Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim
Saya harus nyatakan bahwa apa yang disampaikan pada e-mail ini, sungguh saya 
dukung 100%, sebab inilah yang saya katakan "cegahlah kemunkaran dengan 
kebaikan, seperti yang diajarkan oleh Allah".

Al-hamdulillaah, "Ya Allah, ya tuhanku dan tuhan kami semua, bimbinglah kami 
semua tetap berada di jalanmu dengan kemudahan dan kelembutan hati. 
Lembutkanlah hati kami, sehingga kami hanya 'mendengar dan taat hanya 
kepada-Mu', Tiada tuhan yang patut kami sembah selain Engkau. Kepada-Mu tempat 
kami bergantung dan kepada-Mu kami semua mengabdi. Limpahkan kepada penulis 
e-mail ini keberkahan dalam beribadah kepada-Mu, sertakan keindahan, kesenangan 
dan kerinduan hidup dengan-Mu, bersama-Mu dan untuk-Mu".

Mari kita awali hidup kita hari ini dengan kesadaran bahwa kita hanya hidup 
"Dengan Allah, bersama Allah dan Untuk Allah" sebagai suatu air lingkungan 
orang beriman yang muslimiiin.

As-Salaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.






----- Original Message ----
From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]
Sent: Thursday, June 19, 2008 3:30:30 PM
Subject: [is-lam] FPI vs Ahmadiyah: Introspeksi Kelemahan Ummat Islam

Assalamu’alaikum wr wb,
Meski saya tetap mendukung perjuangan FPI dan juga rekan2
lainnya dalam memberantas aliran sesat, namun ada baiknya juga kita mengingat
ayat-ayat Al Qur’an dan sunnah Nabi sehingga kita terhindar dari kebinasaan.

Memang betul bahwa Nabi memerintahkan kita untuk mencegah
kemungkaran dengan tangan kita, jika tidak sanggup dengan lisan. Jika tak
sanggup juga dengan hati.

Tapi ada baiknya juga kita pelajari strategi Nabi pada zaman
dahulu. Ketika Nabi lemah, meski Nabi dan para sahabat disiksa oleh kaum kafir
Mekkah, mereka menahan tangan mereka dari berjihad melawan orang yang
menganiaya mereka:

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada
mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan
tunaikanlah zakat!" [An Nisaa’:77]

Setelah itu mereka hijrah ke Madinah dan membentuk kekuatan
sendiri, yaitu negara Islam di Madinah. Ketika diserang, mereka membela diri
pada perang Badar, Uhud, dan Khandaq.

Baru ketika benar-benar kuat mereka taklukkan Mekkah tanpa
kekerasan karena kaum kafir gentar dengan kekuatan kaum Muslimin.

Artinya Nabi dan para sahabat mencegah kemungkaran dengan
tangan sebagai penguasa/aparat. Bukan sebagai rakyat. Oleh karena itu tidak ada
yang menangkap Nabi karena Nabilah pemimpin negara.

Sebab itu ada baiknya para aktivis Islam yang hendak
mencegah kemungkaran dengan tangan masuk jadi polisi, jadi Kapolri, bahkan jadi
Presiden. Sehingga bisa mencegah kemungkaran tanpa ada yang bisa menangkap.
Karena merekalah penguasa. Merekalah penegak hukum.

Tentu saja strategi ini akan dihalang-halangi oleh kelompok
macam AKKBB yang terdiri dari Islam Liberal dan Non Muslim yang didukung oleh
AS dan sekutunya.

Kemudian dalam memerangi kemungkaran hendaknya kita tetap
santun dan tidak kasar. Karena jika kasar, jangankan Non Muslim, Muslim yang
awam boleh jadi akan membenci kita. Menjauh dari kita:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah
mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam
urusan itu…” [Ali ‘Imran:159]

Kemudian ummat Islam sangat lemah di bidang media. Akibatnya
pemberitaan dikuasai oleh kelompok Liberal dan Non Muslim. Sebagai contoh
Rupert Murdoch, Konglomerat Media Yahudi sudah membeli StarAntv dan TVOne. Tak
heran jika FPI dan MUI jadi bulan-bulanan media massa tsb. 

Sedangkan FPI saya lihat jangankan TV, blog saja tidak
punya. Ketika saya google dengan key words FPI Front Pembela Islam, yang ada
hanya blog gratisan:
fpi-frontpembelaislam.blogspot.com

Itu pun bisa jadi
yang membuat hanya simpatisan saja. Bukan FPI!

Padahal ummat Islam harus menguasai media agar ummat tidak
mendapat berita dari orang2 fasik:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang
fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak
menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Hujuraat:6]

Jadi kalau media mencitrakan buruk tentang Islam jangan
salahkan mereka. Itu memang sifat mereka. Yang patut kita perbaiki adalah
bagaimana ummat Islam bisa menguasai media. Alhamdulillah sudah ada media
seperti eramuslim.com dan hidayatullah.com. Tapi jumlah itu kurang dan harus
diperbanyak bukan sekedar di web, tapi juga koran, radio, dan TV. Untuk TV ada
TV Komunitas yang murah dengan biaya hanya Rp 60-500 juta saja 
(http://islamicbroadcasting.wordpress.com).
Sebagai contoh pengurus masjid Jogokariyan Yogya sudah berhasil membuat TV
Komunitas yang bisa menjangkau 200 ribu penduduk.

Demikian sekedar masukan dari saya.

Wassalamu’alaikum wr wb

===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS


Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252


Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke