Wa'alaikum salam wr wb,

Iya saya setuju.
Terhadap orang kafir yang tidak ingin berperang saja
kita disuruh damai, masak dengan Syi'ah yang Tuhan,
Nabi, dan Al Qur'annya sama kita maunya perang melulu.

"kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada
sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada
perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada
kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk
memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah
menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka
terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu.
tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak
memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu
maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan
dan membunuh) mereka." [An Nisaa':90]

Saya lihat sebagian ummat Islam itu suka
berpecah-belah. Sunni perang lawan Syi'ah. Jutaan
orang mati.
Kemudian Sunni terbagi jadi salafi, HT, Tarbiyah, NU,
Muhammadiyyah, dsb. Terkadang saling membid'ahkan /
mengkafirkan.

Salafi terbagi lagi jadi beberapa kelompok.

Saya yang muslim saja melihatnya agak muak, apalagi
mungkin orang2 di luar Islam. Bagaimana mereka mau
masuk Islam jika Islam yang harusnya damai,
kenyataannya sebagian ribut melulu.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersatu.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah
akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa
Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan
hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,
orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di
tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari
padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali
Imran:103]

Ayat di atas cukup jelas. Namun sebagian kelompok
Muslim cukup pintar untuk mencari dalil2 hadits guna
berpecah-belah dan melanggar ayat Al Qur'an di atas.
Semoga kita tidak masuk kelompok itu.

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa
yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang
telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu:
Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah
belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik
agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik
kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan
memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali
(kepada-Nya)." [Asy Syuuro:13] 

Wassalam

--- Rudy Swardani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Republika, Jumat, 04 Mei 2007
> 
> Saatnya Sunni-Syiah Berdamai 
> 
> 
> 
> 
> Syafiuddin Fadlillah
> Anggota Indonesian Society for Middle East Studies
> (ISMES)
> 
> Perdana menteri Irak, Nouri Al Maliki, seperti
> diberitakan Middle East
> Online menyatakan bahwa langkah Amerika membuat
> tembok pemisah warga Sunni
> di kota Azamiyah adalah tindakan yang tidak akan
> banyak membantu memecahkan
> Sunni-Syiah di Irak. Pembangunan tembok setinggi 3
> meter dengan panjang 9 km
> itu mengingatkannya pada tembok Berlin. Dia pun
> meminta AS untuk
> menghentikan pembuatan tembok itu.
> 
> Azamiyah adalah kota dengan mayoritas Sunni namun
> terisolasi oleh kota-kota
> terdekatnya yang mayoritas Syiah. Di Azamiyah
> terdapat kuburan ilmuwan besar
> Muslim yang seorang tabi'in dan saudagar pakaian,
> Imam Abu Hanifah. Dia
> adalah peletak dasar mazhab Hanafi.
> 
> Sebuah kenyataan
> Konflik Sunni-Syiah adalah realita yang harus
> diterima umat Islam sebagai
> sebuah sunnatul hayat yang merupakan proses dari
> ijtihad para penganut
> pemeluknya. Karena itu, konflik Sunni-Syiah tak akan
> pernah berakhir kecuali
> dengan mengedepankan sikap toleransi bijak dari
> masing-masing pihak. 
> 
> Konflik Sunni-Syiah jika terus dikobarkan akan
> menjadi buah simalakama
> tersendiri bagi umat Islam dan jika isu sektarian
> ini terus dibesar-besarkan
> akan menghabiskan tenaga dan berujung pada
> terkurasnya energi. Konflik ini
> menjadi senjata ampuh bagi musuh untuk menghancurkan
> keagungan ummat Islam 
> 
> Di Negara-negara Timur Tengah selain Irak, terdapat
> kelompok Sunni-Syiah
> yang hidup berdampingan walau memang terkadang ada
> konflik-konflik kecil.
> Tetapi, konflik ini tidak pernah dibiarkan menjadi
> konflik yang terjadi
> terus-menerus dan juga tidak sampai menjadikan
> pertumbuhan darah di kedua
> belah pihak.
> 
> Di Saudi yang mayoritas Sunni Hanbali terdapat
> sekitar 10-15 persen kaum
> Syiah, menurut laporan ICG tahun 2005 terdapat
> sekitar 2 juta warga Syiah
> terutama di provinsi timur seperti wilayah Qotif dan
> Ahsa. Di Mesir,
> terdapat sekitar 1 persen warga Syiah, di Lebanon
> ada sekitar 25-35 persen
> warga Syiah, di Bahrain laporan tahun 2006
> mengungkapkan terdapat 70 persen
> warga Syiah. Sedang di Kuwait ada sekitar 30 persen
> warga Syiah, Uni Emirat
> Arab ada sekitar 4,5 juta warga Syiah (40 persen) di
> Suriah ada sekitar 2,2
> juta warga Syiah (15 persen). Dua kelompok ini hidup
> berdampingan tanpa
> pertumpahan darah.
> 
> Sekali lagi, komunitas Sunni-Syiah adalah realita
> umat sebagai sebuah
> ijtihad yang tidak perlu menjadikan pertumpahan
> darah di antara sesama umat.
> Yang berlaku di sini hukum ijtihad. Jika benar
> mendapat dua pahala dan jika
> salah akan memperoleh satu pahala. Deklarasi Makkah
> 2006 yang disponsori
> Organisasi Konfrensi Islam (OKI) dan diikuti oleh
> ulama masing-masing
> kelompok, patut dijadikan acuan dalam berinteraksi
> antara Muslim Syiah
> dengan Muslim Sunni.
> 
> Deklarasi Makkah 2006 merupakan jawaban ulama akan
> sikap keharusan pihak
> yang bertikai untuk menghentikan pertumpahan darah
> hanya karena perbedaan
> aliran pandangan. Perbedaan Sunni-Syiah merupakan
> perbedaan yang alami sama
> seperti perbedaan mazhab-mazhab dalam fikih Islam.
> 
> Deklarasi Mekkah 2006 diperkuat lagi dengan adanya
> Konferensi Internasional
> pendekatan persepsi Sunni-Syiah yang diadakan di
> Qatar dan dihadiri
> ulama-ulama Sunni dan Syiah. Seperti halnya
> Deklarasi Makkah, konfrensi ini
> juga mengelurkan pernyataan bersama dan menyebut
> pentingnya membuka dialog
> antara dua pihak dengan bahasa perdamaian dan bukan
> dengan bahasa senjata.
> 
> Di antara sebagian isi dari deklarasi tersebut
> adalah bahwa setiap orang
> yang mengucap kalimat syahadat adalah Muslim yang
> harta dan kehormatannya
> menjadi terjaga dan tidak boleh dizalimi. Perbedaan
> yang ada di Sunni-Syiah
> adalah perbedaan mazhab dan bukan merupakan
> perbedaan aqidah. 
> 
> Seorang Ulama Syam, Prof Dr Wahbah Zuhaily, juga
> tidak melihat perbedaan
> yang begitu dominan antara Syiah dan Sunni. Ia
> melihat Syiah Imamiyah yang
> sekarang ada di Iran adalah mazhab yang lebih dekat
> dengan mazhab Syafii dan
> hanya memiliki perbedaan dalam 17 perkara fikih.
> Sedang Syiah Zaidiah,
> menurut beliau, adalah Syiah yang paling dekat
> dengan Sunni. Bahkan penganut
> Sunni menggunakan beberapa buku rujukan Zaidiyah
> seperti buku fikih karangan
> Imam Shonani, dan Kitab Subulussalam.
> 
> Pembangunan tembok pemisah komunitas Sunni-Syiah
> adalah kebijakan yang akan
> melahirkan persoalan baru yang lebih banyak membawa
> kurugian. Warga Sunni
> dan Syiah akan terkotak-kotak. Hal ini akan
> meningkatkan kecurigaan kedua
> belah pihak, dan akan mendongkrak eskalasi konflik.
> Padahal, selama ini
> konsolidasi perdamaian Syiah-Sunni terus disuarakan
> oleh ulama kedua
> kelompok.
> 
> Penulis melihat, AS sangat berkepentingan untuk
> terus menciptakan konflik di
> Irak khususnya dan Timur Tengah umumnya. Semua itu
> dilakukan AS untuk
> menjaga stok minyak aman mengalir ke AS. Selama ini
> AS sangat bergantung
> terhadap minyak Timur Tengah yang menyimpan 2/3
> cadangan minyak dunia.
> Seperenam dari stok itu ada di Arab Saudi
> 
> Fakta lain juga mengungkapkan bahwa AS mengonsumsi
> minyak per hari sebesar
> 28,3 juta barel. Sementara produksi minyak dalam
> negeri sebesar 8,6 juta
> barel per hari. Itu artinya sebesar 19,7 juta bph
> harus diimpor dari luar
> negeri.
> 
> Minyak memiliki nilai yang begitu tinggi dalam
> politik luar negeri, terutama
> bagi negara-negara Timur Tengah. Kenyataan itu
> pernah terbukti pada Oktober
> 1973 ketika Amerika mendukung Israel pada perang
> Arab-Israel. Atas desakan
> presiden Mesir, Anwar Sadat, Arab Saudi mengembargo
> penjualan minyak ke
> Amerika. Ekonomi Amerika pun ambruk.
> 
> Persatuan jadi kunci
> Bagimanapun juga, Amerika sangat pandai mengelola
> konflik sektarian ini
> sebagai bagian dari rencana besar AS untuk menguasai
> atau paling tidak
> mengendalikan negara-negara Timur Tengah. Inilah
> saatnya dua kelompok
> tersebut untuk meninggalkan atribut kelompoknya
> demia mencapai tujuan yang
> lebih besar yaitu kuatnya solidaritas sesama umat.
> Hal itu merupakan salah
> satu syarat untuk memperoleh kemenganan. Persyaratan
> tersebut telah
> difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Anfal.
> 
> Persatuan umat adalah kunci bagi hengkangya kekuatan
> Amerika di Irak. Jika
> konflik Sunni-Syiah atau Irak-Kurdi terus
> dikobarkan, mungkin AS masih akan
> terus menambah pasukan nasionalnya di Irak.
> Kenyataan seperti itu berarti
> bahwa Irak akan terus terjajah oleh Amerika dan
> sekutunya 
> 
> Persatuan umat bukan hanya karena Arab atau
> non-Arab, tetapi karena umat ini
> adalah umat Islam yang memiliki satu Tuhan dan
> merupakan umat Nabi Muhammad
> SAW. Tuhan orang Persia sama dengan Tuhan orang
> Arab. Semangat atas dasar
> keislaman inilah yang luntur ketika Khilafah
> Islamiah hancur berantakan
> tatkala Arab tidak suka dipimpin oleh orang
> non-Arab.
> 
> Islamlah perekat yang sempurna jika kita semua
> bersedia memperkecil
> perbedaan latar budaya dan tipikal pribadi. Pesan
> seperti itu pernah
> dikemukaan Khalifah Umar RA. Dalam sebuah kesempatan
> Khalifah Umar berKata,
> "Kami diagungkan karena kami berpegang teguh dengan
> Islam ini dan jika kami
> mencari keagungan bukan pada Islam maka Allah akan
> menghinakan kita." 
> 
> Ikhtisar
> 
> - Amerika sangat berkepentingan untuk melanggengkan
> terjadinya ketegangan
> Sunni-Syiah.
> - Kepentingan yang dimaksud itu adalah kelancaran
> Amerika untuk menyedot
> kekayaan minyak dunia Arab.
> - Untuk menghadang kepentingan itu, persatuan umat
> Islam menjadi kuncinya.
> - Ego yang terus dipegang kuat oleh masing-masing
> aliran dalam Islam, bakal
> sangat membahayakan masa depan Muslimin.
> 
> ( ) 
>  
>  
> > _______________________________________________
> Saksi mailing list
> [EMAIL PROTECTED]
>
http://groups.syahid.com/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com
> 


===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
http://www.media-islam.or.id

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke