Memakan Makanan yang berunsur panas + Berunsur dingin
<http://thibbunnabawi.wordpress.com/2007/08/31/memakan-makanan-yang-berunsur-panas-berunsur-dingin/>

Diambil dari kumpulan artikel Thibbun Nabawi :
http://thibbunnabawi.wordpress.com

Tak ada tauladan yang terbaik dalam hal ini pada permasalahan menjaga
kesehatan selain Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.
Dalam buku Ath-Thibbun Nabawi (Metode Pengobatan Nabi) Karya Ibnul Qoyyim,
diulas kebiasaan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau
seringkali mengkonsumsi makanan dengan disertai pembandingnya.
Jika beliau mengkonsumsi makanan yang berunsur panas, maka beliau
menyertainya dengan makanan yang berunsur dingin.
Seringkali Rasulullah mengkonsumsi kurma dengan disertai mengkonsumsi
semangka (H.R Abu Dawud No.3836)
Seriungkali juga Rasulullah Mencampur Kurma dengan mentimun, (HR. Muslim
no.2043, HR. Bukhari no.5440)
Salah satu faedahnya, rasa panas yang ada pada kurma dapat menyeimbangkan
rasa dingin pada mentimun, karena mentimun agak sulit dicerna di lambung ,
dingin dan kadang berbahaya. Sungguh pelajaran yang agung dari Rasul kita.
Seringkali kali juga Rasulullah mengkonsumsi Kurma kering dengan minyak
samin.
Selain itu juga dianjurkan meminum madu dengan dicampur air.
Untuk faedahnya kenapa Rasulullah seringkali mengkonsumsi makanan yang
berunsur panas dengan yang berunsur dingin.
Insya Allah akan kami bahas pada pembahasan berikutnya.

Sumber :

   - *At-Thibbun Nabawi* karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Diterjemahkan
   dalam bahasa Indonesia dengan buku berjudul "Metode Pengobatan Nabawi"
   - *Kupas Tuntas kHasiat Kurma-berdasarkan Al Quran, Assunnah dan
   Tinjauan medis modern *,Zaki Rakhmawan,Media Tarbiyah, Bogor, 2006

sumber :
http://thibbunnabawi.wordpress.com/2007/08/31/memakan-makanan-yang-berunsur-panas-berunsur-dingin/
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke