|
MEMBANGUN
KEDAMAIAN DI ALTAR HATI Di hari itu harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih, Dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, (QS. As-Syu’araa : 88-90) Kedamaian
menjadi impian setiap insan dalam mengarungi kehidupan yang sarat suansana
instant, kepanikan, dan keterdesakan
yang memenuhi kereta waktu yang
berjalan supercepat. Dewasa ini,
kedamaian serasa amat mahal
harganya, karena ternyata materi yang diperoleh tidak bisa mengantarkan manusia menggapai puncak kedamaian hakiki. Mobil mewah, rumah megah, hotel platinum, istri cantik nan elok belum mampu memenuhi kedamaian yang dielu-elukan. Demi merengkuh kedamaian, manusia
modern tergugah menggelontorkan duit,
menghadiri salon SPA, Oddevses, Yoga,
dan memenuhi ruang-ruang meditasi
yang dinilai bisa meluberkan
kedamaian di hati, padahal meditasi
sekadar sebuah spiritual moment yang
menjauhkan manusia mengingat persoalan keseharian, dengan dibangun fokus untuk berpikir tentang keadaan hari ini.
Tak pelak, habis mengikuti meditasi,
kegalauan, kesedihan, dan emosi
negatif menjalar kembali di pipa-pipa
jiwa. Mengapa? Karena ketenangan dan
kedamaian bukan pengejawantahan
sikap cuek atau menolak keadaan yang terjadi, tetapi kedamaian merupakan percikan energi penyerahan diri total kepada Alloh, dan menyandarkan hidup ini hanya pada Alloh, fisik selalu bergerak untuk merebut impian yang tertanam kuat di hati, dibakar dengan energi
pikiran yang cerdas demi menghadirkan karya optimal yang diridhai oleh Alloh. Kedamaian
hanya digapai orang-orang yang hatinya senantiasa tersambung dengan Alloh
(connecting Alloh).
Yaitu
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra'd : 28). Nabi-nabi
Agung adalah sosok suci yang hatinya dipenuhi dengan kedamaian, karena tidak ada
bersemi dalam hatinya, kecuali kerinduan bersama Alloh. Kemudian apa jembatan
yang bisa mengantarkan manusia menggapai puncak kedamaian? Di bawah ini kami
akan memaparkan sedikit keterangan ajaran-ajaran suci untuk menjemput
kedamaian. Pertama, Jadilah Pribadi yang Ikhlas (Mukhlishin). Ikhlas berarti bersih dari riya', dan destinasi ibadah sekadar bagi Alloh dan dengan Alloh. Tiada terbersit sedikitpun perasaan untuk memperoleh kemuliaan, penghormatan, pujian manusia dari segala aktivitas yang dilakukan, tujuan terakhir semua ibadah hanya untuk Alloh. Orang yang bersih hatinya dari riya', tidak pernah kesal dengan cacian, dan tidak berbangga diri dengan pujian, karena orang yang ikhlas senantiasa berada dalam samudera keyakinan, bahwa kebaikan datangnya dari Alloh, dan hanya Alloh yang pantas mendapatkan pujian dari kebaikan seluruh makhluk-Nya. Misi Alloh menciptakan manusia di muka dunia tiada lain, kecuali agar menghaturkan ibadah dengan penuh keikhlasan. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus." (Albayyinah : 5). Apa
rahasia yang terpendam dibalik
keikhlasan, sehingga bisa mengantarkan
pribadi pada kedamaian yang kekal (eternal), karena sesungguhnya keikhlasan menjembatani manusia
berkomunikasi secara jernih dengan
Dzat Yang Kekal. Tidak ada kesementaraan dari Dzat Yang Kekal. Demikianlah
kenikmatan spiritualitas bakal
dipungut oleh orang-orang yang senantiasa bersama dengan Yang Kekal,
Alloh Swt. Belajarlah mengikhlaskan
amal untuk Alloh, membersihkan diri
dari noda-noda yang mempertebal
tembok keakuan, merentas jalan
menuju keridhaan Alloh yang
didambakan dalam setiap ibadah dan
amal yang dikerjakan. Keikhlasan saat
ini dikenal dengan ZMP (Zero Mind Process), mengosongkan diri dari segala sesuatu,
terkecuali Alloh, bersimuka dengan
Alloh, setiap saat dan keadaan.
Fokus menuju God Spot (Titik Alloh). Lekat-lekat riya' dibersihkan dari relung hati,
dengan terbitnya kesadaran hidup hanya untuk Alloh, memperbaiki pribadi di jalan menuju pertemuan dengan-Nya (liga'
billah), dan penyatuan dengan-Nya (I'tarhim billah). Ikhlas menjadi daya ungkit (leverage) yang semakin meningkatkan
powerfull pribadi dalam menjalankan aktivitas, dan
semakin tenang damai merangkul kehidupan dengan segala dinamikanya. Gapailah keikhlasan dengan melatih diri hijrah
dari maksiat menuju taat, dan dari
riya' menuju ikhlas, sehingga kita
benar-benar merasakan
nikmatnya bersama Alloh dalam
ketaatan yang kokoh dan dimurnikan
dengan ketulusan. Kedua,
Jadilah pribadi yang dibersihkan (mukhlasin). Dibersihkan dari dosa-dosa, dosa yang paling besar
yang menyingkirkan manusia dari
altar kedamaian adalah keakuan. Kita
harus berjuang mematahkan jejaring
keakuan yang terbangun di dalam hati
ini, dengan beberapa unsur, yakni
Religious consciousness (kesadaran
beragama), menyadari bahwa kita hamba Alloh, Alloh mengawasi kita setup saat, dunia
hanya kehidupan yang sementara, dan
di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban. Kesadaran ini akan
membuka pencerahan yang efektif bagi pribadi
manusia untuk semakin menguatkan kesadaran beragama, dan memupus keakuan yang bersemi di hati kita. Unsur berikutnya, Religious experience (pengalaman keberagamaan),
melakukan beberapa hal berupa retret (kembali pada Alloh), memperbaiki iman dan amal pada Alloh (ishlah), dan melakukan penyatuan dengan Alloh. Demikianlah orang-orang yang bakal merasakan nikmatnya melebur dengan cinta Alloh, dan seluruh hidup sepenuhnya untuk Alloh, tiada lagi ujub,
dengki mendiami diri ini, berubah
cinta, muroqobah, perbaikan diri
menuju puncak kedamaian bersama Dzat Yang Maha Damai (As-salam). Tanamilah
hati ini dengan bibit kejernihan dan kebersihan, sehingga hal-hal
yang bersih pun memasuki saluran
hati. Ketika hati bersih dari riya', dengki,
sombong, dan penyakit hati yang lain,
insya Alloh kedamaian akan menyelusup
indah ke dalam hati, yang kinerjanya akan bisa menghadirkan kedamaian
bagi sesama, dan sejagat makhluk
di muka bumi. Carilah kedamaian
di dalam dirimu dengan senantiasa
menghubungkan hati dengan Alloh
setiap saat dan keadaan. |
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
