weleh, masih juga ya bimbang sikapi kaum kafir (Harb) yg bertajuk ekonomi, perdagangan .. dlsbgnya.
ini, boleh diikuti-boleh tidak; kalo mau beli produk mereka ya beli saja, namun TEKAN SEMAKSIMAL MUNGKIN itu bukan brg habis dimakan. selain setiap sekian persen profit mereka utk memusuhi kita, jujur saja saya takut sekali kalo aliran darah di badan stlh memakan produk mereka (walau halal) itu gak berkah. bawaannya pikiran ini pro kebijakan mereka terus, percaya omongan mereka, berakarb mereka .. dst, dstnya. cara paling murah yg semua org dpt berperan lawan mereka lewat perdagangan, beli brg bajakannya teknologi apapun yg sanggup, manfaatkan sebaik mungkin. biar kafir harb lainnya bikin bajaknnya, kita hanya pembeli BUKAN pembajak. bgmanapun juga tuhan mereka itu uang, dunia, popularitas, yg dibalut aturan2 legalitas buatan mereka sendiri. jgn kita ini sok normatif thd mereka mau yg legal, gak mau mahal, tapi pengen njegal mereka. itu mah kayak kepiting pengen ngekepin gunung alias negakin benang basah. prinsip yg dipegang adlh hak org yg didhalimi membalas dgn kejahatan yg setimpal atw memaafkan. salam, Fahru ----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: Milis is-lam <[email protected]> Sent: Saturday, October 14, 2006 5:54:12 PM Subject: Re: [is-lam] Boikot atau Bantu Perusahaan Kafir Harbi? Telah banyak di informasikan lewat milis maupun majalah2 islam tentang produk2 Perusahaan Kafir Harbi. Ana pribadi bukannya pro kepada mereka, tapi apakah sudah ada produk pengganti dari buatan mereka ? Contoh mudahnya adalah masalah keseharian yang sering kita lakukan. Tiap hari kita mandi rata2 2x sehari menggunakan produk dari Perusahaan Kafir Harbi. Apakah ada produk pengganti mereka ? Agar bisa terbebas dari rasa kebersalahan kita karena mengkonsumsi produk2 terlarang. Lain hari ada demo yang dilakukan terharap perusahaan makanan made in Kafir Harbi. Selang beberapa waktu ternyata juga mengkonsumsi produk mereka. Ana sendiri sempat bimbang, ketika dulu mahasiswa demo anti produk2 kafir, sekarang pada saat ada di bandara sukarno hatta justru mengkonsumsinya. Istri ana juga nyeletuk demikian, jadi malu sama diri sendiri dan malu juga sama 4JJ1. Dengan informasi yang ana punya, akhirnya dengan berbagai pertimbangan, membeli produk dengan berbagai merk untuk mengisi perut kami dan keluarga yang mengantar keberangkaan kami. Sekarang semua keputusan ada ditangan antum semua. Apakah antum cuma sebatas teori atau sudah dalam implementasi memerangi Perusahaan Kafir Harbi ? Ana rasa antum semua sudah banyak tahu produk mana saja yang ujung2nya berasal dari Perusahaan Kafir Harbi, milik siapa perusahaan tempat antum bekerja. Tinggal antum dengan kecerdasan yang diberikan 4JJ1 bisa menganalisa apa yang bisa antum perbuat. Mungkin rasanya kecil, tapi jika semua bersatu istiqomah menjalankannya niscaya musuh2 4JJ1 bisa dikalahkan. Akhmad Yani Camp Binungan Tanjung Redeb - Berau Kalimantan Timur [EMAIL PROTECTED] wrote: ----- To: is-lam <[email protected]> From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [EMAIL PROTECTED] Date: 10/13/2006 05:47PM Subject: [is-lam] Boikot atau Bantu Perusahaan Kafir Harbi? Boikot atau Bantu Perusahaan Kafir Harbi? Assalamu’alaikum wr wb, Saat ini Yahudi dengan bonekanya pemerintah AS dan Eropa memerangi Islam. Israel membantai ratusan ribu Muslim (dari sejak berdirinya) di Lebanon dan Palestina. Sementara BBC memberitakan AS membantai 655.000 warga Iraq yang mayoritas Muslim. Yahudi juga menghalang-halangi ummat Islam dari menjalankan perintah Allah, terutama menegakkan negara/syariah Islam. „Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah“ [An Nisaa:160] Afghanistan karena berusaha menegakkan negara Islam akhirnya dibombardir. Puluhan ribu warganya dibunuh kemudian dijajah hingga sekarang. Ustad Abu Bakar Ba’asyir bertahun-tahun dipenjara atas pesanan mereka dengan tuduhan teroris hanya karena ingin menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu wajar jika ummat Islam harus memboikot perusahaan-perusahaan Yahudi/AS meski mereka beroperasi di negara-negara Islam. Kenapa? Karena sebagian besar keuntungan pasti lari ke mereka dan dari situ mereka membayar pajak ke pemerintahnya. Misalkan perusahaan dapat rp 100 milyar. Paling2 buat karyawan Indonesia cuma habis rp 1 milyar, sisanya diambil mereka. Dari uang itu, pemerintah AS, Israel, dan sekutunya bisa membeli/membuat senjata untuk membunuh saudara-saudara Muslim kita di Lebanon, Palestina, Afghanistan, Iraq, dan sebagainya. Na’udzubillah min dzalik. Ada yang berpendapat kalau kita boikot perusahaan-perusahaan yang mendukung Yahudi dan AS kita akan miskin dan pengangguran merajalela. Jika kita berpendapat begini, berarti kita tidak yakin bahwa Allah lah yang Maha Memberi rezeki. Kita harus yakin Allah yang memberi rezeki. Bukan perusahaan-perusahaan Yahudi/AS. „Katakanlah: "Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah", dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.“ [Saba’:24] Sebagai contoh, dulu saya pernah bekerja di IBM dan juga Samsung. Ketika keluar dari sana apakah rezeki saya terhenti dan saya jadi miskin? Tidak. Saya ternyata bisa bekerja di perusahaan Indonesia dengan gaji lebih besar. Ketika orang-orang kafir dilarang memasuki Mekkah, ummat Islam takut menjadi miskin karena yang menguasai perdagangan makanan dan pakaian adalah orang-orang kafir. Karena ini Allah menurunkan ayat berikut: „Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis[634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.“ [At Taubah:28] Ternyata meski orang kafir dilarang masuk, ummat Islam tetap hidup. Bahkan justru ummat Islam yang menguasai perdagangan makanan dan pakaian di sana hingga lebih makmur. Iran sudah puluhan tahun diembargo oleh AS dan Israel, toh Iran tetap hidup bahkan lebih makmur dari Indonesia yang kekayaan alamnya dikuras oleh perusahaan-perusahaan Yahudi/AS sementara ekonominya juga dikuasai oleh mereka. Di Indonesia justru banyak orang mati karena busung lapar! Sebelum diakuisisi oleh perusahaan asing, perusahaan air minum Indonesia seperti Aqua, Ades, Monair sudah hidup berdiri. Begitu pula dengan Teh Botol Sosro. Kalau seandainya Coca Cola dilarang, para pedagang bisa tetap hidup dengan menjual Monair atau Teh Sosro. Bahkan pengusaha minuman Indonesia bisa tampil menggantikannya. Oleh karena itu jangan kita takut miskin dengan memboikot perusahaan Yahudi/AS. Karena yang memberi rezeki adalah Allah SWT. Bukan mereka! Wassalamu’alaikum wr wb === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://www.media-islam.or.id _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
