On 9/17/2006 at 5:59 PM A Nizami wrote:
>Itulah kebusukan Paus Benedictus. Jadi jika keluar
>ucapan busuk dari mulutnya itu wajar. Jika dia
>kemudian minta maaf, ini tak lebih sekedar pura-pura
>agar ummat Islam tidak keburu benci dan antipati

Ada berbagai disinformasi yang disebarkan oleh berbagai pihak untuk membela 
Paus pada saat ini :

1. Paus telah dikutip secara serampangan oleh media massa, dengan tujuan untuk 
meningkatkan oplah koran ybs :

Tidak benar. Saya sudah membaca langsung naskah pidato aslinya, dan memang ada 
berbagai kesalahan di situ.

Detilnya bisa dibaca misalnya di 
http://indonesiaupdate.org/2006/09/16/fury-over-popes-remark-but-what-really-happened/

2. Paus telah dikutip di luar konteks, sebetulnya inti dari pidato Paus adalah 
mengajak dialog antar agama agar bisa tercipta kedamaian :

Tidak benar, saya sudah membaca teks pidato lengkapnya, dan inti dari pidato 
Paus adalah mengajak rekonsiliasi antara sains dan agama. Dan dalam pidato 
tersebut, Islam dijadikan contoh mengenai agama yang tidak "reasonable" / tidak 
menggunakan akal pikiran; dan bahwa agama Kristen tidaklah seperti itu.

Jadi sebetulnya isi pidato Paus yang selengkapnya malah lebih parah daripada 
yang dikutip oleh berbagai media massa.

3. Paus mengatakan Muslim barbar, dan lihat bagaimana respon mereka (Muslim) 
terhadap ini (2 gereja di bom, dll), memang barbar kan ?

Ini sama seperti jika saya melihat beberapa orang Padang pelit, dan lalu 
berkomentar bahwa SEMUA orang Padang itu pelit. Hal ini disebut generalisasi - 
ketika ada sebagian yang bertindak namun kemudian kita menuduh bahwa semuanya 
sama.

Ada banyak komunitas muslim yang merespons pidato Paus ini dengan rasional dan 
bijaksana.


4. Umat Islam baru ribut kalau agamanya dihina, tapi diam saja jika ada muslim 
yang melakukan terorisme:

Ini hanya sok tahu, memangnya ybs bisa memonitor seluruh media massa yang ada 
di seluruh dunia ?

Komunitas muslim di inggris sering memprotes berbagai kegiatan terorisme yang 
mengatasnamakan Islam, namun seringkali tidak dimuat oleh media.

5. Paus hanya mengutip saja, dan tidak lantas berarti bahwa Paus setuju dengan 
tuduhan (Nabi saw memerintahkan untuk menyebarkan Islam dengan kekerasan) 
tersebut.

Tetap ada kesalahan Paus, yaitu tidak menuliskan pendapatnya sendiri atas 
kutipan tersebut. Karena tidak ada, maka wajar jika kemudian ada orang yang 
mengira bahwa Paus setuju dengan tuduhan tersebut.


Silahkan disebarluaskan agar kasus ini menjadi lebih jelas.



Salam,
Harry

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke