Wa'alaikum salam, Untuk belajar memang tidak harus lewat universitas. Walau di universitas belajarnya lebih intensif, massal, dan sistematis. Lewat milis juga kita bisa belajar bahkan berdiskusi dgn profesor/doktor. Cuma milis umumnya diakses kelompok menengah atas. Kalau lewat seminar capek juga (ini saya lagi mempersiapkan seminar gratis...:)
Sebetulnya lewat pengajian juga bisa. Saat ini pengajian umumnya tentang masalah agama. Kalau ditambah ilmu dunia boleh juga tuh. Wassalam --- Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalaamu'alaikum wr. wb. > > Ngomong soal pendidikan di Indonesia, selalu sedih > deh. Mahal, > akreditasinya juga sering bohong-bohongan. Tapi, > karena belum ada > alternatif, terpaksa para orang tua memilihnya > menjadi hampir > satu-satunya alternatif untuk menyiapkan masa depan > anaknya. > > Saya bersama beberapa teman sering rerasan gimana > kalau kita buat > Islamic Informal University, model pembiayaannya > infaq, jadi ya sekuat > mahasiswanya saja. Dosennya ya dosen-dosen dari > pergurunan tinggi > formal atau praktisi yang rela meluangkan waktu > mengajar mungkin tanpa > bayaran sama sekali. Well sampai sekarang, belum > cukup banyak yang > memberikan komitmen, jadi ya belum terealisir. Kalau > antum lebih punya > resource mungkin bisa menggodok dan merealisirnya. > > Wassalaamu'alaikum wr. wb. > B. Samparan > > --- Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > On 10/9/2006 at 6:26 PM A Nizami wrote: > > >PT terkemuka macam UI, ITB, dan UGM saja > menjelang > > >privatisasi menaikan uang masuk PT jadi sekitar > rp > > >25-150 juta. Bagaimana mungkin orang menengah > bawah > > >yang pintar bisa masuk ke situ? > > > > > >Jelas privatisasi PT adalah proses pembodohan > bangsa. > > >Oleh karena itu harus dilawan. > > > > Pembodohan bangsa yang sebenarnya adalah anggapan > bahwa kita harus > > kuliah agar cerdas & sukses :-) dan tidak ada > jalan lain selain > > itu. > > Ini mitos yang perlu segera diluruskan saya kira. > > > > Karena gara-gara mitos ini, banyak orang tua yang > mati-matian dan > > habis-habisan berusaha agar anaknya kuliah, dengan > biaya puluhan / > > ratusan juta rupiah. Dan setelah lulus, apa yang > terjadi? Anaknya > > tadi menjadi pengangguran. > > > > Padahal yang penting itu adalah pembinaan mental > (attitude) dan > > silaturahmi. > > > > Dengan silaturahmi (baca: networking/koneksi), > maka wawasan akan > > menjadi luas -- dan juga peluang2 akan terbuka. > > Dengan attitude yang tepat (pekerja keras, > positif, memberi solusi > > bukan membuat masalah, dst) maka peluang-peluang > tadi jadi bisa > > diraih dan menjadi jalan menuju sukses, dunia dan > akhirat > > (insyaAllah). > > > > > > Salam, > > Harry > > > > _______________________________________________ > > is-lam mailing list > > [email protected] > > > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > _______________________________________________ > is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://www.media-islam.or.id __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
