Assalamu'alaikum,

Afwan, mungkin kutipan hadits dibawah ini bermanfaat.

  a.. Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
  Bahwa Seorang badui menawarkan diri kepada Rasulullah saw. dalam 
perjalanan untuk memegang tali kekang unta beliau. Kemudian orang itu 
berkata: Wahai Rasulullah atau Ya Muhammad, beritahukan kepadaku apa yang 
dapat mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka. Nabi saw. 
tidak segera menjawab. Beliau memandang para sahabat, seraya bersabda: Ia 
benar-benar mendapat petunjuk. Kemudian beliau bertanya kepada orang 
tersebut: Apa yang engkau tanyakan? Orang itu pun mengulangi perkataannya. 
Lalu Nabi saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah, tidak 
menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat, menunaikan zakat dan 
menyambung tali persaudaraan. Sekarang, tinggalkanlah unta itu. (Shahih 
Muslim No.14)

  b.. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
  Bahwa seorang badui datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai 
Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku lakukan, 
aku akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda: Engkau beribadah kepada 
Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat fardu, 
membayar zakat dan puasa Ramadan. Orang itu berkata: Demi Zat yang menguasai 
diriku, aku tidak akan menambah sedikit pun dan tidak akan menguranginya. 
Ketika orang itu pergi, Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang senang melihat 
seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini. (Shahih Muslim No.16)

  c.. Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
  Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa 
tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad 
adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba 
Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan 
dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, 
maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana 
saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim No.41)



Syukron,

Wassalamu'alaikum,

Saidi

----- Original Message ----- 
From: "Bango Samparan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, September 08, 2008 8:57 AM
Subject: Re: [is-lam] Benarkah Orang Baik Belum Tentu Masuk Surga?


> Saya pakai plain text saja mas Alkhoiri:
>
>> Surga adalah urusan tuhan, manusia adalah USAHA, jika kita
>> kita termasuk dan
>> berusaha menjadi BAIK, adalah CALON, masih calon, untuk
>> masuk surga, itu
>> tadi Surga adalah urusan tuhan.
>
> Ya saya setuju, di dalam Al Qur'an hanya disebutkan if ... then you are 
> surely... Penilai apakah kita memenuhi mekanisme if ... then ..., tentu 
> saja adalah Allah SWT jua.
>
>> Agama itu sejak ADAM AS
>> hingga Muhammad SAW
>> adalah SATU yaitu Islam. Manusia saja yang menamakan agama
>> berbeda beda,
>> maka ditulis tanpa melihat AGAMA yang dinamakan oleh
>> manusia itu sendiri.
>
> Di sini saya masih perlu bertanya. Lalu, bagaimana posisi agama-agama yang 
> ada sekarang, apakah masih bisa dikategorikan sebagai tetap ISLAM.
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> 


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke