Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim. Saudara H.Ngatimin Cokro Prawiro. Maaf dan turut prihatin sebelumnya jika anda merasa Islam di Indonesia belum dapat diandalkan. Padahal di Asia tenggara Indonesia pernah menjadi acuan dan rujukan untuk mempelajari Islam oleh negeri-negeri tetangga seperti malaysia, singapure dan brunei. banyak santri-santri dari negeri-negeri tersebut datang ke Indonesia untuk menuntut ilmu agama. Dan tak kurang para ulama kita diundang ke negeri-negeri tersebut untuk mengajar disana. Dari sudut pandang mana saudara melihat dan menilai kalau Islam di Indonesia tidak bisa diandalkan. Memang negeri kita bukan negara Islam tetapi hanya negeri dengan penduduk Islam terbesar. Tapi itu bukan masalah. Memang rakyat kita masih miskin tapi buktinya kita masih bisa berjuang dan bersatu. Umat Islam Di negeri kita terdiri dari banyak suku dan mazhab dan semuanya tidak berperang satu sama lain. Apakah anda tidak bangga akan hal ini. Islam di negeri kita memang belum memasuki masa keemasan seperti Islam di negeri Spanyol pada abad pertengahan tetapi kita belum mengalami kehancuran seperti seperti Iraq dan afganistan saat ini. Walau kita pernah dijajah tetapi atas rahmat ALLAHU SWT kemerdekaanpun telah diraih dan ketahuilah bahwa mayoritas dari pejuang-pejuang kemerdakaan itu adalah para suhada Islam. Kita tidak mati untuk Islam dan hanya mati untuk ALLAH... tetapi ALLAHU mencintai Islam dan umat Islam. Sebagai hamba yang mencintai ALLAHU bukankah kita juga wajib melaksanakan perintah-perintahnya? Dan mencintai yang ALLAHU cintai. Jika kita mati ketika membela agama, bangsa dan umat Islam maka semua itu adalah untuk dan karna ALLAHU. itulah niat para syuhada pada jaman permulaan Islam. Apakah saudara lupa akan hal ini? Apakah saudara juga lupa Karna dengan niat begitu pula Islam pada masa kalifah mencapai zaman keemasan.
Kehancuran tatanan masyarakat dan negeri-negeri arab seperti Afganistan dan iraq saat ini adalah karna mereka tidak bersatu. Padahal tiap-tiap umat Islam adalah saudara. Selama mereka Islam maka mereka tidak dipilah-pilah dan dikelompokan berdasarkan negeri tempat tinggal, suku, bahasa atau golongan. Begitupun antara kita dan mereka. Selama kita dan mereka islam maka kita adalah mereka dan mereka adalah kita, tidak terpisah oleh sistem kewarganegaraan, suku, bahasa, ataupun usul-asal. Itulah syariat Islam yang diajarkan nabi besar Muhamad SAW yang mana itu juga adalah perintah dan kehendak ALLAH. Perintah ALLAHU bukan hanya sekedar berzikir tiap hari saja. Tetapi juga menegakan syiar islam di muka bumi. Jika semua orang hanya ingin menjaga lumbung padinya sendiri tanpa berusaha membuka pintu lumbungnya untuk orang lain maka tidak akan ada syuhada-syuhada. Memang betul dinegeri ini masih banyak saudara-saudara yang miskin tetapi negeri kita bukan negeri yang miskin. Negeri kita negeri yang kaya dengan sumberdaya alam dan manusianya. Hanya saja kita belum mampu memanfaatkannya dengan baik dan adil Dan inilah kewajiban kita bersama dalam membangun negeri ini melalui masing-masing kemampuan kita. Membantu saudara-saudara kita tidak hanya cukup dengan uang atau tidak juga harus selalu dengan uang. Buktinya! iraq sendiripun adalah negeri yang kaya dengan minyak. Dan mungkin kekayaan minyak Iraq akan mereka melebihi segala kekayaan negeri kita. Membantu mereka yang jauh bisa juga dilakukan melalui jalur politik international, diplomasi, dakwah, dll. Tidak sekedar bantuan pasukan ataupun uang. Jika boleh saya katakan yang paling dipelukan negeri iraq bukanlah bantuan senjata ataupun uang ataupun makanan. Tetapi Persatuan dan konsolidasi antar mereka yang bertikai. Agar mereka mampu mengusir penjajah( amerika). Terima kasih sudah membangunkan kami. Kami sudah bangun. Apakah anda juga sudah bangun dari memimpikan ayam yang tidak makan di lumbung padi? From: "H. Ngatimin Tjokro Pawiro." <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [is-lam] ada apa dengan muskitawati To: Milis is-lam <[email protected]> Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim. Ingat ... ingat.... ingat Allah Jangan terlalu lama mimpinya ! Jangan terlalu jauh mimpi terbangnya. Di Indonesia sini, keislaman kita belum dapat diandalkan lho, jangan mimpi mau bantu yang di sono... sino... jauh sekali, Di sini saja dulu. Dalam diri kita dulu. Sudah benar nggak zikirnya kepada Allah. Jangan mati karena agama Islam, tapi matilah karena Allah saja. Itu lebih bermakna di mata Allah ! Kita bukan disuruh untuk membela Islam, tetapi kita disuruh dengan seluruh kemampuan kita untuk melaksanakan agama Islam ini karena Allah. Ingat... ingat... ingat Allah. Bangun ... bangun ... bangun ! Ayam sudah pethak, pethok kelaparan di lumbung padi. Bagaimana para ayam ini bisa makan di lumbung padi yang banyak makanan mereka. Tapi mereka tak bisa makan padi di dalam lumbung padahal ayam itu ada di dalam lumbung padi itu. Ingat... ingat....ingat Allah. Hanya kepada Allah kita mengabdi dan kepada-Nya juga kita mengeluh, As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. _______________________________________________ is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
