Assalamu'alaikum wr wb,

Pada saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana Soeharto
yang dulu merupakan Presiden Indonesia yang sangat
ditakuti dan berkuasa di Indonesia terbaring lemah
tidak berdaya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Hanya 2 organ tubuhnya saja yang berfungsi. Itu pun
sudah dibantu dengan berbagai alat kedokteran yang
paling canggih. Puluhan dokter membantunya, namun
mereka nyaris tidak mampu berbuat apa-apa untuk
membuat Soeharto sehat seperti sebelumnya.

Soeharto tidak sadarkan diri. Dia tak mampu untuk
melihat, mendengar, atau berbicara. Bahkan cairan
terus membanjiri paru-parunya sehingga harus dipompa
keluar.

Setiap yang bernyawa, termasuk manusia pasti akan
merasakan mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan
kembali:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian
hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” [Al
’Ankabuut:57]

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada
Kamilah kamu dikembalikan.” [Al Anbiyaa’:35]

Hingga saat ini belum pernah ada manusia yang tidak
pernah mati. Saat ini tidak ada orang yang berumur
lebih dari 200 tahun dan belum mati.

Pada saat manusia diciptakan, Allah sudah menentukan
ajal kematiannya. Kapan orang itu mati sudah
ditetapkan:

”Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah
itu ditentukannya ajal (kematianmu)..” [Al
An’aam:2]

Pada saat ajal/maut tiba, tidak ada seorang pun yang
dapat memajukan atau memundurkan meski hanya sekejap:

”...Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah
datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat
memajukannya.” [Yunus:49]

Seseorang tidak akan mati kecuali jika Allah
mengizinkan:

”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan
dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah
ditentukan waktunya...” [Ali ’Imran:145]

Oleh sebab itu pada berbagai kecelakaan, pada berbagai
bencana, ada orang yang mati, ada pula orang yang
selamat dengan izin Allah.

Sebaliknya, jika saat kematian telah tiba, meski
seseorang berlindung di dalam benteng yang kokoh,
dilindungi jutaan pengawal, dirawat ribuan dokter, dia
tetap akan mati:
”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan
kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi
lagi kokoh...” [An Nisaa’:78]

Dalam ayat di bawah Allah menjelaskan, saat nafas
sudah sampai di kerongkongan seseorang dan akan
keluar, siapa yang dapat menyembuhkannya? Meski
seluruh manusia dan jin bersatu (termasuk para dokter
dan tabib), niscaya orang itu tidak akan sembuh dan
meninggal dunia:

Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah
(mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan
(kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan
dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan
(dengan dunia), 
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” [Al
Qiyaamah:26-30]

Orang yang zalim akan mendapat siksa:

“…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan
sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan
tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di
hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat
menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap
Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu
selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.”
[Al An’aam:93]

diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa
menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari
segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan
dihadapannya masih ada azab yang berat.”
[Ibrahim:17]

Mereka ingin kembali hidup ke dunia agar bisa tobat
dan beriman kepada Allah. Tapi hal itu sia-sia:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga
apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,
dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke
dunia)” [Al Mu’minuun:99]

Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk
(mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya
kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." 
Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di
hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami,
kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah
kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh,
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." [As
Sajdah:11-12]

Pada saat ajal menjelang / sakarotul maut, taubat
tidak akan diterima. Banyak orang yang terus berbuat
dosa dan menzalimi orang lain. Mereka menipu,
mencopet, merampok, membunuh, menindas orang lain, dan
sebagainya. Mereka tidak henti berbuat dosa dan baru
akan bertobat ketika maut sudah di depan mata. Pada
saat itu tobat sia-sia seperti tobatnya Fir’aun:

”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari
orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga
apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka,
(barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat
sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat)
orang-orang yang mati sedang mereka di dalam
kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan
siksa yang pedih.” [An Nisaa’:18]

Banyak orang yang ketika sehat atau berkuasa tidak
pernah memikirkan untuk bertobat. Padahal itulah saat
yang terbaik.

Padahal maut itu niscaya akan datang meski kita
berusaha untuk menghindar:

”Dan datanglah sakaratul maut dengan
sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari
daripadanya.” [Qaaf:19]

Orang yang zalim akan disiksa. Sebaliknya orang yang
beriman dan banyak berbuat kebaikan, niscaya
dimasukkan ke surga:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan
pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan. ” [Ali ’Imran:185]

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia akan mati.
Bahkan seorang dokter di rumah sakit pun yang banyak
melihat orang mati, belum tentu dia menyadari bahwa
dia juga akan mati. Tidak sadar akan gelapnya alam
kubur dan kengerian hari Akhir. Akibatnya dia lupa dan
malas untuk beribadah kepada Allah SWT. Banyak juga
orang yang melayat orang yang meninggal namun tidak
ingat bahwa dia juga akan menyusul dan meninggal. 

Oleh sebab itu hendaknya kita ingat bahwa kita akan
meninggal dan bertemu dengan Allah, Raja dari segala
Raja. Pada saat semua raja-raja, kaisar-kaisar, dan
presiden-presiden sudah dimatikan dan dibangkitkan
dari kubur, Hanya Allah yang berkuasa menaklukan
segalanya:

”Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai
'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan membawa
perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan
manusia tentang hari pertemuan (hari kiamat). Yaitu
hari ketika mereka keluar dari kubur; tiada suatupun
dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. Lalu
Allah berfirman: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada
hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha
Mengalahkan.” [Al Mu’min:15-16]

Wa'alaikum salam wr wb
http://www.media-islam.or.id    



===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke