Kesempurnaan Peran dalam Hidup 
By Nopriadi
Assalamuálaikum wr.wb. Profesional muda,
Bayangkan bila anda menjadi manusia global yang super sukses. Malam hari anda 
makan lesehan di Malioboro, Yogyakarta. Keesokan harinya anda sudah terlihat 
berjalan di Orchard Street, Singapura. Sorenya anda mengikuti meeting di negara 
Gadjah Putih, Thailand. Besoknya anda sudah landing di bandara John F Kennedy, 
New York. Selanjutnya check in di Grand Hyatt, New York. Tidak lupa anda 
berbelanja dasi Giani Varsace di Trump Plaza seharga $ 95. Besok paginya anda 
menikmati indahnya kampus Harvard Business School, di pinggir sungai Charles, 
untuk memberikan speech tentang bisnis kepada mahasiswa dan pebisnis. Tidak 
lupa sebelum out dari Negara Paman Sam anda sempatkan mengunjungi High Tech 
Area di Silicon Valey. Kemudian anda menandatangani Momerandum of Understanding 
dengan pejabat dan pebisnis Cina di Shanghai. Siang anda mampir sebentar di 
Hongkong, sekedar shoping untuk beli oleh-oleh. Berikutnya anda pulang sejenak 
ke Jakarta sebelum berangkat ke
 Mealbourne, Australia. Dan keesokannya anda menyaksikan pertunjukan opera di 
Paris.
Bila ini sudah terjadi dan akan terjadi dalam kehidupan anda, apa yang anda 
rasakan ? Apakah anda merasa kesempurnaan peran dalam panggung kehidupan ini ? 
Mungkin anda akan mengatakan belum sempurna. Kemudian, katakanlah anda tidak 
lupa sholat, puasa, zakat, dan setiap dua tahun naik haji plus umroh. Sudah 
sempurnakah peran anda dalam hidup ini ?
Bagi anda yang sudah atau akan menjalani cerita sukses ini, ada baiknya 
mengingat sebuah hadits Rasulullah saw
“Barang siapa yang bangun pada pagi harinya, dan ia hanya memikirkan dunianya. 
Maka orang tersebut tidak berarti apa-apa di sisi Allah. Dan barang siapa (pada 
pagi hari tadi) tidak memikirkan urusan (problem) kaum musimin, maka ia 
bukanlah golongan mereka (muslim)”.(HR...)
Profesional muda yang dirahmati Allah, apalah artinya kesuksesan karir atau 
bisnis. Apalah artinya kehidupan spritual yang dijalankan, bila kita dicap oleh 
Allah SWT dan rasulnya bukan sebagai bagian dari kaum muslimin.
Oleh karena itu, seorang muslim dituntut tidak sekedar sukses dalam kehidupan 
profesional dan bisnis, juga tidak sekedar sukses dalam hubungannya dengan 
Allah SWT, tapi seorang muslim dituntut untuk menyempurnakan perannya sebagai 
pemerhati dan penyelesai persoalan umat.
Profesional muda jadilah seorang profesional muslim, yang tidak hanya berpikir 
tentang karir tapi juga tentang umat. Jadilah duta Islam, ambasador of Islam.
Insya Allah, kelak kita akan bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan bahagia dan 
berseri karena telah menjalani hidup untuk mengurusi urusan kaum muslimin dan 
manusia secara keseluruhan.
Wassalamu’alaikum wr.wb. 
Tubuh Mungil Itu Mengharap Surga
Tubuh mungil itupun terjerembab jatuh setelah didorong bapaknya yang sedang 
kesetanan. Tidak puas melihat anaknya menahan tangis, tongkat sapu pun 
dilayangkan hingga mengenai pantat anak kecil yang baru 6 tahun itu. Tiga 
pukulan yang keras akhirnya membuat tangis anak itu menggelegar. Tubuhnya 
terguncang menahan sakit dan tangisnya terdengar pilu. Setelah puas melihat 
anaknya menangis, sang bapakpun berkata dengan kasar:
”Kenapa Ilman mencuri uang bapak? Untuk apa uang 50 ribu itu? Bukankah selama 
ini Ilman diberi sehari 5 ribu untuk jajan di sekolah? Sementara anak lain 
tidak ada yang diberikan sebanyak itu. Setiap tahun Ilman diberikan baju, tas, 
sepatu dan semua kebutuhan. Bapak bekerja siang dan malam untukmu Man!!!!”
Anak ini hanya bisa menangis tersedu. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan dan 
kemarahan bapak yang dicintainya. Dia hanya bisa merintih menahan sakit di 
bagian kepala yang baru saja terbentur. Suasanapun berangsur mereda dan menjadi 
sunyi. Namun, tiba-tiba saja dari ruang tengah berdering telepon. Sang bapak 
yang sudah terlihat capek ini perlahan mendekati gagang telepon. Dikejauhan 
terdengar suara perempuan. Ternyata, ia adalah ibu guru anak ini. Setelah 
basa-basi sebentar bu gurupun bercerita,
 ”Bagaimana si Ilman pak? Maaf saya menelpon bapak karena ada hal penting yang 
perlu bapak ketahui. Akhir-akhir ini si Ilman terlihat murung. Kira-kira sudah 
satu minggu ini. Tadi pagi dia datang menemui saya. Dia mengemukakan 
kebingungannya. Ia mengaku telah mencuri uang bapak. Dan saya lihat uang yang 
dicuri 50 ribu rupiah. Dia bertanya apakah itu berdosa. Saya mengatakan bahwa 
itu dilarang agama. Kemudian dia mengeluarkan uang sebanyak 30 ribu rupiah dari 
tasnya. Sayapun kaget dan bertanya apakah itu hasil dari mencuri. Dia 
menggelengkan kepala dan mengatakan tidak. Uang itu dikumpulkan dari uang jajan 
yang bapak berikan setiap hari. Jadi, selama ini dia tidak jajan selama 
seminggu. 
Yang membuat saya iba dan sedih ketika Ilman bertanya apakah uang yang ia 
kumpulkan ini cukup untuk pergi ke Surga? Saya tanya kenapa? Katanya ia ingin 
bertemu ibunya yang sekarang di surga. Ia kangen sama ibu Pak. Ia ingin seperti 
teman-temanya yang masih bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya. Ia kangen 
sekali sama ibu Pak. Kata Ilman ibunya telah menghilang setelah ketemu terakhir 
di rumah sakit. Maaf.....”.
Telpon itupun terputus. Tidak kuat menahan tangis sang bapak berlari menuju 
Tubuh mungil itu. Tubuh kecil itupun diangkat dengan penuh kasih. Namun takdir 
berbicara lain, anak itu telah menyusul ibunya di surga....
Profesional muda yang dirahmati Allah,
Anak adalah titipan. Ia adalah buah dari cinta kasih bersama pasangan kita. 
Allah SWT telah menganugerahkan anak itu untuk dibesarkan, dipelihara, dirawat, 
diajarkan kasih sayang, dididik agar taat kepada orang tua dan agamanya.
Anak jugalah yang bisa mengangkat derajat orang tuanya di surga. Rasulullah saw 
bersabda:
 
“Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di 
surga. Kelak ia akan berkata, ’’Wahai Rabbku, bagaimana hal ini bisa terjadi 
padaku?’ . Dijawab,’karena permohonan ampunan anakmu untukmu”
Profesional muda,
Sudahkah kita memperlakukan anak kita dengan baik? Sudahkah kita mengetahui 
harapan-harapannya? Impiannya? Keinginannya? Dan…yang terbaik untuknya? 
Ingatlah, anak yang shaleh adalah satu-satunya orang yang masih bisa berkirim 
kebaikan pada kita, disaat semua pintu amal telah terputus. Saat kematian 
bersama kita, ketika di alam barzah, menunggu hari Perhitungan. 
 
wassalamuálaikum wr.wb.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke