Kenapa pak Syaifuddin merindukan "Saudaranya" Nadri Saadudin? Apakah karena 
sama-sama Ahmadiyah?

Berikut artikel dari Nadri serta alamatnya:

http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1997/11/04/0073.html

[INDONESIA-L] KOLOM - Nadri (r)From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue Nov 04 1997 - 15:47:00 EST 
________________________________

Forwarded message: 
>From [EMAIL PROTECTED] Tue Nov  4 19:10:10 1997 
Date: Tue, 4 Nov 1997 17:01:04 -0700 (MST) 
Message-Id: <[EMAIL PROTECTED]> 
To: [EMAIL PROTECTED] 
From: [EMAIL PROTECTED] 
Subject: [INDONESIA-L] KOLOM - Nadri 
Sender: [EMAIL PROTECTED] 

From: Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]> 
To: John MacDougall <[EMAIL PROTECTED]> 
Subject: FW: Sekedar nimbrung......1/2 
Date: Wed, 5 Nov 1997 04:01:00 +0700 

 ---------- 
From: Nadri Saadudin 
To: Multiple recipients of list; 'Hikmah' 
Subject: Re: Sekedar nimbrung......1/2 
Date: Friday, October 31, 1997 12:43AM 

Tanggapan terhadap posting Bung Yazid Akbar P. Lubis....1/2 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Berikut tanggapan dan komentar saya atas posting yang diajukan oleh 
Bung Yazid Akbar P. Lubis....bagian pertama dari dua buah 
tanggapan.... 

Yazid: 
>Saya sangat tertarik membaca beberapa argumentasi-argumentasi, 
>hujjah-hujjah ataupun dalil-dalil - terlepas dari benar tidaknya - 
>yang terdapat di DS ini. 

Nadri: 
Basa-basi anda diawal posting ini membuat saya tak mungkin menolak 
untuk memberikan komentar terhadap apa yang anda tanyakan... 

Yazid: 
>Khusus kepada Pak Nadri, ada beberapa argumentasinya yang sangat 
>menarik buat saya; 

Nadri: 
Apalagi komentar anda yang ini.... menjadikan saya lebih tertarik 
lagi untuk membaca posting ini sekaligus memberikan komentar saya 
pula.... 

Yazid: 
>Pertama, bahwa dalam pandangan Ahmadiyah, beberapa pendiri agama 
>besar didunia, seperti Budha dan Krisna dan juga beberapa Nabi dan 
>Rasul, yaitu Nabi Isa dan Nabi Muhammad, telah menubuatkan 
>kedatangannya untuk yang kedua kalinya ke muka bumi ini, secara 
>rohani, dan ini semua dipenuhi dengan kedatangan Mirza Gulam Ahmad 
>sebagai Juru Selamat. Walaupun saya tak habis mengerti bagaimana 
>Al-Quran surat Al-Jumuah ayat 3 ditafsirkan sedemikian rupa untuk 
>menjadi dalil bagi kedatangan Nabi Muhammad kedua kali. 

Nadri: 
Kendatipun anda belum juga mengerti pada kesempatan ini saya coba 
sekali lagi menjelaskannya kepada anda. Harapan saya anda bisa 
mengerti dan memahaminya meskipun tidak bisa menerima dan 
meyakininya.... 

Penafsiran Surah Al-Jum'ah  ayat 3 "wa akharina minhum" menunjukkan 
bahwa Ajaran Rasulullah SAW ditujukan bukan hanya untuk bangsa Arab 
belaka, yang ditengah-tengah bangsa itu beliu dibangkitkan , 
melainkan kepada seluruh bangsa yang bukan Arab juga, dan bukan hanya 
kepada orang-orang sezaman dengan belau, melainkan juga kepada 
keturunan  demi keturunan manusia yang akan datang samapai hari 
kiamat. Ayat ini juga merujuk kepada keadaan dimana Rasulullah SAW 
akan dibangkitkan atau datang kedua kalinya ( bukan reinkarnasi....) 
diantara kaum yang lain yang belum pernah tergabung dalam para 
pengikut semasa hidup beliau. Dan isyarat ini  merefer kepada Tafsir 
ayat itu yang termuat dalam Kitab Bukhari jilid III hal 135 yang 
berbunyi sbb: "Dari Abu Hurairah r.a. berkata dia: "Adalah pada suatu 
hari kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW ketika Surah 
Jum'ah diturunkan. Saya minta keterangan Rasulullah SAW, siapakah 
yang diisyaratkan oleh kata-kata "Dan ditengah-tengah suatu golongan 
lain antara mereka yang belum pernah bergabung dengan mereka?". 
Salman al Farishi (Salman asal Parsi) sedang duduk diantara kami. 
Setelah saya berulang-ulang mengajukan pertanyaan itu, Rasulullah SAW 
meletakkan tangan beliau  pada bahu Salman dan bersabda:'Bila iman 
telah terbang ke Bintang Suraya , seorang lelaki dari mereka ini 
pasti menemukkannya".....(Bukhari jilid III, hal 135 Tafsir Surah 
Jum'ah). 

Hadist dari Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa ayat ini bisa 
dikenakan kepada seorang lelaki dari keturunan Parsi. Hazrat Masih 
Mau'ud a.s. atau Mirza Ghulam Ahmad , pendiri Jemaat Ahmadiyah yang 
adalah dari keturunan Parsi.Pada Hadist lain Rasulullah SAW 
menyebutkan akan datang suatu saat dimana tidak akan tinggal dalam 
Al-Qur'an kecuali kata-katanya dan tidak ada yang tertinggal dalam 
Islam selain namanya, dimana jiwa ajaran Islam sejati akan 
lenyap...(Baihaqi). Disaat itu akan datang Almasih yang dijanjikan 
itu. Kedua hadist ini dan ayat "waakharina minhum" dalam Surah 
Al-Jum'ah  ayat 3 menunjukkan kedatangan Rasulullah SAW yang kedua 
kalinya dalam wujud Hazrat Masih Mau'ud a.s. 

Yazid: 
>Kedua, bahwa menurut pandangan Ahmadiyah, Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul 
>masih dan terus akan diutus Allah kemuka bumi ini dengan membawa 
>berita-berita ghaib. Dengan argumentasi inilah Ahmadiyah mengakui 
>kenabian Mirza Gulam Ahmad, dan mengakui berita-berita yang 
>dibawanya. 

>Semoga saya tidak salah menangkap apa yang dimaksudkan Pak Nadri. 

>Dari kedua hal diatas, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
>kepada Pak Nadri; 

Nadri: 
Mudah-mudahan saya bisa menjawab pertanyaan yang anda ajukan itu... 

Yazid: 
>* Apakah dalil bahwa Allah masih dan akan terus mengutus nabi dan 
>rasul setelah Nabi Muhammad (ini menurut pandangan anda), tidak 
>berlaku lagi setelah diutusnya Mirza Gulam Ahmad? 

Nadri: 
Keadaan itu berlaku terus, kenabian itu berkesinabungan terus sesuai 
dengan ayat-ayat Al-Qur'an tersebut. Cuma setelah Mirza Ghulam Ahmad 
sampai sekarang ini tidak ada yang mengaku jadi Nabi, dan kendatipun 
ada yang mengaku jadi Nabi mereka tidak memenuhi kriteria yang 
diketengahkan Al-Qur'an sdebagai seorang Nabi yang benar.  Kenabian 
adalah urusan Allah bukan urusan manusia... Dengan kata lain baik 
saya ataupun semua orang Ahmadi sama sekali tidaklah berkeyakinan 
bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu adalah penutup nabi-nabi yang tidak ada 
lagi nabi sesudahnya...... 

Yazid: 
>* Atau lebih tepatnya, tidak ada lagikah nabi baru setelah Mirza 
>Gulam Ahmad? 

Nadri: 
Karena kenabian itu adalah urusan Allah saya tidak berani mengatakan 
bahwa tidak ada lagi nabi baru sesudah Mirza Ghulam Ahmad. Bisa saya 
atau mungkin saja ada nabi tersebut sebagaimana yang saya katakan 
diatas Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi terakhir. 

>Yazid: 
>* Sehingga Mirza Gulam Ahmad itu adalah khataman nabiyin bagi anda? 

Nadri: 
Sama sekali saya dan orang-orang Ahmadi tidak mengatakan dan 
berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah khaatamannabiyin.... 
Tidak ada seorang nabipun yang diutus oleh Allah sebelum dan sesudah 
Muhammad SAW yang berpangkat "khaatamannabiyin". Khaatamannabiyin 
satu-satunya hanya untuk Nabi Muhammad SAW.... Orang-orang Ahmadi 
mengartikan "khaatamannabiyin" adalah "meterai", "cap nabi-nabi", 
"yang paling mulia diantara nabi-nabi", bukan "penutup nabi-nabi" 
atau "nabi penutup" sebagaimana yang lazim ditafsirkan oleh 
sebahagian besar Mainstream Islam ini. 

>Yazid: 
>* Apakah teori "tutup botol" yang anda miliki untuk menafsirkan kata 
>khataman nabiyin di dalam Al-Quran tidak berlaku pada diri Mirza 
>Gulam Ahmad? 

Nadri: 
Saya dan orang-orang Ahmadi tak mengenal "teori tutup botol" seperti 
yang anda sangkakan itu. Kami sungguh tak mengerti makna teori "tutup 
botol" tersebut. Dan seperti yang saya katakan diatas 
"khaatamannabiyyin" itu  memang tidak berlaku bagi siapapun kecuali 
Nabi Muhammad SAW satu-satunya. Hanya beliaulah yang berpangkat 
khaatamannabiyin itu...Dan Mirza Ghulam Ahmad bukanlah 
khaatamannabiyin..... 

Yazid: 
>* Apakah teori itu hanya berlaku bagi Nabi Muhammad? 

Nadri: 
Saya sama sekali tak mengenal teori tutup botol anda itu dan 
orang-orang Ahmadi berkeyakinan bahwa khaatamannabiyin itu hanya 
khusus untuk Nabi Muhammad SAW.... 

Yazid: 
>* Ataukah pada berita gaib yang dibawa Mirza Gulam Ahmad ada 
>keterangan yang menyatakan bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah nabi 
>terakhir bagi anda? 

Nadri: 
Juga tidak ada.... beliau sama sekali tidak mengklaim diri sebagai 
Nabi terakhir . Dan juga orang-orang Ahmadi tidak berkeyakinan bahwa 
beliau adalah Nabi terakhir. Orang-orang Ahmadi hanya meyakini beliau 
sebagai Imam Mahdi, Masih Mau'ud a.s. atau Nabi Isa ibnu Maryam yang 
dikabarkan kedatangannya yang kedua kalinya dalam hadist-hadist 
Bukhari, Muslim, dan lain-lainnya.... 
 ------------------>bersambung. 

Wassalamualaikum wr.wb. 
Nadri Saaduddin, 
Jalan Rambutan 23, 
Telp. 0765-93072 
Duri 28884, Riau Daratan, 
INDONESIA.... 
>Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 


 ===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS


Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252


Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com



----- Original Message ----
From: Hajji Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 16, 2008 3:10:42 PM
Subject: [is-lam] Apakah Saudaraku Nadri Saaduddin, masih ada di milis ini ?


Bismillaah, Ar-Rahmaan, AR-Rahiim

Saya hanya ingin menyapa Saudara saya Nadri Saaduddin dari Riau, apakah masih 
ada di milis ini ? Mohon response via pribadi.

Terima kasih wa salamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

 -----------------------------------------------------------
Mau Langganan Pulsa Keluarga Murah, Isi Sendiri, Mudah dan Cepat: 
Klik http://www.xez-pulsa.uni.cc


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke