SABAR miliknya orang ber-AKAL, (calon?) Nabi-pun Tidak Sabar Karena Perasaan 
Ingin Tahu.

Didalam al-Qur'an terjadilah dialog antara Nabi dan (calon?) Nabi, tapi kalau 
sekarang walau sudah menjadi Allahyarham kedua duanya adalah Rasul dan juga 
Nabi.
Pada saat itu dialog tersebut adalah sebagai berikut:

"Bagaimana kamu dapat SABAR, atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan 
yang cukup tentang itu"

Contoh:
Jika pada suatu penerbangan dan anda lagi di Airport, setelah menunggu satu jam 
diruang tunggu, tiba tiba anda mendengarkan pengumuman, bahwa PENERBANGAN ANDA 
DITUNDA, tapi sayangnya tidak dijelaskan APA SEBAB DITUNDA dan BERAPA JAM 
TUNDAAN dan JAM BERAPA AKAN BERANGKAT.

Biasa kalau menghadapi SITUASI begini, para penumpang jadi GELISAH dan tidak 
SABAR, karena kita TIDAK PUNYA PENGETAHUAN YANG CUKUP APA YANG BAKAL TERJADI.
Lihat ayat al-Qur'an diatas yang berbunyi: "Bagaimana kamu dapat SABAR, atas 
sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu"

Tapi lain halnya kalau sewaktu diumumkan sbb: Penerbangan tertunda selama SATU 
JAM, karena lagi menunggu connecting flight untuk VVIP. Pada kasus yang kedua, 
para penumpang sudah tahu yang bakal terjadi maka mereka bisa ber-SABAR dan mau 
mengerti dan tidak GELISAH, tapi mungkin dalam hati mengomel juga sedikit, tapi 
salah sendiri mengapa tidak menjadi VVIP.

Jadi kesimpulan dari dialog antara Nabi Khaidir dan Nabi Musa tersebut, modal 
SABAR adalah milikilah PENGETAHUAN tentang hal hal yang sedang atau bakal 
dihadapi. Banyak contoh contoh lain bagaimana SABAR vs AKAL yang bisa 
dibuktikanlain bagaimana kita bisa bersabar kalau kita tahu apa yang bakal 
dihadapi atau dalam kata lain PLANNING A HEAD.

Alkhori M
Al-Khor Community
Qatar
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke