Howdy, 1. Kalau anda teliti mungkin akan tahu kesalahan menulis nama saya, sampai saat ini:-) Memang sangat sulit melihat kesalahan diri dibanding kesalahan orang lain. Anda mungkin termasuk salah satu dari orang yang mempunyai sifat ignorance, dalam hal memperhatikan nama orang:-):-)
2. Pengalaman yang sama belum tentu menghasilkan/membuahkan hasil yang sama. Pengalaman anda masa lalu mendengarkan musik, mungkin tidak menghasilkan buah yang sama dengan pengalaman saya mendengarkan musik yang sama:-) Mungkin dahulu anda mendengarkan musik karena anda masih dalam jahiliyah saudara, tidak harus hal yang sama terjadi kepada saya, ... bukankah begitu:-):-) Semoga saat ini anda tidak memasuki jahiliyah yang lain:-) 3. Setiap orang mempunyai gaya bahasa yang berlainan dalam mengemukakan pendapat. Sebaiknya tidak memaksa setiap orang menggunakan gaya bahasa anda. 4. Sekali lagi 'becik ketitik ala ketara,' hati-hati dengan kesombongan terselubung. 5. Daripada sibuk mengurusi orang lain, lebih baik anda membaca ini saja: http://media.isnet.org/islam/Shiyam/index.html mumpung bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Howgh! -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker "As the years go passing by" - Al Cooper From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Syarif Hidayat Sent: 24 Agustus 2008 16:43 To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Chicken Shack = [email protected] ? Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Pemurang Dan Maha Penyayang Assalammualaikum WR WB Baiklah,, saya mohon maaf atas kesalahan saya menuliskan nama sdr. Joko Lukamanto yang seharusnya Joko Luknanto. Bravo sdr memang unggul dalam memberikan penjelasan. Tetapi hal ini makin menarik saja. Sekedar sharing informasi saja. Bahwa saya pun pada masa jahiliah saya, adalah penggemar music-music beatle dan yang lainnya. Bahkan saya membentuk sebuah band dengan teman-teman untuk sekedar menyalurkan hobby dan mengisi waktu. Dari hobby tersebut saya sempat mengidolakan musisi barat, eropa dan US. Bahkan saya mulai menyerap pemikiran-pemikiran mereka. Semua itu pada awalnya menghasilkan suatu ideologi liberal yang mulai mengusai cara berfikir dan bersikap. Celakanya, pemikiran liberal tersebut menginfeksi ahlaq dan aqidah. Dan inilah yang sering di sebut Islam Liberal. Padahal seharusnya Islam yang saya inginkan itu bukan Liberal tetapi Moderat. Pemikiran yang liberal inilah yang sebenarnya seperti ibarat racun setitik dalam susu sebelanga, Yang mengantarkan saya kepada kesesatan. Maaf tidak bermaksud mengatakan Liberal adalah Sesat. Tetapi saya mengalaminya bahwa demikian adanya. Sampai pada ahirnya ALLAH SWT memberikan Rahmat dan Hidayah kepada saya untuk membersihkan dan membuang jauh-jauh racun ahlaq tersebut. dan kembali kepada keimanan dan ahlaq sebagaimana seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Perjalanan tersebut sangat berharga karna saya jadi tahu dan memahami bagaimana orang-orang neo Liberalis berfikir dan menyusun strategi. Sebenarnya yang jadi masalah adalah bukan pada neo libearlisme atau liberalisme agama. Tetapi yang jadi masalah adalah imbasnya terhadap keimanan, ahlaq dan aqidah. Karna ketika orang-orang liberalis menyerukan dan mengajarkan haram berjihad maka artinya mereka telah melindungi kepentingan-kepentikan musuh-musuh keimanan muslimin untuk menghancurkan muslimin dan mukminin sehancur-hancurnya. Bukankah jihad adalah pencapaian terpenting dalam bertawakal kepada ALLAH SWT.?? Kesimpulan. Dilihat dari kegemaranya menuliskan : -- Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker "The law must change - John Mayall" Mudah-mudah sdr Joko Luknanto bukanlah seorang Neo Liberalis ataupun penyebar paham Liberalisme agama. Karna Islam bukanlah sesuatu yang harus di reformasi di revolusi atau di rekontruksi. Tetapi ia haruslah tetap sama seperti pertama kali di ajarkan oleh Nabi Muhamad SAW. Salam hangat saya kepada sdr Joko Lukmanto.. _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
