Om totok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mengutip berita di republika
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=265795&kat_id=23
Di Padang, baju semacam itu disebut gunting Cina atau baju Cina. Pernah
tidak lihat Ramos Horta (PM Timor Leste, red) , hampir tiap hari dia pakai
baju koko. Apa Ramos Horta Muslim? Pendeta juga pakai baju koko, Cuma
sedikit beda warnanya. Jadi itu tidak ada masalah. Suster suster di biara,
kan pakai jilbab juga. Kok dipersoalkan," katanya
lengkapnya
Minggu, 24 September 2006 16:25:00
Wapres: Banyak Salah Pengertian Tentang Perda Syariat
Washington DC-RoL--Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku banyak ditanya
sejumlah kalangan, termasuk oleh wartawan asing, soal peraturan-peraturan
daerah yang dianggap bernuansa Islam sehingga sering disebut sebagai perda
syariah.
"Banyak salah pengertian tentang Islam, khususnya perda-perda syariah yang
bernuansa Islam. Ini perlu dijelaskan dan diluruskan," katanya dalam
pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC, Sabtu malam
(Ahad pagi WIB).
Pernyataan Wapres itu menjawab pertanyaan seorang warga mengenai
perkembangan di Tanah Air khususnya tentang eksekusi kasus Tibo Cs dan
otonomi daerah. Pertemuan dan dialog dipandu Dubes RI untuk Washington DC,
Sudjadnan Parnohadingrat.
Menurut Wapres, memang ada sejumlah perda di beberapa propinsi, kota dan
kabupaten, yang melarang perdagangan alkohol.
"Tahun 1920 di Amerika sudah ada larangan alkohol. Apa Amerika negara
Islam," Tanya Wapres.
Lalu ada perda yang melarang pelacuran, karena memang prostitusi itu
merupakan tindak mpidana umum dan dilarang oleh negara dalam Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana.
"Ada di Aceh orang dicambuk, lalu dituduh itu pelaksanaan syariah Islam.
Tapi di Singapura juga ada orang Amerika dicambuk. Apa itu Singapura negara
Islam? Hukuman cambuk itu suatu cara saja," katanya.
Pada dasarnya, orang shalat, naik haji, kawin, semua pelaksanaannya didukung
negara. Semua itu syariah dan mendapat dukungan negara. Ada juga yang
mempersoalkan hukuman rajam, padahal belum tentu itu terjadi s 10 tahun
sekali.
"Hukum Islam itu dulu cash and carry, karena waktu itu tidak ada penjara.
Sekarang ada penjara, jadi cara penghukuman bisa berubah,: katanya.
Begitu juga bila ada orang yang mempersoalkan sebuah kabupaten yang pada
hari Jumat mewajibkan warganya untuk memakai baju gamis atau baju koko. Itu
pun dianggap sebagai pelaksanaan syariat Islam.
"Di Padang, baju semacam itu disebut gunting Cina atau baju Cina. Pernah
tidak lihat Ramos Horta (PM Timor Leste, red) , hampir tiap hari dia pakai
baju koko. Apa Ramos Horta Muslim? Pendeta juga pakai baju koko, Cuma
sedikit beda warnanya. Jadi itu tidak ada masalah. Suster suster di biara,
kan pakai jilbab juga. Kok dipersoalkan," katanya. Begitu juga kasus
eksekusi Tibo Cs. Jangan dipersoalkan sebagai kasus agama atau etnis,
melainkan tindak kriminal biasa.
"Soal Tibo itu cara kita untuk menegakkan hukum. Kalau sudah divonis dan
tidak ada jalan hukum lain, ya sudah dilaksanakan. Eksekusi ini betul-betul
soal hukum, bukan soal agama dan suku," demikian Wapres Jusuf Kalla.
antara/pur
_________________________________________________________________
Try the new Live Search today!
http://imagine-windowslive.com/minisites/searchlaunch/?locale=en-us&FORM=WLMTAG
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Get your email and more, right on the new Yahoo.com
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
