Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim. Besarnya nampan seorang pedagang "sate telor puyuh" keliling di Medan, tidak lebih besar dari nampan-nampan lainnya, ya sebesar nampan ! Namun ternyata, jumlah "sate telor puyuh" yang terjual dari nampan itu telah melebihi ukuran truk yang besar. Luar biasa ! Nampan itu kecil, tetapi dia memiliki gudang yang tak terbatas dari dagangan yang dijajakannya. Hal itu sepertinya tidak akan pernah akan terbatas waktu dan jumlahnya, nampan kosong - diisi - terjual - diisi - dijual dan seterusnya, sampai memenuhi jumlah dan waktu yang tak terbatas.
Fragmen itu hanyalah sebuah contoh kehidupan di bumi yang dihuni manusia dan seluruh yang tercipta untuk mereka. Kehidupan di bumi ada kebahagiaan, ada kesengsaraan, ada keberhasilan dan juga ada kesia-siaan. Tidak hanya kejadian-kejadian, tetapi juga berupa benda-benda yang bervariasi, silih berganti yang tak pernah ada habisnya. Tetapi satu hal yang mesti difahami adalah bahwa semua itu ADA DENGAN UKURAN TERTENTU. Besarnya nampan "sate telur puyuh" di medan mungkin berbeda dengan yang ada di surabaya. Akan tetapi keduanya memiliki gudang yang tak terbatas stocknya. Kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di darat, di laut dan di udara kita hanyalah sebuah replika atau contoh atau hanya salah satu yang sudah disiapkan di gudangnya - bila ada permintaan, maka suplainya akan segera dilaksanakan tanpa ditunda ! "Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu".(Al Qur'an Surat Al Hijr[15] ayat 21) Allah adalah pemilik tunggal gudang yang tak pernah terbatas stocknya itu. Allah itu Maha Kaya terhadap segala sesuatu : uang, emas, kebahagiaan, kesenangan, perjaka gagah, gadis cantik, dan segala macam yang "enak-enak". Tetapi Dia juga adalah pemilik segala yang tidak enak, yang buruk dan yang menyakitkan. Allah itu Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Siapa pun yang membutuhkan apa pun pasti dipenuhi-Nya dan Dia memiliki persediaan yang tak terbatas. Meskipun Allah memiliki persediaan yang tak terbatas, namun Allah itu Maha Bijaksana, yang akan menurunkan dan memberikan segala sesuatunya sesuai ukuran tertentu yang mencukupi kebutuhan saja. Jika pagi hari ini engkau hanya mendapatkan sepiring makanan untuk sarapan pagimu, itu bukanlah berarti bahwa Allah tidak memiliki yang lebih banyak dari itu, melainkan jumlah sepiring itulah yang mencukupi kebutuhanmu pagi ini. Jika engkau membutuhkan untuk isterimu atau anakmu atau siapa pun yang menjadi tanggungjawabmu, maka Allah pun hanya menyediakan pas sesuai kebutuhan mereka. Sesungguhnya Allah itulah mencukupkan dan menafkahi semua yang diciptakannya. "Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya". (Al Qur'an Surat Al Hijr[15] ayat 20) Sekali-kali bukanlah engkau yang menyediakan makanan untuk anak dan isterimu, melainkan Allah, yang memiliki GUDANG YANG TAK PERNAH ABIS ! As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhi. Syaifuddin Ma'rifatullah - Medan. - SMS +628527 567 0043 / + 628126431657
_______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
