Copied & Pasted from Detik.com

 

Dalam kitab La Tahzan, ada ilustrasi menarik mengenai drama kehidupan ini.
Adalah dua kelompok nelayan yang bertolak belakang tujuan hidupnya. Kelompok
pertama, karena memiliki tujuan akhirat, selalu memperbanyak ibadah kepada
Allah. Kelompok lainnya, karena tujuan hidupnya cuma dunia fana, kerjaannya
banyak maksiat. Mereka membawa perempuan ke dalam kapalnya, membekali setiap
pelayarannya dengan minuman keras, berjudi di atas kapal, dan segala bentuk
kemaksiatan lainnya. Namun apa yang terjadi? Ternyata ikan tangkapan
nelayan-nelayan ahli maksiat itu justru lebih banyak dari ikan tangkapan
nelayan yang taat beribadah. Dalam hati, para nelayan yang sholeh diam-diam
bertanya,  "Ya Allah, bagaimana sih konsep bagi-bagi rizki? Masak mereka
yang banyak bermaksiat malah rizkinya banyak, sedangkan kami yang taat dapat
rizki sedikit?"

Nelayan-nelayan yang taat beribadah itu pun kemudian sepakat membuat sebuah
eksperimen. Mereka akan "menguji" Allah dengan melakukan maksiat
kecil-kecilan. Dalam logika sederhana mereka, dengan meniru kemaksiatan yang
dilakukan kelompok nelayan yang lain, mereka pun akan mendapat kelebihan
rizki. Benar saja. Ikan tangkapan mereka menjadi banyak. Di antara ikan yang
banyak itu, ada satu ikan besar yang ketika dibuka perutnya ditemukan
sebutir mutiara tak ternilai harganya. Dasar orang beriman, bukannya girang,
para nelayan itu malah ketakutan. Apakah rizki ini halal? Apakah semua ini
min fadlirabbi, dari Allah? Karena khawatir rizki besar itu tidak halal,
mereka memutuskan membuang mutiara itu kembali ke laut. Mereka pun pindah
tempat memancing dan meninggalkan maksiat eksperimental yang mereka lakukan
untuk menguji Allah.

Setelah bertobat, ternyata hasil tangkapan mereka tidak berkurang. Malah,
seekor ikan besar kembali berhasil dipancing dan ketika perutnya dibelah,
mutiara besar yang tadi dibuang ketemu lagi! Inilah rahasia nikmat Allah.
Yang namanya rizki, biarpun kita buang, bakal balik lagi bila sudah
ditetapkanNya sebagai milik kita. Dalam ilustrasi di atas, mutiara yang
sudah ditetapkan sebagai rizki para nelayan yang taat itu ternyata tidak ke
mana.

Bedanya, cara dan kondisi saat kita memperoleh rizki itu. Rizki yang
diperoleh dengan cara baik, akan halal dan membawa keberkahan. Sebaliknya,
biarpun sama atau malah lebih banyak, rizki yang haram hanya akan menambah
kesulitan.  Wallahu a'lam.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke