Ada contoh elegan mensikapi manipulasi 'ayat-ayat filosofis' (saya lebih suka
menyebutnya ayat-ayat fundamental) sebagai dasar operasional.

Disebutkan dari Amirul Mu'minin, Umar bin Kahtthab rodhiallaahu anhu, sebuah
kisah (mungkin benar dari beliau mungkin tidak) bahwa seorang pencuri YANG TELAH
MEMENUHI SYARAT potong tangan dilaporkan  kepada beliau. Ketika Umar menyuruh
untuk memotong tangannya, dia mengatakan : "Tunggu dulu hai Amirul Mu'minin,
demi Allah aku tidak mencuri itu kecuali karena Qadar Allah".

Umar mengatakan : "Aku tidak akan memotong tanganmu kecuali karena Qadar Allah
(juga)".  Dan hukuman tetap dilaksanakan.

Wallaahu muwaffiq.

= Wizh =




Please respond to Milis is-lam <[email protected]>

To:   [email protected]
cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)

Subject:  [is-lam] Ayat Filosofis & Ayat Operasional (Featuring Takdir)



http://humanbydefinition.blogs.friendster.com/human_by_definition/2005/10/ayat_filosofis_.html


salam,

Aldian




__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam






_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke