Assalamu'alaikum wr wb,
Pada saat ini ada beberapa orang yang membangun masjid
yang mewah. Berbagai peralatan seperti sound system
yang mahal juga ada di dalamnya.

Namun karena mewah dan mahalnya barang-barang yang ada
di dalamnya, akhirnya orang tidak bisa leluasa sholat
di masjid tersebut. Sering masjid berada dalam posisi
terkunci sehingga orang tidak bisa sujud di dalamnya.
Pengurus masjid takut kalau-kalau barang-barang yang
ada di masjid dicuri!

Rasulullah SAW bersabda:"Akan datang suatu masa yang
menimpa manusia; tidak ada Islam kecuali tinggal
namanya saja, tidak ada Al Qur'an kecuali tinggal
tulisannya saja, masjid-masjid mewah tetapi kosong
dari petunjuk serta ulama'nya adalah orang yang paling
jahat yang berada di bawah langit ..." (HR. Al
Baihaqi).

Masjid jadi sarana untuk mempertontonkan kemewahan di
tengah-tengah mayoritas rakyat yang hidup dalam
kemiskinan. Itu adalah dosa besar. Belum lagi jika
orang tidak bebas beribadah di dalamnya.

Oleh karena itu hendaklah tidak membangun masjid
mewah. Tapi bangunlah masjid seperti masjid Nabawi di
mana di sana tersedia suffah tempat orang-orang miskin
bernaung dan beribadah serta menuntut ilmu.

Masjid yang didirikan dengan dasar takwa agar di
dalamnya orang-orang bisa beribadah jauh lebih baik
ketimbang masjid mewah yang kosong:

"Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar
takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih
patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya.
Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin
membersihkan diri........"(At Taubah, 108). 

Wassalam

http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=348
Artikel Buletin An-Nur :

Risalah Seputar Masjid
Jumat, 23 September 05


Masjid adalah rumah Allah nan indah, tempat ibadah nan
mulia, tempat hamba mengingat Rabbnya, bersyukur dan
memuji kepada-Nya. Masjid merupakan tempat kebahagiaan
dan kegembiraan, lingkungan yang penuh ridha dan
qabul, tempat turunnya rahmat dari Rabb yang Maha Aziz
dan Ghafur. 

Masjid adalah tempat santapan rohani orang-orang
mukmin, bahtera keselamatan yang membawa berlayar
orang-orang yang takut terhadap Allah subhanahu
wata’ala, tempat perlindungan orang-orang yang
menggantungkan harapan serta mencintai hanya kepada
Allah Rabbul 'alamin. 

Sesungguhnya ikatan seorang muslim dengan masjid
adalah sebuah ikatan yang kokoh dan kuat. Sehingga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memasukkan orang
yang hatinya terpaut dengan masjid sebagai salah satu
golongan dari tujuh golongan yang akan mendapatkan
naungan Allah subhanahu wata’ala pada hari Akhir.
Beliau bersabda, 
"Tujuh golongan yang akan mendapat kan naungan dari
Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali
naungan-Nya…(disebutkan di antaranya), "Dan seseorang
yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid."
(Muttafaq 'alaih). 

Alangkah indah untaian sabda Nabi ini, dan alangkah
bagusnya makna yang terkandung dalam ucapan beliau
ini, yaitu seseorang yang senantiasa meletakkan
hatinya di dalam masjid walaupun badannya berada di
luar masjid. Inilah puncak segala kecintaan,
ketergantungan dan keterpautan yang mendalam. 

Di dalam pandangan Islam, masjid memiliki tempat yang
istimewa dan tinggi, serta dikhususkan dengan berbagai
macam keutamaan, adab, dan hukum yang begitu banyak.
Maka selayaknya bagi setiap muslim untuk iltizam
(komitmen), senantiasa menjaga adab dan hukum-hukum
itu. Hendaknya dia mengangungkan masjid dan mengetahui
berbagai keutamaannya, karena mengagungkan masjid
berarti juga mengagungkan Allah subhanahu wata’ala. 

Keutamaan Masjid 

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, 
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan
Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di
dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. 72:18) 

Juga firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, 
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah
diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di
dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki
yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula)
oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan
shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu
hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi
goncang.” (QS. 24:36-37) 

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah
bersabda, artinya, 
"Tempat yang paling dicintai Allah adalah
masjid-masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah
adalah pasar-pasar." (HR. Muslim) 

Beliau juga telah bersabda, 
"Masjid adalah rumah setiap orang yang beriman." (HR.
Abu Nu’aim dan dihasankan oleh al-Albani) 

Dalam sabda yang lainnya disebutkan, 
"Tidaklah seseorang berdiam diri di dalam masjid untuk
shalat dan dzikir kecuali Allah akan menyambutnya
dengan senang, sebagaimana orang- orang yang
kehilangan menyambut saudaranya yang hilang apabila
dia kembali kepada mereka." (HR Ibnu Majah dan
dishahihkan oleh al-Albani) 

Keutamaan Membangun Masjid. 

Ajaran Islam yang penuh hikmah telah menganjurkan
untuk membangun masjid serta menegakkan dzikrullah
Azza wa Jalla. Dan hendaklah motivasi untuk
pembangunan masjid itu adalah untuk mengharapkan wajah
(ridha) Allah subhanahu wata’ala dan kampung Akhirat,
bukan karena riya', sum'ah atau untuk mencari
popularitas di mata manusia. 

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau
bersabda, 
"Barang siapa yang membangun masjid untuk Allah karena
semata-mata mengharap wajah (ridha) Allah maka Allah
akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam
surga." (Muttafaq 'alaih) 

Dan di dalam hadits dari Umar radhiyallahu ‘anhu dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam secara marfu',
beliau bersabda, 
"Barang siapa membangun untuk Allah sebuah masjid yang
di dalamnya digunakan untuk berdzikir maka Allah akan
membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga."
(HR Ibnu Majah, al-Albani menyatakan shahih
lighairihi) 

Membangun masjid merupakan salah satu bentuk shadaqah
jariyah (shadaqah yang pahalanya terus mengalir) yang
kelak akan dijumpai oleh seorang mukmin setelah
kematiannya. 

Diriwayatklan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia
berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda, "Sesungguhnya di antara hal yang akan
dijumpai seorang mukmin dari amal dan kebaikannya
setelah dia mati adalah; Ilmu yang dia ajarkan dan
sebarkan; Anak shalih yang dia tinggalkan; Mushaf yang
dia wariskan; Masjid yang dia bangun; Rumah untuk para
musafir (Ibnu Sabil); Sungai yang dia alirkan;
Shadaqah yang dia keluarkan dari hartanya ketika dia
sehat dan masih hidup, maka semua itu akan ditemui
setelah kematiannya." (HR. Ibnu Majah dahn dihasankan
oleh al-Albani) 

MERAWAT DAN MENJAGA MASJID 

1. Membersihkan dan Memberi Wewangian 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
bahwa ada seorang wanita yang biasa menyapu dan
membersihkan masjid. Suatu hari Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam merasa kehilangan wanita tersebut,
maka beliau bertanya tentang keberadaannya setelah
lewat beberapa hari. Kemudian dikatakan kepada beliau
bahwa dia telah meninggal dunia. Maka Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kuburannya
lalu menyolatkan wanita itu. Kisah ini menunjukkan
bahwa masjid hendaknya selalu dibersihkan dan disapu
supaya tidak kotor. 

Diriwayatkan pula dari Samurah bin Jundab radhiyallahu
‘anhu dia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memerintahkan kami agar memperlakukan masjid
sebagaimana (perlakuan) terhadap rumah-rumah kami, dan
kami diperintahkan untuk selalu membersihkannya." (HR
Ahmad dan at-Tirmidzi, beliau (at-Tirmidzi) mengatakan
hasan shahih) 

Dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan
kami untuk membangun masjid di tempat berkumpulnya
kabilah (kampung), dan hendaknya selalu dibersihkan
dan diberi wangi-wangian." (HR Ahmad dan Abu Dawud,
disahihkan oleh al-Albani) 

2. Menjaga dari Kotoran 

Disebutkan di dalam kitab al-Adab asy-Syar'iyyah karya
Ibnu Muflih, "Disunnahkan untuk menjaga masjid dari
segala kotoran, sampah, bulu-bulu dan rambut, ingus
dan ludah. Jika ludah atau ingus terlanjur keluar,
maka hendaknya dibersihkan dengan baju. 

Disunnahkan juga agar tidak memotong kuku di dalam
masjid. Ibnu Aqil berkata, "Makruh hukumnya membuang
sampah atau kotoran di dalam masjid, seperti memotong
kuku, mencukur kumis dan mencabut bulu ketiak."
(Al-Adab asy-Syar'iyyah 3/373) 

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Meludah di
dalam masjid adalah kesalahan, dan penebusnya yaitu
menimbun ludah tersebut." (Muttafaq 'alaih) 


Al Imam an-Nawawi berkata, "Yang dimaksudkan dengan
menimbun adalah jika lantai masjid berupa tanah atau
pasir dan sejenisnya. Maka hendaknya ia menimbun ludah
itu dengan tanah." (Riyadhus Shalihin, hal 498) 

Adapun di masa sekarang ini pada umumnya lantai masjid
terbuat dari ubin, keramik atau dilapisi/dihampari
dengan karpet. Maka cara membersih kannya adalah
dengan membuang kotoran tersebut dengan kain lap atau
tissu lalu dibersihkan tempat yang terkena kotoran
tersebut. 

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat
ingus atau ludah menempel di dinding masjid, maka
beliau lalu menggosok nya (membersihkannya)."
(Muttafaq 'Alaih). 

Perhatian 



Setiap muslim harus menjaga kebersihan masjid,
janganlah masuk masjid dengan mengenakan pakaian yang
kotor. 


Perhatikan juga apabila masuk masjid dengan mengenakan
kaos kaki, jika sekiranya menyebarkan bau yang kurang
sedap maka, sebaiknya dilepas karena akan menganganggu
jama’ah lainnya terutama yang berada di belakang kita
(ketika sedang sujud). 


Wanita yang berparfum jangan mendatangi masjid. 


Janganlah makan bawang dan semisalnya jika akan
mendatangi masjid. 


Tidak boleh jual beli di dalam masjid, juga
membicarakan transaksi bisnis dan keduniaan. 


Jangan menjadikan masjid sebagai jalanan untuk lewat. 


Tidak boleh berteriak-teriak di dalam masjid 


Tidak boleh keluar dari masjid setelah dikumadangkan
adzan, kecuali ada udzur. 


Tidak boleh bermegah-megah dan bermewah-mewah dalam
menghias masjid. 


Tidak boleh membangun masjid di atas kuburan.


Sumber: Buku “Al-Masjid, Baitu Kulli Taqiyy”, Al-Qism
al-Ilmi Darul Wathan. 



===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
http://www.media-islam.or.id


 
____________________________________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love 
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke