13 Juni, 2008 - Published 16:32 GMT
Negosiasi AS-Irak temui kebuntuan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengatakan, pembicaraan pemerintahnya dengan Amerika Serikat mengenai pakta keamanan jangka panjang menemui jalan buntu. Berbicara dari ibukota Yordania, Amman, al-Maliki menyatakan, sebagian tuntutan Amerika melanggar kedaulatan Irak. "Kami telah menemui kebuntuan, sebab ketika kami membuka perundingan, kami tidak menyadari bahwa tuntutan Amerika begitu mempengaruhi kedaulatan Irak, dan ini sesuatu yang kami tidak bisa terima," kata Maliki. "Kami tidak bisa memperbolehkan pasukan Amerika untuk mendapatkan memenjarakan warga Irak, memegang sendiri tanggungjawab untuk memerangi terorisme," katanya. Dengan mandat PBB yang menjadi dasar keberadaan pasukan Amerika di Irak berakhir pada penghujung 2008, Gedung Putih menginginkan kesepakatan paling lambat bulan Juli. Dan para pejabat Amerika sedang mencoba mencapai kesepakatan yang dapat memberi mereka dasar hukum untuk tetap berada di Irak. Wartawan BBC di Baghdad mengatakan, selain ingin mempertahankan pangkalan-pangkalan militernya di Irak, Amerika juga ingin menguasai wilayah udara Irak. Kebuntuan ini terjadi sementara pemimpin Milisi Mehdi Moqtada Sadr mengatakan, hanya sekelompok milisi pilihan akan memerangi pasukan Amerika. Dalam upaya yang tampaknya dimaksudkan untuk menegaskan kendali atas milisi bersenjata tersebut, Moqtada Sadr, yang ulama Syiah berhaluan radikal, mengatakan, hanya sebagian dari sekitar 60,000 anggota pasukannya akan diberi kewenangan untuk memerangi pasukan AS di Irak. _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
