Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rohiim. Saudaraku... Bukankah sesungguhnya kita hidup di tanah surga ? Tapi benarkah merasa hidup seperti di dalam surga ?
Tidak ! Berbagai kerusuhan terjadi di mana-mana dalam berbagai versi yang berbeda. Berbagai bencana bermunculan di berbagai sudut bumi. Ada yang besar dan keras. Ada yang kecil. Ada yang dibalik, lahar tidak muncul dari kawah, tetapi menyembur dari tanah. Ada berbagai wabah penyakit yang menyebar di mana-mana. Tak tempat yang aman di bumi kita saat ini. Hidup manusia bak di tepi neraka. Apakah ini ? Apakah ini sebuah UJIAN dari Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara ? Jika ini yang terjadi, rasanya pantasnya hanyalah untuk orang2 yang ketakwaannya memang tangguh sehingga akan meningkatkan lagi ketakwaannya. Kita bagaimana ? Layakkah kita mendapat ujian ? Sepertinya belum ! Lihatlah betapa kita masih berat untuk mengakui Allah itu sebagai tuhan kita satu-satunya. Secara berjamaah dan sistematis, kita kembangkan sekularisme, seolah kemampuan Allah terbatas. Kita berdemo untuk meminta paksa kepada pemimpin kita, bukannya berdoa ramai-ramai kepada Allah. Kira menganggap para pemimipin mampu memenuhi seluruh kebutuhan kita. Para pendemo mau berdemo untuk menharapkan sebungkus nasi dan duapuluhribu perak. Ketika datang waktu shalat, mereke tak teringat kepada Allah, tuhan yang mampu memenuhi segala kebutuhan mereka. Perilaku ini malah membuat Allah murka, orang-orang kaya jadi semaki kikir, para pemimpin menjadi marah, masyarakat awam menjadi semakin kesulitan. Semuanya menjadi semakin beringas yang semakin mendatangkan murka Allah. Apakah kita ini layak mendapat ujian ? 'Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'. (QS 3:31) Apakah ini ? Apakah ini sebuah AZAB dari Allah yang Maha Perkasa ? Masya Allah, Allah berbuat sekehendak hati-Nya. Dia membuat janji sesuka hati-Nya dan Dia pasti menepatinya. "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Rasul Allah) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun" [QS 8:33] Ketika para utusan Allah sudah ditarik dari suatu negeri, sehingga negeri ini tanpa ulama atau yang tak ada yang mendengar nasehat ulama sehingga tak ada satu pun warganya yang mengakui bersalah dan meminta ampun kepada Allah, PASTI ALLAH AKAN MENGAZAB NEGERI ITU ! Jika masih ada orang bertakwa kepada Allah, yang meminta ampun kepada-Nya, pasti azab tidak akan diturunkan. Itulah janji Allah yang terjadi di negeri ini. "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta'ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". (Al-Israa'[17] ayat 16) Apakah ini ? Apakah ini sebuah PERINGATAN dari Allah yang Maha Bijaksana ? "Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim" (QS Asyu'araa[26| ayat 208-209) Itu adalah pernyataan dari Tuhan Maha Pencipta, yang menciptakan bumi, langit dan yang di antara keduanya beserta seluruh isinya. Dia-lah Allah yang Maha Esa. Sudah datangkah para pemberi peringatan itu sebelum ini. Atau bencana ini sendiri adalah sebuah utusan Allah sebagai peringatan ? Belum cukupkah pemberi peringatan ini ? Bagaimanakah jika peringatan ini kita abaikan ?" "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu. Tetapi hamba-hamba Allah yang bersihkan (dari dosa tidak akan diazab)". (QS Shaffaat[37] ayat 73-74) "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi". (Al-A'Raaf[7] 96-99) Mungkinkah negeri ini dapat kita wujudkan menjadi negeri surga di bumi ? Medan, 2 Desember 2006. Syaifuddin Ma'rifatullah
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
