akhlak mulia itu terus
> dipelihara yaitu jika seorang telah meninggal atau
> telah berpulang maka
> tidak diperbolehkan lagi untuk mengungkit-ungkit
> kesalahan masa lalunya.
>  
> Tapi, ...
> Tapi sekali lagi tapi,
> Ketika Nurcholis Majid tutup usia, maka terlalu
> banyak tulisan tulisan
> tentang beliau, yang mana tulisan tulisan tersebut
> ada yang MEMUJI ada pula
> yang SEBALIKNYA.
>  
> Karena hal tersebut jadi timbul PERTANYAAN, ada apa
> dibalik semua itu ?
> Yang MEMUJI membenarkan apa yang telah dilakukan
> oleh Nurcholis Majid semasa
> hidupnya dan meminta bagi yang MENENTANG tidak
> menebarkan fitnah buat
> Nurcholis Majid dan yang,
> MENENTANG melakukan defensive dengan STATEMENT bahwa
> mereka tidak memfitnah
> Nurcholis Majid, tapi yang dilakukan adalah
> MELURUSKAN ajaran/ faham/
> tulisan Nucholis Majid yang memang banyak
> menimbulkan PERTANYAAN. Kami tidak
> menggugat Nurcholis Majid, tapi yang lagi dilakukan
> adalah membuat berita
> SEIMBANG bahwa PUJIAN tentang Nurcholis Majid masih
> ada yang perlu dilakukan
> koreksi.
>  
> Itulah sebabnya hingga larut malam, saya masih terus
> membaca tentang
> Nurcholis Majid baik tulisan yang MEMUJI maupun yang
> MENENTANG.
>  
> Setelah membaca begitu banyak komentar tentang
> Nurcholis Majid ternyata
> memang BERBEDA antara ULAMA dan CENDIKIAWAN dan juga
> sangat jauh berbeda
> mereka yang belajar ISLAM ditempat kelahiran Nabi
> Allaah dengan mereka yang
> belajar ISLAM di Amerika dan Kanada. Perbedaan
> tersebut adalah sama seperti
> orang belajar ISLAM sebagai ILMU atau DATA dengan
> orang belajar ISLAM
> sebagai KEYAKINAN dan untuk DIAMALKAN.
>  
> Salam,
> Mohd. Alkhori
> Doha, State of Qatar
> 
>   _____  
> 
>  
>
<http://promos.hotbar.com/promos/promodll.dll?RunPromo&El=&SG=&RAND=47970&pa
> rtner=fastutility> Block Spam Emails - Click here! 
> 
> > _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
>
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke