Bismillaah, Ar-Rahmaan, AR-Rahiim.
Saudaraku sekalian, marilah dengan sepenuh hati, kita menempatkan dirinya kita
sebagai pengemban tugas dari Allah, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kita
kasihi semua makhluk termasuk sesama manusia. Kita sayangi semua hamba Allah,
atau siapa pun yang selalu menyatakan dirinya adalah hamba Allah, tiada yang
dia sembah selain Allah, dan mengakui Nabi Muhammad adalah rasul Allah.
Siapa pun yang tetap berikrar (menyatakan) bahwa dia adalah hamba Allah (yang
dia sembah/taati hanya Allah) dan juga menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah
rasul Allah, tidaklah patut dia disebut KAPIR / KAFIR.
Pernyataan kafir mengkafirkan telah menelan banyak korban. Sebagai hamba Allah
yang Maha Santun, kita semua harus berupaya untuk menghentikan "pertumpahan
darah" ini. Kita diciptakan oleh Allah dan ditugaskan di bumi bukanlah untuk
"menumpahkan darah" sesama kita. Ingatlah, bahwa Allah menghentikan protes para
Malaikat ketika akan ditempatkan makhluk jenis manusia sebagai Khalifah Allah
di bumi, tentang "kebiasaan" manusia yang suka "menumpahkan darah".
Mengapa ? Karena Allah memang menciptakan manusia dengan desain yang khusus.
Meski ada kemungkinan untuk menumpahkan darah sesamanya, tetapi manusia juga
dibekali dengan hati dan aqal yang memungkinkan manusia mampu mengendalikan
"gejolak rasa ingin menumpahkan darah" itu. Itulah kelebihan manusia yang
sangat signifikan terhadap makhluk lainnya.
Apakah Ahmadiyah Kafir ?
Maafkan, saya bukanlah pengikut ahmadiyah, dan saya baru mengenal ahmadiyah
secara tertulis dalam beberapa menit lalu, setelah membuka situsnya
http://www.ahmadiyah.org
Maafkan lagi, kalau saya belum menemukan adanya perintah untuk "mengkafirkan
suatu kaum atau golongan lain di dalam islam, yang mereka tetap menyatakan
Allah sebagai Tuhan yang patut ditaati dan juga tetap mengakui bahwa "Nabi"
Muhammad adalah "Rasul" Allah.
Terlepas, benar atau tidaknya pernyataan yang terdapat pada situs tersebut,
saya menemukan informasi tentang Aqidah Ahmadiyah itu sebagai berikut :
AQIDAH GERAKAN AHMADIYAH INDONESIA
(AHMADIYAH
LAHORE)
1.
Percaya pada semua aqidah dan hukum-hukum yang tercantum dalam Al-Qur’an dan
Hadits, dan percaya pada semua perkara agama yang telah disetujui oleh para
ulama salaf dan ahlus-sunnah wal-jama’ah, dan yakin bahwa Nabi Suci Muhammad
saw. adalah nabi yang terakhir.
2.
Nabi Muhammad saw. adalah khatamun-nabiyyin. Sesudah beliau tidak akan
datang nabi lagi, baik nabi lama maupun nabi baru.
3.
Sesudah Nabi Suci Muhammad saw., malaikat Jibril tidak akan membawa wahyu
nubuwat kepada siapa pun.
4.
Apabila malaikat Jibril membawa wahyu nubuwwat (wahyu risalat) satu kata saja
kepada seseorang, maka akan bertentangan dengan ayat: walâkin rasûlillâhi wa
khâtamun-nabiyyîn (QS 33:40), dan berarti membuka pintu khatamun-nubuwwat.
5. Sesudah
Nabi Muhammad saw. silsilah wahyu nubuwwat telah tertutup, akan tetapi silsilah
wahyu walayat tetap terbuka, agar iman dan akhlak umat tetap cerah dan segar.
6. Sesuai
dengan sabda Rasulullah saw., bahwa di dalam umat ini tetap akan datang auliya
Allah, para Mujaddid dan para Muhaddats, akan tetapi tidak akan datang nabi.
7. Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad 14 H. Dan menurut Hadits, mujaddid akan
tetap ada. Dan kepercayaan kami bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi,
tetapi berkedudukan sebagai mujaddid.
8.
Percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukan bagian dari Rukun Islam dan
Rukun Iman, maka dari itu orang yang tidak percaya kepada Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad tidak bisa disebut kafir.
9.
Seorang muslim, apabila mengucapkan kalimah thayyibah, dia tidak boleh
disebut kafir. Mungkin dia bisa salah, akan tetapi seseorang dengan sebab
berbuat salah dan maksiat, tidak bisa disebut kafir.
10.
Kami berpendapat bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah pelayan dan pengemban
misi Nabi Suci Muhammad saw.
(Redaksi, 23/03/2006)
Source :
http://www.ahmadiyah.org
Saya persilahkan para Saudaraku semua untuk meneliti informasi ini, valid atau
tidak, sesuai dengan apa yang difikirkan dan diamalkan oleh kaum ahmadiyah
atau tidak. Akan tetapi, jika kita baca yang saya tandai dengan warna biru,
maka permasalahannya bukanlah terletak pada "golongan ahmadiyah menyatakan
Mirza GA sebagai Nabi", melainkan pada tulisan tersebut bahwa "Mirza GA
dianggap sebagai seorang Aulia dus dipercayai sebagai mujadid (pembaharu) dalam
menyampaikan dahwah Islamiyah".
Beda Tafsir Tentang Rasul, bukan tentang Nabi.
Tidak ada perbedaan penafsiran tentang istilah "Nabi" daru mereka, termasuk
pemahaman tentang Nabi Muhammad sebagai "Nabi Terakhir". Tetapi sepertinya
mereka berbeda dengan kebanyakan kita dalam menafsirkan istilah "Rasul" -
perutusan, pembimbingan dan pengarahan Allah terhadap makhluk manusia, yang
tidak pernah berakhir sampai kapan pun manusia eksis di bumi ini.
Benarkah Allah tidak pernah melepaskan "pembimbingan dan pengarahan"-Nya
terhadap makhluk manusia dengan berbagai cara yang Allah kehendaki hingga saat
ini atau sampai hari akhir ?
Mudah-mudahan pertanyaan ini akan membuka sedikit tabir yang menyelimuti
kasus-kasus ahmadiyah dan yang semacamnya dan insya Allah, akan memberikan
jalan bagi kita untuk menghentikan "pertumpahan darah" yang selama ini telah
berlangsung tanpa henti.
Maafkan sekali lagi. Saya bukan bermaksud untuk menjadi pahlawan kesiangan
dalam menyelesaikan masalah ini. Dan mohon dicatat lagi, saya bukanlah pengikut
Mirza Gulam Ahmad !
As-Salamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Haji Ngatimin Tjokro Pawiro
- Maafkan lagi, sengaja saya menggunakan "Haji" dan "basmalah di awal tulisan"
untuk menyatakan bahwa saya serius menyampaikan hal ini atas nama Allah.
-----------------------------------------------------------
Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat:
Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc
----- Original Message ----
Wrom: QBGJSNBOHMKHJYFMYXOEAIJJPHSCRTNHGSW
To: is-lam <[email protected]>
Sent: Friday, January 4, 2008 3:47:25 PM
Subject: [is-lam] Dalil Nabi Muhammad Nabi dan Rasul Terakhir
http://www.media-islam.or.id
Di bawah adalah dalil Nabi Muhammad Nabi dan Rasul
terakhir dan tidak ada Nabi sesudahnya. Ini adalah
dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang mematahkan
argumen kelompok Ahmadiyah yang menyatakan Mirza
Ghulam Ahmad sebagai Nabi.
Ketika disodorkan ayat: QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah
Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara
kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup
Nabi-nabi”. ada yang berargumen bahwa Nabi Muhammad
hanya Nabi terakhir. Bukan Rasul terakhir. Namun
hadits di bawah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan
hanya Nabi terakhir, tapi juga Rasul terakhir:
Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan
Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada
lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi,
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad;
Marwiyat-Anas bin Malik).
Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET
From: M. Nurhuda <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Assalamu’ alaikum Wr. Wb,
Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.
TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
—————————————–
1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah
seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah
Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”
2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti
orang yang membangun satu bangunan lalu dia
membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali
tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian
orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu
berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi
menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup
Nabi-nabi”
3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin
Mut’im RA bahwa Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad,
saya Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan
kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir yang mana
manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang
tidak ada Nabi setelahnya”
4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban
Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW:
“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku
nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi
setelahku”
5. Khutbah terakhir Rasulullah …
” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan
datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan
lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan
baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan
kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah,
contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya
kamu tidak akan pernah tersesat …”
6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim
oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia,
seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi
yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang
akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan
dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat
dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki
mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan
keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah
lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum
dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan
tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi
bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang
dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu
dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”.
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati
aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati
Nabi-nabi terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian
berbicara yang efektif dan sempurna. - Aku diberi
kemenangan karena musuh gentar menghadapiku - Harta
rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi telah
dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi
alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku,
melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah
tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas
bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan
untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan
membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi
langka. - Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan
suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian
telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim,
Tirmidhi, Ibnu Majah)
9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan
Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada
lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi,
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad;
Marwiyat-Anas bin Malik).
10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya
Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan
melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul
pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata
lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang
sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti
tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan
Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi,
Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’,
Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).
11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa
tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang
tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan
Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam
masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran
Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman.
Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari
antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).
12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya
mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa
suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan
bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi
kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita.
Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta
huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu
beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”.
(Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).
13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan
mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”.
Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat.
Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”.
(Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu
Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan
turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling
tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah,
dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).
14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi
akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin
Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).
15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu
denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa.
Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”.
(Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).
16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel
sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang
berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah
NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang
akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain
daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)
17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan
datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat
lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi,
Kitab-ul-Rouya; Tabrani)
Wassalam
M. Nurhuda
http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html
===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari
Telkomsel
Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di:
http://www.media-islam.or.id
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam