Telah banyak di informasikan lewat milis maupun majalah2 islam tentang
produk2 Perusahaan Kafir Harbi. Ana pribadi bukannya pro kepada mereka,
tapi apakah sudah ada produk pengganti dari buatan mereka ?
Contoh mudahnya adalah masalah keseharian yang sering kita lakukan. Tiap
hari kita mandi rata2 2x sehari menggunakan produk dari Perusahaan Kafir
Harbi. Apakah ada produk pengganti mereka ? Agar bisa terbebas dari rasa
kebersalahan kita karena mengkonsumsi produk2 terlarang.
Lain hari ada demo yang dilakukan terharap perusahaan makanan made in Kafir
Harbi. Selang beberapa waktu ternyata juga mengkonsumsi produk mereka. Ana
sendiri sempat bimbang, ketika dulu mahasiswa demo anti
produk2 kafir, sekarang pada saat ada di bandara sukarno hatta justru
mengkonsumsinya. Istri ana juga nyeletuk demikian, jadi malu sama diri
sendiri dan malu juga sama 4JJ1. Dengan informasi yang ana punya, akhirnya
dengan berbagai pertimbangan, membeli produk dengan berbagai merk untuk
mengisi perut kami dan keluarga yang mengantar keberangkaan kami.
Sekarang semua keputusan ada ditangan antum semua. Apakah antum cuma
sebatas teori atau sudah dalam implementasi memerangi Perusahaan Kafir
Harbi ? Ana rasa antum semua sudah banyak tahu produk mana saja yang
ujung2nya berasal dari Perusahaan Kafir Harbi, milik siapa perusahaan
tempat antum bekerja. Tinggal antum dengan kecerdasan yang diberikan 4JJ1
bisa menganalisa apa yang bisa antum perbuat. Mungkin rasanya kecil, tapi
jika semua bersatu istiqomah menjalankannya niscaya musuh2 4JJ1 bisa
dikalahkan.
Akhmad Yani
Camp Binungan
Tanjung Redeb - Berau
Kalimantan Timur
[EMAIL PROTECTED] wrote: -----
To: is-lam <[email protected]>
From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [EMAIL PROTECTED]
Date: 10/13/2006 05:47PM
Subject: [is-lam] Boikot atau Bantu Perusahaan Kafir Harbi?
Boikot atau Bantu Perusahaan Kafir Harbi?
Assalamu’alaikum wr wb,
Saat ini Yahudi dengan bonekanya pemerintah AS dan Eropa memerangi Islam.
Israel membantai ratusan ribu Muslim (dari sejak berdirinya) di Lebanon dan
Palestina. Sementara BBC memberitakan AS membantai 655.000 warga Iraq yang
mayoritas Muslim.
Yahudi juga menghalang-halangi ummat Islam dari menjalankan perintah Allah,
terutama menegakkan negara/syariah Islam.
„Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan
makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena
mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah“ [An Nisaa:160]
Afghanistan karena berusaha menegakkan negara Islam akhirnya dibombardir.
Puluhan ribu warganya dibunuh kemudian dijajah hingga sekarang.
Ustad Abu Bakar Ba’asyir bertahun-tahun dipenjara atas pesanan mereka
dengan tuduhan teroris hanya karena ingin menegakkan syariat Islam.
Oleh karena itu wajar jika ummat Islam harus memboikot
perusahaan-perusahaan Yahudi/AS meski mereka beroperasi di negara-negara
Islam. Kenapa? Karena sebagian besar keuntungan pasti lari ke mereka dan
dari situ mereka membayar pajak ke pemerintahnya. Misalkan perusahaan dapat
rp 100 milyar. Paling2 buat karyawan Indonesia cuma habis rp 1 milyar,
sisanya diambil mereka.
Dari uang itu, pemerintah AS, Israel, dan sekutunya bisa membeli/membuat
senjata untuk membunuh saudara-saudara Muslim kita di Lebanon, Palestina,
Afghanistan, Iraq, dan sebagainya. Na’udzubillah min dzalik.
Ada yang berpendapat kalau kita boikot perusahaan-perusahaan yang mendukung
Yahudi dan AS kita akan miskin dan pengangguran merajalela. Jika kita
berpendapat begini, berarti kita tidak yakin bahwa Allah lah yang Maha
Memberi rezeki. Kita harus yakin Allah yang memberi rezeki. Bukan
perusahaan-perusahaan Yahudi/AS.
„Katakanlah: "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari
bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang
musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.“
[Saba’:24]
Sebagai contoh, dulu saya pernah bekerja di IBM dan juga Samsung. Ketika
keluar dari sana apakah rezeki saya terhenti dan saya jadi miskin? Tidak.
Saya ternyata bisa bekerja di perusahaan Indonesia dengan gaji lebih besar.
Ketika orang-orang kafir dilarang memasuki Mekkah, ummat Islam takut
menjadi miskin karena yang menguasai perdagangan makanan dan pakaian adalah
orang-orang kafir. Karena ini Allah menurunkan ayat berikut:
„Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu
najis[634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun
ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu
kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.“ [At Taubah:28]
Ternyata meski orang kafir dilarang masuk, ummat Islam tetap hidup. Bahkan
justru ummat Islam yang menguasai perdagangan makanan dan pakaian di sana
hingga lebih makmur.
Iran sudah puluhan tahun diembargo oleh AS dan Israel, toh Iran tetap hidup
bahkan lebih makmur dari Indonesia yang kekayaan alamnya dikuras oleh
perusahaan-perusahaan Yahudi/AS sementara ekonominya juga dikuasai oleh
mereka. Di Indonesia justru banyak orang mati karena busung lapar!
Sebelum diakuisisi oleh perusahaan asing, perusahaan air minum Indonesia
seperti Aqua, Ades, Monair sudah hidup berdiri. Begitu pula dengan Teh
Botol Sosro.
Kalau seandainya Coca Cola dilarang, para pedagang bisa tetap hidup dengan
menjual Monair atau Teh Sosro. Bahkan pengusaha minuman Indonesia bisa
tampil menggantikannya.
Oleh karena itu jangan kita takut miskin dengan memboikot perusahaan
Yahudi/AS. Karena yang memberi rezeki adalah Allah SWT. Bukan mereka!
Wassalamu’alaikum wr wb
===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
http://www.media-islam.or.id
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam