a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,
 
[2:148 & 5:4]
dihadapan Allah SWT, yg namanya kebaikan itu bukan hak prerogratif kaum muslim 
saja. shg sikap ummat muslim berhak mengakui kebaikan kaum lain yg tdk Qur'an 
& hadist. boleh jadi kebaikan mereka lbh mutu dr sebagian muslim pd hal2 
tertentu. itu maksud seruan berlomba-lomba thd mereka.
 
bagi Allah SWT, semua amal kebaikan yg dilakukan manusia dr kaum manapun, akan 
senantiasa dicatat Raqib & 'Atid dan terjaga sampai tiba waktu berhisab. 
apakah kebaikan itu diterima Allah SWT? itu urusan Allah SWT. inilah yg 
dimaksud semua akan kembali kepada Allah SWT. 
 
non-muslim jgn merasa dibelain dgn ini. karena merasa sdh byk berbuat 
baik, lalu 'tawakal' hasilnya dikembalikan pd Allah SWT begitu saja sebab 
ada faktor lain yg hanya Allah SWT yg punya hak menerima/menolak. nafsu 'merasa 
sdh byk berbuat baik' saja bisa jerumuskan diri pd keriya'an.
 
Allah SWT terangkan kepada ummat Islam bahwa Allah SWT tidak akan jadikan 
semua ummat itu berujuk pd Qur'an & hadist. ada yg berujuk pd 
christianism, konghoochu, hinduism, budhism, kapitalism, komunism, 
ahmadism, avengelism, .. dlsbgnya. tentu saja mereka ini akan terus 
mencari tambahan pengikut. sementara 
bagi ummat Islam, itu ujian apakah akan istiqamah dgn keislamannya 
atw luntur turuti promosi mereka? 
 
buat kaum ahmadism, yg selintas bersikap santun utk cari simpati/empati seolah 
sdh amat beriman dgn tutur katanya, bacalah peringatan dibawah ini, siapa 
tahu kembali pd garis lurus keislaman.
 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan membunuh para 
nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh 
manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima 
siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) 
amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh 
penolong. (Ali-'Imran:21-22)*

kalian tidak bunuh nabi, tapi bunuh ajarannya dgn ciptakan nabi/utusan 
baru nurut nafsumu sendiri. 
 
 
salam,
Fahru

--- On Wed, 6/18/08, Anggy I Arilsta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Anggy I Arista <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [is-lam] (no subject)
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 18, 2008, 8:15 AM



#yiv1984301827 #yiv65210981 DIV {
MARGIN:0px;}


Salam,
 
salah satu solusi terbaik adalah .... 
 
[2:148] Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka 
berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan 
mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
 
[5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, 
membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab dan batu ujian terhadap 
kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang 
Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan 
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat 
diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah 
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji 
kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. 
Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu 
apa yang telah kamu perselisihkan itu, 
 
 
Jika Allah kehendaki, kita semua sudah menjadi 1 umat saja... Tapi dengan 
berbagai perbedaan, jelas fokus pertamanya adalah masing2x berlomba berbuat 
kebajikan, bukan saling mengkafirkan/saling menjatuhkan..

----- Original Message ----- 
From: Hajji Syaifuddin Ma'rifatullah 
To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 18, 2008 6:48 AM
Subject: [is-lam] (no subject)


Original Link:
http://answers.yahoo.com/question/?qid=20080615091605AAmlxec

Resolved Question
Menurut anda apakah Allah yang maha Pengasih dan Penyayang mengijinkan kita ... 
?

Asked by : Purple Heart
Memusuhi sesama yang tidak sepaham dengan kita? Apa solusi yang terbaik kita 
sebagai manusia yang beriman? 
----------------------------------------------------
Answered by Partnert Dakwah Geo 
Best Answer - Chosen by Asker

Bismillaah, Ar-Rahmaan, AR-Rahiim
(Dengan atas nama Allah, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Kalimat pembuka saya di atas adalah ikrar dan sumpah saya kepada Allah, yang 
Maha Pengasih, Maha Penyayang, bahwa saya setelah ini, akan selalu memandang, 
berfikir dan bertindak dengan Kasih dan Sayang.

Saya berani ambil resiko bahwa saya akan di"marahi" oleh Allah kalau saya tidak 
melakukannya, tetapi saya membiarkan diri saya dihina dan dicaci, kalau pada 
kenyataannya akan ada orang yang tidak senang "saya mengasihi dan menyayang 
orang atau golongan yang tidak disukai oleh orang tertentu" sebab mereka semua 
adalah makhluq (ciptaan) Allah juga.

Jika saya "mengasihi dan menyayangi" orang atau golongan yang tidak disukai 
oleh orang atau golongan tertentu, tidaklah berarti saya setuju dengan apa yang 
dilakukan oleh orang / golongan yang tidak disukai itu, malainkan saya ingin 
melakukan pendekatan "apa yang bisa saya bantu" agar pada saatnya orang / 
golongan tidak disukai ini menjadi yang terbaik seperti yang diharapkan oleh 
Allah kepada semua hamba-Nya.

Jelas bahwa Allah tidak menyukai kita bertindak semena-mena kepada siapa pun 
yang tidak sepaham dan sependapat dengan kita. Bahkan Allah sudah memberikan 
banyak panduan dan bimbingan bagaimana kita menghadapi orang yang berbeda 
pendapat dengan kita.

Tindakan memusuhi bukanlah tindakan dewasa. Jika kita memusuhi, bagaimana 
mungkin kita bisa membantunya memperbaiki jika memang mereka melakukan 
kesalahan. Tapi bisa jadi juga perbedaan yang kita temui, hanyalah karena kita 
"belum sampai pada pemahaman" itu atau bisa jadi juga sudut pandang kita memang 
berbeda dengan sudut pandang yang mereka gunakan. Atau bisa jadi bahasa yang 
kita pakai berbeda dengan pendekatan bahasa yang mereka gunakan.

Nah, kearifan dan kedewasaan tetap diperlukan untuk melihat persoalan secara 
lebih menyeluruh daripada hanya dalam satu sudut pandang saja.

Terima kasih telah bertanya dan semoga kita semua dapat bertindak arif dan 
dewasa dalam melihat perbedaan apa pun di antara kita. Saling mengisi dari 
perbedaan yang ada ini, kiranya akan menjadikan semuanya menjadi lebih solit 
dan kaffah.

As-Salaamu Alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. 

Asker's Comment: Terima kasih!!! Semoga di Indonesia tercinta kita ini, semakin 
banyak orang yang berpandangan seperti Anda! 






_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.3.0/1505 - Release Date: 6/16/2008 7:20 
AM
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke