Setelah 116 Tahun, Fosil Reptil Diketahui Palsu
Selasa, 13 November 2007
Setelah diperlihatkan kepada pengunjung selama 116 tahun, fosil reptil laut
di sebuah Museum Inggris akhirnya diketahui sebagai pemalsuan yang disengaja
Hidayatullah.com--Darwin Day, atau Hari Darwin, diperingati layaknya hari
besar suci di Eropa dan Amerika Serikat. "Perayaan Hari Darwin, Pengakuan
Dunia Ilmu Pengetahuan dan Kemanusiaan" , demikian papar situs
www.darwinday.org. Situs itu menampilkan pula berbagai acara yang bakal
diselenggarakan di berbagai negara pada atau seputar tanggal 12 Februari
2008 nanti dalam rangka merayakan hari lahir bapak evolusi dunia, Charles
Darwin.
Namun, bagi kalangan intelektual yang memahami kekurangan dan kelemahan
ilmiah teori evolusi, perayaan ini dijadikan ajang penyebarluasan informasi
tentang kekeliruan ilmiah teori evolusi di hadapan ilmu pengetahuan modern.
Tidak hanya itu saja, teori evolusi sampai sekarang memang masih dipenuhi
silang pendapat di kalangan evolusionis sendiri, termasuk pemalsuan beragam
fosil oleh evolusionis sendiri.
Pemalsuan selama 116 tahun
Dinosaur exposed as fake (Dinosaurus diungkap palsu), demikian judul situs
berita tersohor Inggris, BBC, 8 Desember 2000. Laporan itu memberitakan
fosil reptil laut yang dipajang di Museum Nasional Wales di kota Cardiff,
Inggris. Setelah diperlihatkan kepada pengunjung selama 116 tahun, akhirnya
diketahui fosil itu adalah pemalsuan yang disengaja.
Makhluk yang telah menjadi fosil itu sebelumnya diyakini sebagai spesimen
sempurna reptil laut bernama Icthyosaurus. Namun, ketika pegawai museum
hendak meremajakan kerangkanya, fosil yang telah dipajang seabad lebih itu
diketahui palsu.
Fosil campur aduk
Fosil itu bukanlah berasal dari satu binatang utuh, melainkan gabungan dari
dua hewan laut yang berbeda. Selain itu, pada bukti evolusi palsu itu
terdapat tulang palsu yang terbuat dari plester.
Ditemukan bahwa bagian tengkorak fosilnya disambungkan pada kerangka
selebihnya dengan merekatkan di dalam beragam jenis bebatuan, kata para
ahli yang menelitinya. Makhluk ini adalah pemberian seorang pengumpul fosil
bernama Samuel Allen pada tahun1884.
Kepergok secara tidak disengaja
Penipuan tersebut terbongkar setelah pihak museum memutuskan bahwa plester
yang retak perlu diganti. Di saat itulah ditemukan bahwa ternyata tengkorak
kepalanya adalah milik hewan Icthyosaurus communis yang terekat pada batu
berwarna abu-abu. Akan tetapi, bagian tubuhnya terekat pada batu berwarna
coklat muda, dan diketahui milik binatang berbeda, namun mirip, Leptonectes
tenuirostris.
Tulang belulang selebihnya dibuat dari plester dan ditempelkan pada batu
tersebut agar tampak asli. Selain itu, salah satu siripnya juga palsu.
Menanggapi temuan ini, pejabat pelestarian di museum itu, Dr. Caroline
Buttler, berujar, "Kami telah yakin selama ini bahwa itu adalah spesimen
sempurna dari seekor Icthyosaurus." Icthyosaurus adalah reptil laut raksasa
purba yang menyerupai ikan dan lumba-lumba.
Pemalsuan Zaman Viktoria
Meskipun fosil tersebut masih akan dipajang di museum, namun statusnya kini
telah berubah. Fosil ini dijadikan contoh bagaimana orang-orang yang hidup
di zaman Viktoria (sekitar tahun 1840 1900) memalsukan pajangan.
Seputar pemalsuan ini, Dr. Caroline Buttler, mengisahkan lebih lanjut:
"Tapi ketika plester itu mulai retak dan rontok dan kami menguliti lima
lapisan cat, kami temukan [spesimen] itu adalah pemalsuan sengaja. Ini
gabungan dua jenis berbeda dari Icthyosaurus ditambah upaya cerdas menambah
bagian-bagian palsu."
"Sangatlah mengejutkan untuk menemukan bahwa makhluk itu tidaklah
sebagaimana yang tampak selama bertahun-tahun tapi karya amburadul," kata Dr
Buttler. Ia menambahkan, "Tapi Anda harus menyalahkan orang-orang zaman
Viktoria yang telah melakukan pemalsuan seperti itu dan telah membodohi kita
selama bertahun-tahun ini."
Demikianlah, bahkan pakar fosil sekalipun sulit untuk membedakan barang
palsu dan asli. Diperlukan 116 tahun untuk membongkar pemalsuan ini, itupun
diawali oleh ketidaksengajaan, dan bukan pemeriksaan sengaja untuk
mengetahui tingkat keaslian fosil itu.
Lalu, bagaimana dengan nilai ilmiah teori evolusi yang juga didasarkan oleh
rekonstruksi fosil-fosil?. [cr/www.hidayatullah.com]
_________________________________________________________________
More photos, more messages, more storageget 2GB with Windows Live Hotmail.
http://get.live.com/en-id/mail/features
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam