Pengantar Kajian Tauhid 

Urgensi tauhid dalam kehidupan muslim sangat besar pengaruhnya, sebagai dasar 
utama yang dibangun di atasnya seluruh ajaran Islam. Periode dakwah yang 
dilakukan Rasulullah saw. di Mekah menegaskan betapa tauhid sangat urgen 
pengaruhnya. Ayat-ayat Alquran yang diturunkan Allah pada fase itu fokus 
utamanya berbicara tentang tauhid. 


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan petunjuk kepada cahaya iman, 
dien yang lurus yaitu agama Islam melalui hamba pilihan-Nya Muhammad saw. Dan 
yang telah meneguhkan hati para hambanya yang teguh dalam memegang akidah yang 
lurus. Selawat dan salam teriring kepada teladan kita Rasulullah Muhammad saw, 
Nabi yang terakhir, juga kepada para keluarga dan para sahabatnya serta kaum 
muslimin/muslimat yang teguh mengikuti ajaran dan akidahnya sampai akhir jaman, 
amin. 

Urgensi tauhid dalam kehidupan muslim sangat besar pengaruhnya, sebagai dasar 
utama yang dibangun di atasnya seluruh ajaran Islam. 

Periode dakwah yang dilakukan Rasulullah saw. di Makkah menegaskan betapa 
tauhid sangat urgen pengaruhnya. Ayat-ayat Alquran yang diturunkan Allah pada 
fase itu fokus utamanya berbicara tentang tauhid. 

Generasi sahabat, mereka yang dibina Rasulullah saw. adalah manusia-manusia 
yang bertauhid, yang tidak dijumpai di permukaan bumi ini sebelum dan 
sesudahnya. 

Tauhid mampu merubah manusia menjadi manusia yang perilakunya sesuai dengan 
keinginan Allah SWT. Mungkinkah kita menjadi orang yang bertauhid seperti yang 
diinginkan? Dengan berdoa dan memohon taufik dari-Nya Insya Allah kita bisa 
mencapai ke arah itu minimal pemahaman tauhid kita tidak melenceng dari 
rambu-rambu yang ditetapkan Allah. 

Semua itu memerlukan pemahaman yang benar akan tauhid dari sumbernya yang 
autentik yaitu Alquran dan Sunah serta kitab-kitab tauhid yang diakui 
keabsahannya oleh ulama-ulama Islam dahulu dan sekarang. 

Untuk mendapatkan pemahaman yang benar dari sumber ilmu yang autentik, maka 
perlu merujuk kepada pehamaman generasi teladan umat yaitu generasi salaf. 
Kelurusan dan keteladanannya dalam beragama dan beraqidah tidak diragukan lagi 
karena mereka mewarisi apa yang telah diajarkan Rasulullah saw. 

Allah SWT telah memberikan penilaian terhadap generasi tersebut akan 
keteladanan dan keutamaannya dari umat-umat atau generasi-generasi lainnya. 
Allah SWT telah berfirman, 

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada 
yang ma'ruf (baik)dan mencegah kepada yang mungkar (jahat) dan beriman kepada 
Allah." (Ali Imran: 110). 

Demikian juga sabda Rasulullah saw,

"Sebaik-baik generasi ialah generasiku (generasi yang sejaman dengan Rasulullah 
saw yang dalam hal ini adalah sahabat ra), kemudian generasi sesudah mereka 
(generasi yang belajar Islam dari sahabat Nabi, dalam hal ini disebut generasi 
tabi'in), kemudian generasi yang sesudah mereka (generasi yang belajar Islam 
dari tabi'in, dalam hal ini disebut generasi tabi'it tabi'in) kemudian setelah 
itu datang pula kaum-kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya (yakni sudah 
banyak orang yang tidak bisa dipercaya sehingga memberi persakssian dan sumpah 
tanpa diminta dan persaksian serta sumpahnya itu palsu)." (HR Bukhari). 

Jadi generasi umat yang dapat dijadikan suri tauladan adalah tiga generasi 
semenjak generasi Rasulullah saw sampai generasi tabi'it tabiin, yaitu: 




  1.. Generasi sejaman dengan Rasulullah saw: sahabat ra (generasi ayah). 

  2.. Generasi sesudah mereka: tabi'in (generasi anak). 

  3.. Generasi yang sesudah mereka : tabi'it tabi'in (generasi cucu), sampai 
abad ke-3 H.


Inilah tiga generasi pertama umat Islam, generasi yang terpercaya dalam 
menyampaikan agama Allah SWT. Kepada merekalah kita merujuk segala pemahaman 
agama Islam ini yang benar dan lurus, melalui merekalah kita mengambil ilmu 
syariat agama ini yang telah Rasulullah saw ajarkan dan mereka ini adalah 
generasi yang menumbuhkan sunnah-sunnah Rasulullah saw. 

Banyak sekali sumber-sumber rujukan ilmu agama yang telah diwariskan oleh 
generasi kaum salaf. Dan juga generasi sesudahnya yang mengikuti jejaknya yang 
lurus dan dapat dipercaya. 

Akan tetapi di antara pemahaman yang lurus itu telah muncul pula pemahaman yang 
menyimpang yang menyebabkan umat Islam ini berpecah-pecah atau 
bergolong-golongan. Masing-masing dari golongan yang telah menyimpang itu juga 
mengklaim bahwa golongan sendirilah yang pemahamannya benar sedangkan yang lain 
salah. Maka benarlah apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw,

"Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk 
neraka kecuali satu golongan." Ditanyakan kepada beliau: "Siapakah mereka, 
wahai Rasul Allah?" Beliau menjawab: "Orang-orang yang mengikutiku dan para 
sahabatku." (HR Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Darami, dan -Hakim). 

Dengan memahami persoalan tersebut di atas, maka kita sadar bahwa setiap Muslim 
perlu mencari dan mendapatkan pemahaman agama yang banar dan lurus yang tidak 
dibelokkan oleh kaum yang bodoh dan menuruti hawa nafsunya serta kepentingan 
kelompoknya. Hanya atas petunjuk dan pertolongan Allah sajalah kita dapat 
mengikuti jejak Rasulullah saw di dalam beribadah kepada-Nya. 

Maka dengan mengharap pertolongan, petunjuk, taufik dan hidayah-Nya di dalam 
rubrik "TAUHID" ini, www.alislam.or.id berusaha menyajikan kepada pemahaman 
yang lurus sesuai dengan pemahaman salafussalih dari umat ini. 

I. MUKADIMAH TAUHID 

A. Tauhid Merupakan Dakwah Semua Rasul 

Bahwa semua rasul yang diutus kepada umat manusia mempunyai kesamaan tujuan 
adalah sebuah aksioma yang mesti diketahui setiap Muslim. Hal itu dijelaskan 
dengan rinci oleh Allah SWT dalam firmannya di beberapa tempat dalam Alquran. 

Firman Allah tentang rasul pertama, Nuh as,
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkat: 'Wahai 
kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selan-Nya. 
Sesungguhnya kalau kamu tidak menyembah Allah aku takut kamu akan di timpa azab 
hari yang besar (kiamat)." (Al-A'raf: 59) 

Firman Allah menjelaskan tentang perkataan Hud as kepada kaumnya,
"Dan Kami telah mengutus kepada 'Ad saudara mereka Hud, ia berkata: 'Hai kaumku 
sembahlah Allah sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa 
kamu tidak bertakwa kepadanya." (Al-A'raf: 65) 

Firman Allah tentang perkataan Saleh as kepada kaumnya,
"Dan Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata: 
'Hai kaumku sembahlah Allah sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selan-Nya." 
(Al-A'raf: 73) 

Firman Allah tentang perkataan Su'aib kepada kaumnya,
"Dan Kami telah mengutus kepada penduduk Madyan saudara mereka, Su'aib. Ia 
berkata, 'Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu 
selain-Nya." (Al-A'raf: 85) 

Penjelasan Allah tentang diutusnya setiap rasul
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk 
menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu." (An-Nahl: 36) 

Penjelasan Allah tentang rasul-rasul sebelum Muhammad
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan kami 
wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Aku, maka 
sembahlah oleh mu sekalian akan Aku." (Al-Anbiya: 25) 

Penegasan Rasulullah saw tentang tauhid
"Saya diperintahkan untuk memerangi manusia, sehingga mereka bersaksi bahwa 
tiada Tuhan yang Haq disembah selain Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah utusan 
Allah." (HR Bukhrai, Muslim).

Dari uraian di atas maka kewajiban seorang Muslim yang pertama dan utama adalah 
menauhidkan Allah SWT dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusannya, 
dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang dicakup oleh kalimat sahadatain itu. 

B. Macam-Macam Tauhid 

Tauhid terbagi menjadi tiga macam: 




  a.. Tauhid Rububiyah 

  b.. Tauhid Uluhiyah 

  c.. Tauhid Asma dan Sifat


C. Urgensi Tauhid dan Korelasinya dalam Menghapus Dosa 

Firman Allah: 
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan 
kezaliman (sirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka 
itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Anfal: 82) 

Abdullah ra ia berkata, "Ketika ayat ini turun kami berkata kepada Rasulullah 
saw, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak menzalimi dirinya?' 
Beliau bersabda, 'Bukanlah maksudnya seperti yang kalian katakan (firman Allah: 
'Yang tidak mencampuradukan iman mereka') maksudnya adalah syirik, tidakkah 
kalian mendengar perkataan Lukman kepada anaknya: 'Hai anakku, janganlah kamu 
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar 
kezaliman yang besar." (HR Bukhari, Muslim) 

Dari Ubadah bin Shamit ra ia berkata Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa 
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah tiada sekutu baginya dan Muhammad 
adalah hamba dan Rasulnya, dan bahwa Isa as adalah hamba Allah dan Rasulnya, ia 
adalah kalimat-Nya yang dianugerahkan kepada Maryam sebagai ruh dari-Nya, dan 
bersaksi bahwa surga dan neraka adalah kebenaran yang haq, maka Allah akan 
memasukkannya kedalam surga dengan amalan apapun yang pernah ia kerjakan." (HR 
Bukhari, Muslim) 

Hadits Itban ra meriwayatkan bahwa Allah mengharamkan neraka terhadap orang 
yang berkata, "Tiada Tuhan selain Allah dengan tujuan ikhlas karena Allah." (HR 
Bukari, Muslim) 

Hadis-hadis di atas juga yang semisal dengannya menjelaskan keutamaan kalimat 
tauhid, tidaklah hanya sebatas ucapan yang dilafalkan mulut semata, namun ia 
memerlukan konsekwensi dari orang yang mengucapkannya. Karena tidaklah kaum 
Musrikin Quraisy dahulu tidak bisa melafalkannya tetapi mereka mengetahui 
konsekwensi jika mereka mengucapkan kalimat itu, tentunya hidahyah dan taufik 
Allah juga tidak masuk kepada mereka. 

D. Tanya Jawab 

a. Tanya: Apakah macam-macam tauhid dan jelaskan definisinya? 

Jawab: Macam-macam tauhid ada tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan 
Tauhid Asma wa Sifat. 

Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah dalam hal mencipta, memberi rezeki, 
menghidupkan, mematikan dan yang semacamnya seperti mengelola apa yang ada di 
langit dan di bumi. Serta mengesakan Allah dalam menentukan hukum dan 
perundang-undangan dengan mengutus Rasul dan menurunkan kitab. 

Firman Allah:
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi 
dalam enam masa lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada 
siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakannya pula matahari, bulan 
dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah 
menciptakan dan memerintah hanyalah Allah. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam." 
(Al-A'raf: 54) 

Tauhid Uluhiyah ialah mengesakan Allah dalam beribadah hanya kepadanya, tidak 
menyembah selai-Nya, tidak berdo'a kecuali kepadanya, tidak memohon pertolongan 
kecuali kepadanya, tidak bernadzar atau menyembelih binatang kecuali bagi-Nya. 

Firman Allah:
"Katakanlah: 'Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah 
untuk Allah, tuhan sekalian alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah 
yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan 
diri kepada Allah." (Al-An'am: 162-163) 

Tauhid Asma wa Sifat adalah mensifatkan Allah dan menamakan-Nya sesuai dengan 
apa yang disifatkan dan dinamakan oleh Allah sendiri dan sesuai dengan apa yang 
disifatkan dan dinamakan oleh Rasulullah saw kepada-Nya, dalam hadis-hadis 
sahih dan menetapkan bagi-Nya tanpa menyerupakan, mempermisalkan dan tanpa 
mentakwilkannya. 

Firman Allah:
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar 
lagi Maha Melihat." ( Asy-Syuura: 11) 

(bersambung).


Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke