Kelemahan Umat Islam Di Indonesia Merupakan Produk Krisis SDM

Jakarta ( Berita ) :  Berbagai kelemahan umat Islam di Indonesia yang terlihat saat ini dianggap sebagai produk pendidikan sumber daya manusia (SDM) yang tidak bisa berharap kepada lembaga pendidikan yang dalam kasus tertentu dinodai oleh oknum yang justru menyebabkan krisis SDM.

Hal itu diungkapkan oleh Rektor IAIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Kamrani Buseri MA ketika memberikan ceramah pada peringatan nasional Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1426 H di Masjid Raya Sabilah Muhtadin  Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis 20/10], yang juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kamrani mengatakan, krisis SDM sudah dirasakan dan masyarakat tidak bisa terlalu berharap kepada lembaga pendidikan sebagai lembaga yang memproduksi SDM.

"Lembaga-lembaga yang dipandang sangat menjunjung tinggi idealisme menjadi buruk karena dinodai oleh oknum yang sambil menyelam minum air, menggunting dalam lipatan nama besar lembaga dijual dengan harga murah. Kemiskinan masyarakat diperjualbelikan," katanya.

Akibat produk pendidikan seperti itu, muncullah kelemahan umat Islam secara umum.

Ia mengutip pernyataan yang pernah diberikan mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad bahwa adalah sebuah kenyataan kaum Muslimin menerima bahkan dalam arti luas memiliki kebanggaan dalam kebodohannya dengan kepuasan yang semu.

"Kita berada dalam keprihatinan sosial, ekonomi, dan politik dan bahkan banyak orang Islam menerima sebuah kekuatan jaminan yang sumbang," kata Kamrani mengutip Mahathir.

Masih mengutip pernyataan Mahathir, Kamrani mengatakan, banyak umat Islam yang membaca Al Quran untuk memperoleh pahala dan rahmat meskipun tidak memahami dan tidak mempraktikkannya.

Atau mereka yang pergi bertabligh untuk memperoleh surga, membuat pamflet dan stensilan-stensilan dakwah untuk memenangkan Islam.

"Tetapi, kebahagian secara pribadi itu adalah hal yang picik dan sempit. Orang-orang Islam harus mengembangkan sebuah masyarakat yang maju dan dinamis, sebab umat Islam tidak hanya menyiapkan hidup di akhirat bila ingin dapat bertahan," katanya mengutip Mahathir.

Menurut Mahathir, Islam juga berarti kemampuan menjelaskan ajaran dan mengamalkannya serta meletakkan dalam konsep yang jernih dan dinamis di dalam masyarakat kontemporer.

Sementara itu, Kamrani memaparkan, Al Quran sebenarnya menawarkan persepektif pengembangan SDM yang menyeluruh yang mencakup diri manusia yang disebut sebagai "Abdullah" dan "Khalifatullah."

Abdullah, katanya, merupakan hamba Allah yang tunduk dan patuh kepada-Nya. Sementara, Khalifatullah, adalah manusia sebagai wakil Tuhan yang menganjurkan kebenaran dan keindahan untuk kemakmuran di muka Bumi.

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam sambutannya mengingatkan pembentukkan akhlak adalah misi kerasulan Nabi Muhammad SAW dan sekaligus merupakan tujuan diturunkannya Al Quran.

Namun, ia mengatakan, Islam tidak hanya merupakan agama ritual semata, tapi juga agama etikal yaitu agama yang bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak.

"Dengan demkian, penunaian ritus-ritus keagamaan dalam Islam bukanlah tujuan akhir dan keber-agama-an, tetapi merupakan jalan untuk membentuk kepribadian yang etis," katanya. ( ant )

http://www.beritasore.com/

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke