Ada sebuah hadis populer (saking populernya, saya yakin antum sadayana udah pada denger) yang menyatakan, 'tinta para ulama lebih berat (timbangan pahalanya) dibanding darah syuhada.'
Karena Rasulullah SAW sendiri yang mengatakannya, kita percaya pada kebenaran yang terkandung di dalamnya. Pertanyaannya, apakah ada ulama yang bukan syuhada di kalangan Rasulullah SAW dan para sahabat saat itu?
Mengacu kepada nash AlQuran sendiri yang menyatakan bahwa 'ulama hanyalah ia yang cuma takut kepada Allah', maka ulama pastilah mengandung muatan syuhada. Seperti mahasiswa S2 yang di dalam dirinya terkandung kapasitas sarjana S1, atau kira-kira seperti itulah. Rasanya nggak logis kalau orang yang pernah takut kepada statusquo, misalnya, ujug-ujug menjadi anggota majlis ulama.
Ulama haruslah memiliki, sekurang-kurangnya, kapasitas seorang 'veteran' syuhada. Maksud saya, supaya jangan ada kiyai atau ustad pro-statusquo yang geer mengira dirinya lebih mulia ketimbang imam samudra, misalnya.
Mohon tanggapan.



To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke