Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.

Negeri ini pernah lebih dari 350 tahun dicengkeram oleh tangan-tangan 
penjelajah jahat, yang mengekang kebebasan sebagai manusia para penghuninya. 
Maka ketika mereka "dilepaskan" dari penderitaan yang berkepanjangan itu, serta 
merta mereka meyakini bahwa hal itu tidak akan bisa terjadi tanpa rahmat Allah 
yang Maha Esa, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kemudian keyakinan itu 
mereka tuangkan dan tuliskan di dalam suatu pernyataan yang disebut "pembukaan 
undang-undang dasar" mereka. Itulah yang disebut "Pembukaan Undang-Undang Dasar 
1945 Republik Indonesia", yang setidaknya sampai dengan tahun 1990-an, masih 
tetap dianggap sebagai pernyataan yang suci dan dibaca dan dihayati pada setiap 
tanggal 17 setiap bulannya, yaitu "tanggal kemerdekaan" oleh hampir seluruh 
instansi dan kantor negara ini.

Jauh-jauh sebelum kemerdekaan itu diperoleh, yaitu ketika mereka masih dalam 
kancah perjuangan, pernyataan pengagungan "Allah Hu Akbar ... Allah Hu Akbar 
... Allah Hu Akbar" selalu menjadi peringatan yang sakti untuk memulai suatu 
perjuangan dan pertempuran. Suara-suara itu berdengung tegas dan tegar 
memberikan tenaga yang luar biasa kepada siapa pun yang mengucapkannya waktu 
itu. Tidak hanya ucapan di mulut, mereka juga menyatakannya dalam perilaku 
kesehariannya. Apakah secara kebetulan bila para penjelajah yang jahat itu 
adalah orang-orang yang kafir kepada Allah yang mereka agung-agungkan itu ? 
Allah telah menjadi kekuatan, yang merasuki seluruh sumsum tulang dan darah 
mereka, sehingga kekuatan mereka menjadi meningkat berlipat ganda. Tak ada 
kekuatan yang dapat menandingi mereka, sehingga dengan gemilang mereka pun 
diberikan kemerdekaan penuh.

Ketika generasi pejuang itu mulai berguguran dimakan usia, semangat juang 
dengan rahmat Allah, terasa juga mulai berguguran dan saat ini rasanya hanya 
tinggal sedikit menyisakan harapan bagi kemajuan bangsa dan negara ini secara 
murni dan merata. Kini kekuatan juang mereka tidaklah sekuat para pendahulu 
mereka. Rasanya hanya tertinggal  sedikit "semangat Allah Hu Akbar" itu di 
dalam hati bangsa ini. Padahal, jika mereka masih ingat, mereka pun diciptakan 
oleh Allah yang Maha Pencipta itu, tetapi sekarang Allah di mata dan hati 
mereka "tidak maha besar" lagi. 

Apa yang kemudian terjadi ? Allah pun "mengecilkan" mereka dengan 
mengobrak-abrik kehidupan mereka dengan sesuatu makhluk yang sesungguh sangat 
hina dibandingkan manusia, yaitu kuman-kuman (flu burung, hiv aid, dbd, dll), 
seranga kecil-kecil menyerang lahan pertanian dan perkebunan, dan dengan 
berbagai macam sesuatu yang selama ini telah menjadi rahmat bagi mereka dari 
Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang (angin, tanah, api dan air).

Begitulah ketika Rahmat Allah tak lagi bersemayam di dalam kehidupan kita 
manusia. Yang semula mudah menjadi susah, yang seharusnya hidup merdeka masih 
dirasakan terbelenggu. Belenggu yang tergantung di leher mereka sehingga tangan 
mereka pun ikut tertengadah. (QS 36:8).

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. 
As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
SM - Medan.
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke