semakin aneh aja logika orang ini.
ini adalah efek dari model proof saat kita membuat persamaan. dibolak balik,
ujo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ujo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Sun, 25 Jun 2006 22:34:46 +0800
From: ujo <[EMAIL PROTECTED]>
To: mawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [INSISTS] ANDAIKAN AKU BISA MERASAKAN
---------- Forwarded message ----------
From: suhana hana <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jun 23, 2006 5:13 PM
Subject: [INSISTS] ANDAIKAN AKU BISA MERASAKAN
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
__._,_.___ANDAIKAN AKU BISA MERASAKAN
Hmm..sungguh berita di internet yg aku baca saat itu ttg peristiwa pembunuhan 3 orang anaknya, benar2 membuat dadaku sesak dan gemetar seluruh tubuh, saat pertama aku membacanya, ada rasa tidak percaya sama sekali, marah, kesal, sedih, yg terus aku cari apa penyebabnya?? Ku datangi beberapa orang yg aku percaya hanya untuk mendiskusikan, apa penyebab dia melakukan itu? Dan inti dari semua masukan, tidak lain hanya keimanan seorang manusia yg kadang naik dan turun.
Hmm..aku merenung kembali dan bertanya kepada diri, andai pelaku itu aku?? Dan aku berusaha untuk berada pada posisinya dan menyertakan naluriku sebagai seorang ibu terhadap anak dan keluarga.
Aku terlahir dari lingkungan keluarga yg kaya raya, dengan sejumlah prestasi yg aku dapat dan raih, hampir tidak mungkin kegagalan aku temukan, dan hampir tidak mungkin kepahitan aku rasakan. Hingga suatu saat aku harus tinggalkan semua itu, hanya untuk mengabdi kepada seorang suami dan anak2ku. Kutinggalkan kemewahan orang tuaku, kutinggalkan prestasi2 yg pernah aku raih, dan kecil harapanku untuk mewujudkan semua impianku dahulu dan mengembangkan apa yg sudah pernah aku rencanakan.. saat itu aku berusaha menerima semua, karena demi suami dan anak2ku tersayang.
Tapi kini..rasanya aku sudah lelah..aku lelah..semua tugasku sebagai seorang ibu sudah aku kerjakan dengan baik, memasak, mencuci, menyetrika baju, menyapu, ngepel, beres2 dan semua sudah aku lakukan dengan baik. But..kenapa aku belum mendapatkan apa yg aku harapkan??? Oke..pengorbanan yg aku berikan dengan meninggalkan semua yg pernah aku dapat itu adalah konsekuensi dari semua yg sudah aku putuskan, but kepahitan yg aku rasakan ini adalah sudah ada dalam perhitunganku dan ini semua adalah konsekuensi akan keputusanku sendiri. tidak ada lagi prestasi yg bias aku banggakan kecuali mengurus anak2ku, tidak ada lagi kekayaan yg bias aku rasakan dengan mudahnya kecuali keadaan yg hanya sekedar cukup untukku makan dan rasakan, tidak ada lagi rencana besar yg dulu pernah aku impikan, kecuali diam di rumah dengan semua kesibukan rumah tanggaku. Yup!! Aku terima semua itu, karena itu konsekuensi keputusan yg sudah aku ambil.
But..ternyata keputusanku ini tidak adil buat anak2ku?! Mereka tidak pernah aku ajak berunding akan keputusanku ini?hingga adilkah mereka ikut merasakan konsekuensi kepahitan yg aku putuskan??mereka tidak pernah merasakan kebahagian melimpah harta yg aku rasakan dimasa kecil dan remajaku dulu. Mereka tidak bisa merasakan kebanggaaan yg aku rasakan dulu terhadap kedua orang tuaku. Adilkah kenyataan ini semua untuk anak2ku???
Andai dulu aku bisa meneruskan semua kegiatanku?? Andai dulu aku tidak hentikan semua aktivitasku, andai dulu aku melanjutkan semua impianku, andai dulu aku bekerja meneruskan karierku, andai dulu..andai dulu..andai dulu..aku meraih semua yg jadi impianku, mungkin anak2ku tidak akan merasakan kepahitan ini, tidak akan merasakan kesederhanaan ini, dan ini tidak adil untuk mereka?! Keputusanku ternyata tidak adil untuk mereka. Dan akupun tidak bisa memaksa suamiku untuk bisa mencukupi dan melimpahkan harta kepada anak2ku seperti orang tuaku kepadaku dulu.
Hmm..belum lagi kehidupan di luar sana yg begitu hancur dan membuatku tidak yakin akan keamanan anak2ku. Aku jaga anakku dengan baik, setelah di luar sana, aku tidak tau..apakah mereka juga sama menjaga baik anak2nya?? Banyak orang sudah tidak perduli lagi dengan norma dan agama, mereka hidup bebas dan berbicara, hingga Tuhanpun mampu mereka hina. Kehidupan macam apakah ini?? Kalau mereka sudah ada yg mampu menghina Tuhannya, apakah kemungkinan yg sangat sekali, kalau merekapun mampu mencelakai kami semua?? Terutama anak2ku pula?? Hmm..saat ini aku dan suamiku masih hidup, dan kenyataan kehidupan di luar sana sudah sedemikian parahnya, tapi masih ada aku dan suamiku untuk terus mengingatkan kebenaran pada mereka. Tapi..apa yg akan terjadi andai aku dan suamiku sudah tidak ada lagi di dunia ini?? Siapa yg akan menjaga mereka? Siapa yg akan mengingatkan mereka akan kebenaran? Siapa yg akan melindungi dan menjaga mereka, siapa lagi yg akan menerangkan bahwa itu tidak baik
dan buruk pada mereka??
Hmmm..andai aku dan suamiku masih hidup hingga mereka besar, dan sudah banyak pengetahuan yg aku masukan padanya, itu akan lebih membuatku tenang, tapi..mana aku tahu, andai aku dan suamiku dipanggil oleh Allah terlebih dahulu untuk menghadapnya, sedangkan mereka masih kecil2 spt ini?? Sedangkan kehidupan begitu kacaunya sedangkan saat ini masih ada aku dan suamiku saja, mereka hidup dengan sederhana sekali, tanpa kemewahan yg dulu aku rasakan. Ya Allah..apa yg harus aku kerjakan?? Untuk menyelamatkan anak2 yg aku sayang ini?
Hmmm..andai anak2 ini aku kembalikan lagi padaMu, dan aku yakin sekali Kau akan menjaganya dengan para bidadari yg sudah Kau siapkan untuk mereka, aku tidak khawatir akan diri mereka lagi, di syurgaMu akan Kau limpahkan mereka dengan beraneka ragam kebahagiaan, makanan, ketenangan dan tidak akan lagi mereka jumpai kesusahan dan terhindar dari semua orang2 yg mulai mengancam dirinya. Hmm..akan aku kembalikan mereka padaMu, karena aku tidak sanggup membayangkan kesulitan yg akan mereka rasakan, dan ketidak adilan atas konsekuensi yg sudah aku putuskan selama ini. Sedangkan untukku?? Mungkin aku akan dipenjara atau mungkin dihukum mati.
Tapi..aku sudah selamatkan permata hatiku semua dalam syurgaMu. Untukku..aku tahu sekali Allah akan mengampuni semua salahku karena mengembalikan mereka padaNya, tapi Allah juga maha tahu, apa niatku untuk kembalikan mereka padaNya. Dan selama aku di penjara, aku akan memohon dan bertaubat padaNya, karena perbuatanku ini, dan aku yakin sekali Allah akan memaafkan aku, kalaupun aku akan dihukum mati, mungkin aku akan bertemu lagi dengan anak2ku, dan aku yakin pula seandainya malaikat2 itu ingin menyeretku ke nerakaNya, aku tahu..anak2ku tidak akan membiarkan ibunya di dalam neraka sana, aku yakin sekali, anak2ku sangat sayangnya padaku, hingga mereka akan menangis dan meminta padaNya kembali, agar aku berada bersama mereka dan menemani mereka di syurgaNya.
Hmm..untuk suamiku, aku yakin sekali kalau dia tahu apa yg harus dilakukannya. Syurga untuknya pun sudah menanti, asalkan suamiku ikhlas merelakan kepulangan anak2ku padaNya, dan andai nanti suamiku menyusul mereka pun, aku yakin sekali anak2ku pun akan meminta pada Allah agar ayahnyapun ikut bersama mereka di syurgaNyaÂ…
Ya..itu hanya sekelumit renunganku yg berusaha memposisikan diriku menjadi dirinya dan mengikut sertakan hati dan perasaanku sebagai seorang wanita dan ibu, sekaligus istri yg berlatar belakang spt itu..
Percaya or tidak, bagiku (hana red.) yakin sekali ini semua skenario dari Allah dan mau tidak mau, suka dan tidak suka ternyata Allah menginginkan untuk terjadi, tetapi banyak hikmah yg terdapat di dalamnya.
Ya..Allah..hanya diriMu yg tahu segalanya, kami semua hanya menerka dan mengira, tanpa ada satu kejelasan dan kepastian yg sebenarnya. Semoga Kau membalas semua amal kebaikan dirinya. Amin..
Salam
hana
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]"Famaadzaa ba'da l haqqi illa dl dlalaal"
Insist official website: www.insistnet.com
Untuk bergabung ke milis ini, kirimkan email kosong tanpa subjek ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk berpisah dari milis, kirimkan email kosong tanpa subjek ke [EMAIL PROTECTED]You are receiving Individual Emails Change Delivery Settings
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | UnsubscribeSPONSORED LINKS.![]()
__,_._,___
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
