Memang susah kalau risalah Islam ini dibaca hanya parsial saja. Jadinya bisa
diinterpretasikan lain-lain.

Kalau dibilang setiap orang itu bebas untuk berpindah agama, maka pernyataan ini
adalah benar! Dalilnya telah ditegaskan dalam QS. Al Baqoroh : 256.

Hanya saja yang barangkali lupa ditegaskan pula ialah bahwa setiap orang itu
tidak bisa lepas dari konsekuensi tindakannya.

Kalau mau pindah dari Islam ya silakan-silakan saja, tapi itu berarti pindah
dari agama yang diridhoi Allah.

Wallaahu musta'an.

= Wizh =


Subject:  [is-lam] Dawam Menyesatkan - Islam Agama yang Diridhai Allah



Assalamu'alaikum wr wb,
  Di Suara Pembaruan disebutkan bahwa "Cendekiawan Muslim" Dawam Rahardjo
mengatakan bahwa pindah agama tidak murtad:

  ===
  JAKARTA - Kebebasan beragama berarti kebebasan untuk berpindah agama,
berpindah pilihan dari satu agama tertentu ke agama lain. Berpindah agama tidak
berarti murtad, melainkan menemukan kesadaran baru dalam beragama. Berpindah
agama tidak kafir. Istilah kafir bukan berarti beragama lain, tetapi karena
menentang perintah Tuhan.   Demikian dikatakan Cendekiawan Muslim, Prof Drs
Dawam Rahardjo dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di
Indonesia yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, Rabu (25/1).
  http://www.suarapembaruan.com/News/2006/01/26/index.html
  ===

  Jelas ucapan Dawam sudah menyimpang dari ajaran Islam dan menyesatkan. Dari
ucapannya itu tidak pantas kita menambah kata "Cendekiawan" dengan Muslim untuk
Dawam Raharjo karena ucapannya sudah menyimpang dari Islam.

  Berikut tulisan saya di situs www.media-islam.or.id yang membantah itu:

  http://www.media-islam.or.id/content/view/17/28/
          Agama yang Diridhai Allah Hanya Islam               Written by Media
Islam        Agama yang Diridhai Allah Hanya Islam
Saat ini beberapa kelompok munafik mau pun non Muslim berusaha menanamkan
kepercayaan kepada ummat Islam bahwa semua agama sama benarnya/pluralisme.
Setelah ummat Islam percaya hal itu, maka sebagian non Muslim mengajak ummat
Islam untuk masuk ke agama mereka. Toh semua agama sama benarnya, jadi tidak
masalah jika pindah agama. Padahal jika mereka benar meyakini itu, kenapa bukan
mereka yang masuk Islam?
Itulah perbuatan orang yang ingin memadamkan agama Islam.

  
ôMereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan
cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
ö [At Taubah:32]

Islam mengakui adanya pluralitas atau keragaman beragama dengan ayat 
ôTidak ada
paksaan dalam beragama
ö [Al Baqarah:256]. Dengan adanya ayat tersebut, Islam
mengakui adanya kebebasan beragama.
Meski demikian, dalam ayat yang sama, Islam menegaskan bahwa yang benar itu
benar dan yang salah itu salah. Islam membedakan mana yang benar dari yang
salah.

  
ô
àsesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena
itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan
putus. ..
ö [Al Baqarah:256]

  Allah menegaskan bahwa agama yang diridhai/diterima Allah hanya satu, yaitu
Islam:
ôSesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat
cepat hisab-Nya.
ö [Ali Imran:19]

  Allah sekali-kali tidak akan menerima agama selain Islam:
ôBarangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang
rugi.
ö [Ali Imron:85]

  Sesungguhnya ajaran Islam berasal dari wahyu Allah, oleh karena itu tak ada
pertentangan di dalamnya:
ôMaka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu
bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya.
ö [An Nisaa:82]

  Bandingkan dengan ajaran agama lain yang di satu ayat memerintahkan ummatnya
agar menyembah hanya satu Tuhan, tapi di ayat lain justru mempersekutukannya.
Islam juga agama yang sesuai dengan fitrah/sifat dasar manusia:
ôMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas)
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada
perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui
ö [Ar Ruum:30]

  Sebagai contoh, pada dasarnya manusia menyembah hanya satu Tuhan. Bahkan
agama-agama yang menyembah beberapa oknum Tuhan pun mengakui bahwa Tuhan mereka
satu meski dengan embel-embel terdiri dari beberapa bagian/oknum. Islam
mengajarkan Tauhid yang murni, yaitu KeTuhanan yang MAHA Esa:
ôDan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara
umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di
antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu
di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul).
ö [An Nahl:36]

  Jika agama lain ada embel-embel Tri (tiga) misalnya Trimurti atau Trinitas (3
oknum Tuhan) dalam Ketuhanan mereka, maka Islam benar-benar agama monotheist
yang murni atau tauhid tanpa embel-embel sedikitpun.

  
ôKatakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".[Al Ikhlas 1:4]

  Dari ayat di atas Islam tidak mengakui adanya lebih dari 1 oknum Tuhan. Allah
tidak beranak dan tidak diperanakkan. Jika agama lain menganggap Isa sebagai
satu oknum Tuhan, Islam mengatakan bahwa hanya ada satu Tuhan dan Isa tak lain
hanya manusia utusan Allah:
ôWahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa
putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya
yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka
berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:
"(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak,
segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai
Pemelihara.
ö [An Nisaa
Æ:171]

  Sesungguhnya Nabi Isa tak pernah mengaku sebagai Tuhan:
ôDan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu
mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain
Allah?" `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa
yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah
Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku
tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
ö [Al Maa-idah:116]

  Isa tidak lain hanyalah hamba Allah yang dijadikan Nabi:
ôIsa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni`mat
(kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
Israil. 
ô [Az Zukhruf:59]

  Sesungguhnya Islam adalah agama yang universal berlaku dari zaman ke zaman dan
di segala tempat. Hanya ada satu Islam dan jangan berpecah-belah:
ôDia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang te
lah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan
janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik
agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali
(kepada-Nya).
ö [Asy Syuura:13]

  Agama Islam adalah agama yang benar di atas segala agama yang batil:
ôMereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan
agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang
musyrik tidak menyukai.
ö [At Taubah:32-33]

  Hanya Islam agama yang bersih dari syirik (mempersekutukan Tuhan):
ôIngatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan
orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak
menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan
sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang
apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki
orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
ö  [Az Zumar:3]

  Islam adalah agama yang terakhir:
ôMuhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,
tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.
ö [Al Ahzab:40]

  Islam adalah agama yang telah sempurna dan diridhai oleh Allah SWT. Karena
itu, tidak perlu ada Nabi palsu atau gadungan atau pun orang-orang munafik yang
merubah-rubah ajaran Islam hanya untuk diselaraskan dengan hawa nafsu manusia
atau keinginan negara Barat tertentu:

  
ô
à Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu...
ö [Al
Maa-idah:3]

  Itulah aqidah atau kepercayaan Islam yang berlandaskan firman Allah yang
termaktub dalam Al Qur
Æan. Semoga kita bisa memahami dan meyakininya dengan
sepenuh hati.
Wassalamu
Æalaikum wr wb

  Tulisan di atas bersumber dari ceramah Prof. Dr. Mukhtar N dengan beberapa
modifikasi dan penambahan.


  Tulisan Dawam yang menyesatkan
  http://www.suarapembaruan.com/News/2006/01/26/index.html
  SUARA PEMBARUAN DAILY

---------------------------------
    Dawam: Berpindah Agama Tidak Berarti Murtad   JAKARTA - Kebebasan beragama
berarti kebebasan untuk berpindah agama, berpindah pilihan dari satu agama
tertentu ke agama lain. Berpindah agama tidak berarti murtad, melainkan
menemukan kesadaran baru dalam beragama. Berpindah agama tidak kafir. Istilah
kafir bukan berarti beragama lain, tetapi karena menentang perintah Tuhan.
Demikian dikatakan Cendekiawan Muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo dalam Sidang
Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia yang berlangsung
di Pekanbaru, Riau, Rabu (25/1).   "Apalagi sampai dianggap murtad sebagai
hukuman yang mengandung konsekuensi. Misalnya harus bercerai dari istri atau
suami, sebagaimana pernah dialami Nasr Hamid Abu Zayd dan novelis perempuan
Nawal El Sadawi di Mesir, yang mengakibatkan Abu Zayd harus berpindah ke Belanda
yang sekuler dan menjamin kebebasan beragama," katanya.   Dikatakan, perpindahan
agama harus dianggap biasa dan sering disambut kalangan agama
 yang baru dipeluk, sebagaimana nampak dalam penayangan orang-orang mu'alaf
(orang yang baru memeluk agama Islam) atau pemberian zakat kepada mu'alaf yang
seringkali sebelumnya memeluk agama lain. Kebebasan beragama berarti pula bebas
menyebarkan agama, asal dilakukan tidak melalui kekerasan maupun paksaan secara
langsung maupun tidak langsung.   Kegiatan mencari pengikut, dengan pembagian
bahan makanan, beasiswa kepada anak-anak dari keluarga miskin atau pelayanan
kesehatan gratis dengan syarat harus masuk ke dalam agama tertentu, adalah usaha
yang tidak etis karena bersifat merendahkan martabat manusia, dengan "membeli"
keyakinan seseorang.   Namun, lanjutnya, program bantuan semacam itu boleh
dilakukan satu organisasi keagamaan, asal tidak disertai syarat masuk agama
tertentu. Kegiatan semacam itu akhir-akhir ini banyak dilakukan di kalangan
Muslim, terutama pada bulan puasa. Pemberian bantuan harus dengan motivasi
kemanusiaan, misalnya membantu masyarakat Aceh yang
 terkena bencana tsunami, tidak dilarang, walaupun kegiatan itu mengundang
simpati kepada pemeluk agama yang bersangkutan.   Dikatakan, jika tata cara
penyebaran agama bisa diatur, tidak akan ada lagi tuduhan "Kristenisasi",
"Islamisasi", atau "pemurtadan" terhadap pendirian rumah ibadah misalnya. Atas
dasar tanpa kecurigaan dan semangat untuk hidup rukun antara pemeluk agama yang
berbeda, maka pendirian rumah ibadah maupun penggunaan rumah sebagai tempat
ibadah tidak dilarang, asal tidak melanggar peraturan tata kota, mengganggu
lalu-lintas atau menimbulkan gangguan lain.   "Dengan demikian peraturan semacam
SKB Dua Menteri, 1969, yang khusus mengatur pendirian rumah ibadah atau UU
Kerukunan Antar Umat Beragama, yang bernuansa politisasi agama, tidak
diperlukan," paparnya.   Ceramah, khotbah, tulisan, baik di buku atau majalah
yang memicu konflik antar umat beragama atau menodai suatu agama, atau
membongkar kelemahan atau "kepalsuan" suatu agama, atau mengobarkan semangat
 permusuhan, dilarang. Kegiatan semacam itu merupakan penyalahgunaan kebebasan
beragama. Barangsiapa melanggar, bisa di bawa ke pengadilan. Di Perancis seorang
pengkhotbah yang bernada menghasut, bisa ditangkap dan di bawa ke pengadilan.
Ditegaskan, dasar kebebasan beragama dan pluralisme, negara harus bersikap adil
terhadap semua agama. Suatu peraturan pemerintah yang bersifat membendung
penyebaran agama atau membatasi kegiatan beribadah, dianggap bertentangan dengan
UU.   Konsekuensinya, pencantuman agama dalam kartu identitas, tidak diperlukan.
Hal itu bisa membuka peluang bagi favoritisme dan diskriminasi yang
menguntungkan agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk atau berpengaruh di
pemerintahan dan pendidikan.   Setiap siswa atau mahasiswa diberi hak untuk
menentukan agama yang dipilih untuk dipelajari. (E-5)
---------------------------------

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke