Assalammu'alaikum wr wb,

Saya baca ada komentar dari ex-member (yang minta unsubscribe dari maillist ini) yang menyatakan "tema diskusi tidak menarik lagi". Tema apa sesungguhnya yang menarik untuk kaum Muslimin pada saat ini? Sebab kehidupan manusia sangat luas dan tema Al-Dinu al-Islam itu lebih luas lagi, maksudnya mulai dari tema penciptaan alam semesta, penciptaan kehidupan di bumi hingga penciptaan manusia, di samping itu juga tema-tema teka-teki keberadaan Allah swt sendiri (dimulai dari masalah keimanan hingga kekafiran melalui istilah-istilah kemusyrikan, kemunafikan, kemurtadan dll). Firman Allah swt yang tercatat dalam Kitab Al-Quranu al-Kariim tidak saja menangani permasalahan penciptaan tetapi sampai kepada lika-likunya polah laku manusia orang seorang maupun kelompok di dalam proses hidupnya. Luasnya horizon firman-firman Allah swt yang tercatat itu sesungguhnya dimaksudkan sebagai Hudan, Pembimbing, Petunjuk, Penerang, Nur, bagi perjalanan manusia di dalam hidup di bumi!

Jadi apabila kita analisis dengan kacamata budaya abad 21 ini, sesungguhnya ber-Islam adalah suatu tindak politik yang ilmiah (karena berpolitik itu artinya adalah bagaimana harus hidup dan memenuhi kebutuhan untuk hidup sehingga di semua polah laku hidup manusia harus menterapkan suatu politik) sesuai dengan sifat-sifat intrinsik dan mendasar dari manusia yang diciptakan untuk hanya mengabdi kepada Allah swt.

Jadi sebaiknya para members janganlah gampang-gampang meninggalkan media yang sangat berguna ini dengan alasan yang konsumptif. Marilah kita galakkan diskusi yang dapat menggiring diri kita ke jalan Allah swt yang benar dan hanya satu-satunya ini (tidak seperti "semua jalan menuju ke Roma").

Saya lemparkan satu problim yang cukup aktual hingga kini: Benarkah kesimpulan para 'alim dan 'ulama dari semenjak wafatnya rasulullah Muhammad saw hingga saat ini yang menyatakan bahwa Al-Dinu al-Islam adalah salah satu Agama samawi di dunia ini?(artinya "semua jalan menuju ke Roma").

Wassalam,
A.M


----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, January 19, 2006 10:19 AM
Subject: is-lam Digest, Vol 14, Issue 17


Send is-lam mailing list submissions to
[email protected]

To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
or, via email, send a message with subject or body 'help' to
[EMAIL PROTECTED]

You can reach the person managing the list at
[EMAIL PROTECTED]

When replying, please edit your Subject line so it is more specific
than "Re: Contents of is-lam digest..."


Today's Topics:

  1. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Muhammad Aziz)
  2. RE: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Agus Safudi - HRD)
  3. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (GOGOT SUHARWOTO)
  4. Re: Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345... (Harry Sufehmi)
  5. Website Tentang Islam Palsu (Ken Agung)


----------------------------------------------------------------------

Message: 1
Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST)
From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: Milis is-lam <[email protected]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1

Salam,

Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut kepada perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi ego
kita telah mendahului akar kita.

Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan "cacat"dalam syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya bahwa pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia menjawab dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan ustadz
saya. Saya ketawa mendengar itu...
 Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan, jelas
jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa dimengerti. Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego berlari di
depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya.

 Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat untuk
menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari Islam. Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo memang
seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut...

 Demikian dan salam

Aziz



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


------------------------------

Message: 2
Date: Thu, 19 Jan 2006 13:15:50 +0700
From: "Agus Safudi - HRD" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: "Milis is-lam" <[email protected]>
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1

Hik hik hik gak ada habis-habis nya, ....never ending 'battle'[EMAIL PROTECTED]:-cmiiw)


-----Original Message-----
From: Raden Budiman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 19, 2006 12:53 PM
To: Milis is-lam
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...


On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700
 "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling
jumud  :-)

Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni.
Kalau Agama Syiah diadakan maka Agama Sunni juga perlu
diadakan.
Jika Agama Syiah ada maka kata-kata syiah memang ada dalam
Al-Quran,
dan saya tak menemukan kata SUNNI dalam AlQuran. Atau
dalam Qurannya
orang Sunni ada kata sunni didalamnya?

Pers barat mulai menyebut-nyebut istilah "muslim syiah"
dan "muslim sunni"
sehubungan dengan fakta yang ada di Timur Tengah.



karena kata syaikh / Imam bisa menjadi agama.
Mirip seperti agama Kristen, dimana Gereja = Agama.
Sehingga kalau kita menonton film Kingdom of Heavens,
para pendeta mereka sampai berani dengan sangat
lancangnya berteriak, "God wills it !!".
Lha, kayak bisa bicara dengan Tuhan saja  :-)


Padahal, jelas Imam bukan sumber rujukan agama kalau di
dalam Islam. Walaupun keturunan Nabi saw sekalipun.
Di agama Islam, landasan kita beragama adalah Quran &
Sunnah.


Kata "rujukan" itu (kalau saya tak salah) berasal dari
bahasa Arab ro-ja-'a, yang
(salah satu) artinya "kembali".

Bila ada dua orang berselisih maka harus ada orang ketiga
yang mampu
"mengembalikan" persoalan ke akar masalahnya agar kedua
orang yang
berselisih itu mengakhiri perselisihan.

Para Kiayi, Ustadz, Ulama, Guru Agama biasanya dijadikan
sebagai sumber
rujukan (masalah-masalah) agama bagi orang-orang pada
umumnya. Dan
para kiayi, ustadz, ulama, penceramah dll biasanya
merujukan persoalan
agama kepada pendapat para imam, seperti Imam Syafi'i,
Imam Hanafi dll.

Jadi, orang-orang seperti itu dalam kenyataannya menjadi
rujukan dalam beragama.

Imam Ja'far Ash-Shodiq (ra) adalah rujukan banyak ulama
dan ahli ilmu serta
madzhab dalam beragama.

Wassalam,
R.Budiman


Salam,
Harry

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

========================================================================================
Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian : 3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================
Dapatkan hosting tercepat dengan bandwidth tak terbatas. Hanya di http://www.hostingkilat.com
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


------------------------------

Message: 3
Date: Thu, 19 Jan 2006 06:54:44 +0000
From: "GOGOT SUHARWOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; format=flowed

Assalamualaikum,
Saya sudah membaca indikasi yang kurang sehat sewaktu Pak Raden Budiman
memancing mancing topik yang semula diskusi tentang orang yang banyak mati
di musim haji tahun ini. Kayaknya pancingan itu akhirnya terpenuhi dan
sekarang saya harap beliau untuk mengalihkan topik ke soal lain.
Please give some input yang membangun, saya yakin sebagian besar dari kita
bukan Ulama dan ingin belajar Islam. Jadi sebaiknya posting ide-ide yang
membangun untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Jika anda berpandangan lain
atau aliran lain cukup ungkapkan saja apa yang anda yakini tanpa menyinggung
group kelompok atau aliran lain yang nantinya pasti akan bikin nggak focus
ke topik semula.
Ingat setiap kata-kata kita akan dimintai pertanggung jawabannya, apalagi
jika berhubungan dengan orang lain, akan lebih berbahaya.
Demikian terima  kasih,
Wasalam,

Gogot Suharwoto





From: Muhammad Aziz <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: Milis is-lam <[email protected]>
To: Milis is-lam <[email protected]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
Date: Wed, 18 Jan 2006 22:13:02 -0800 (PST)

Salam,

Saya melihat dari dulu diskusi tentang syiah dan sunni selalu berbuntut
kepada
perbedaan yang "tidak mau ditolerir". Sebenarnya mampu ditolerir tetapi ego
kita telah mendahului akar kita.

  Saya punya teman yang selalu mencerca syiah dengan menunjukkan
"cacat"dalam
syiah dari ulama2x ato buku2x yang dia ikuti. Tetapi setelah saya tanya
bahwa
pernahkah anda berhubungan langsung atau membaca buku dari syiah.. Dia
menjawab
dengan enak.. belum dan tidak perlu untuk itu karena saya percaya dengan
ustadz
saya. Saya ketawa mendengar itu...
Kalau kita mau fair dengan melihat dari kacamata ilmu pengetahuan, jelas
jawaban temen saya itu tidak masuk akal sama sekali dan tidak bisa
dimengerti.
Itulah salah satu gambaran singkat dari parahnya berfikir kita. Ego berlari
di
depan sedang otak kita merangkak lambat di belakangnya.

  Pliiss untuk Pak Harry S ... saya yakin anda tidak punya bukti kuat
untuk
menyebut sodara syiah anda sebagai pengikut agama syiah yang keluar dari
Islam.
Atokah kita hanya akan berhenti pada masalah klaim simbol agama ? kalo
memang
seperti itu silakan borong nama Islam semuanya sebagai simbol tersebut...

  Demikian dan salam

Aziz



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




------------------------------

Message: 4
Date: Thu, 19 Jan 2006 15:52:02 +0700
From: "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] Syiah & Rujukan...Sedikitnya 345...
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset="ISO-8859-1"

On 1/19/2006 at 12:52 PM Raden Budiman wrote:
On Wed, 18 Jan 2006 18:24:28 +0700
 "Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Agama Syiah justru adalah salah satu agama yang paling
jumud  :-)
Supaya adil kita adakan juga Agama Sunni.

Apakah Anda mau memulai debat kusir mengenai Syiah ini lagi ? Belum puas dengan yang dulu sudah pernah terjadi berkepanjangan disini?

Maaf saya saat ini tidak ada waktu untuk meladeni logika ngawur Anda; contoh: saya sudah jelaskan bahwa rujukan umat Islam ada Quran & Sunnah; tapi Anda tetap berputar-putar, yang pada intinya berusaha menjustifikasi agar ulama bisa menjadi rujukan juga. Lha, kalau ulamanya yang jahat, seperti yang diperingatkan oleh Nabi saw mengenai suul ulama ? Jadi tersesat kita nanti. Sedangkan Quran & Sunnah jelas adalah petunjuk ke jalan yang lurus.

Untuk rujukan:

1. Serangan Jalaludin Rakhmat ke sendi agama Islam (hadits) bisa dibaca disini: http://harry.sufehmi.com/archives/2006-01-19-1099/

Disitu juga dibahas mengenai usaha mereka agar agama Syiah bisa diterima di Indonesia, yaitu dengan mengkedokinya sebagai "mazhab Ja'fari". Saya sempat ditipu di topik ini - dan ternyata kemudian saya temukan bahwa ini cuma fitnah belaka (Imam Ja'far tidak pernah mengaku sebagai salah satu dari 12 Imam nya Syiah). Saya yang tadinya sempat berusaha berdialog, kehilangan respek dengan agama Syiah, karena cara-cara nya yang seperti ini.

2. Fatwa para ulama besar Islam mengenai agama Syiah:
http://harry.sufehmi.com/archives/2004-12-12-777/



Salam,
Harry



------------------------------

Message: 5
Date: Wed, 30 Nov 2005 18:42:37 -0800 (PST)
From: Ken Agung <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [is-lam] Website Tentang Islam Palsu
To: [email protected]
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"

Skipped content of type multipart/alternative-------------- next part --------------
An embedded message was scrubbed...
From: Dwiharsanto Utomo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [dppika_uii] Fwd: [GemaNusawan_ind] very important message- ISLAMIC
WEBSITES
Date: Tue, 25 Oct 2005 22:18:25 -0700 (PDT)
Size: 85614
Url: http://abangadek.com/pipermail/is-lam/attachments/20051130/daa370b9/attachment.eml

------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


End of is-lam Digest, Vol 14, Issue 17
**************************************


_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke