Silahkan saja, feel free, thanks.

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Djoko Luknanto
Sent: Saturday, August 30, 2008 5:02 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] SELINGAN: Serba Serbi Belajar Bhs. Arab
MenyambutRamadhan, lanjutan 2 dr n

Assalamu’alaikum w.w.

Mas Alkhori M., saya merasa hal seperti bermanfaat, at least bagi
saya. Bolehkah artikel semacam ini saya kumpulkan untuk diterbitkan di
web. Atau malah sudah ada. Nanti kalau sudah terkumpul, dan teredit
dengan baik, akan banyak gunanya untuk acuan di internet. What do you
think?

Wass.w.w.
-- Djoko Luknanto, anggota Komite Media Isnet, http://media.isnet.org/


From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Alkhori M
Sent: 30 Agustus 2008 8:44
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [is-lam] SELINGAN: Serba Serbi Belajar Bhs. Arab Menyambut
Ramadhan, lanjutan 2 dr n

Abstrak:
Tidak ada bahasa yang susah atau sulit di Dunia. Ini terbukti semua
anak anak yang dilahirkan dimana saja di Bumi Allah ini semuanya bisa
berbicara bahasa ibu mereka, kecuali anak yang dilahirkan telinganya
tidak bisa mendengarkan sehingga grown-up tanpa bisa menghasilkan
suara yang sama dengan lingkungannya. Tapi walaupun demikian ada juga
terkesan ada bahasa yang agak sulit seperti bhs. Arab. Belajar bahasa
akan sulit dan susah itu tiada lain karena sewaktu belajar bahasa
(bahasa apa saja) yang terjadi adalah cara belajar bahasa tersebut
secara terbalik. Apa saja kalau belajarnya secara terbalik akan
terkesan SUSAH atau SULIT.  Bahasa itu adalah untuk di-UCAP-kan tapi
bukan untuk dipikirkan apa lagi mau di-LOGIKA-kan. Jadi belajarlah
bahasa untuk di-UCAP-kan bukan untuk dipikirkan. Maka kalau belajar
bahasa dengan email atau dikelas sekalipun kalau untuk dipikirkan maka
belajar bahasa itu tidak akan berhasil. Jadi belajar bahasa harus
di-UCAP-kan baru setelah bisa atau mahir untuk di-UCAP-kan baru mulai
difikirkan. Apa itu yang difikirkan dalam bahasa itulah yang dinamakan
dengan TATA BAHASA atau QAWA’ID.
Oleh karenanya judul diatas bukanlah belajar bahasa Arab, tapi
disebutkan SERBA SERBI belajar bahasa Arab.

Pemakaian TA dan MA sebagai Awalan pada Kata Kata Arab
TA dan MA banyak dipakai dalam bahasa Arab yang mana TA bisa diartikan
MENJADIKAN atau MEMBUAT, sementara MA juga bisa diartikan MENJADI atau
MEMBUAT, apa beda atau SERUPA tapi tidak SAMA dari pengaruh kata TA
dan MA yang dipakai sebagai awalan di dalam kata kata Arab.

Untuk TA lihat contoh dibawah:
KABIR = BESAR jika telah ditambah awalan TA maka menjadi TAKBIR
QADARA = MENENTUKAN jika telah ditambah awalan TA maka menjadi TAQDIR
QATAR = NEGARA QATAR jika telah ditambah awalan TA maka menjadi TAQTIR
(Nasionalisasi atau Qatarisasi), tentu banyak contoh contoh lain.

Untuk MA lihat contoh dibawah:
KHALAKA = MENCIPTA jika telah ditambah MA maka menjadi MAKHLUK
JALASA = DUDUK jika telah ditambah MA maka menjadi MAJLIS
KATABA = MENULIS jika telah ditambah MA maka menjadi MAKTAB

Ingat diatas telah diuraikan bahwa bahasa adalah untuk di-UCAP-kan
bukan untuk di-LOGIKA-kan, tapi contoh diatas bukanlah LOGIKA tapi
begitulah di-UCAP-kan dan kebetulan bisa dibuat GENERALISASI lagi
secara kebetulan bisa sejalur dan searah, salam. 

Insya Allah, akan disambung/…

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar




_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke