Abstract:

Dalam judul masih disebutkan CALON, jadi jelas CALON itu belum final masih
perlu disaring lagi. Bagi calon penghuni surga jelas yang sangat essential
adalah ber-IMAN dan ber-AMAL SALEH. Para FUQAHA sudah mengambil summary dari
al-Qur'an bagimana orang dikatakan ber-IMAN dan bagaimana pula orang yang
dikatakan ber-AMAL SALEH.

 

Didalam kehidupan sehari hari kita kenal istilah untuk sebuah PENCAPAIAN
seperti berikut:

*       Minimal
*       Maksimal
*       Optimal
*       Effektif
*       Mubazir

 

Dalam FIQIH yang telah dirangkum oleh para FUQAHA itu adalah batas MINIMAL
seorang calon penghuni SURGA minimal harus mengikuti RUKUN IMAN yang 6
Perkara dan RUKUN  ISLAM yang 5 perkara. Karena itu dikatakan adalah batas
minimal tentu ada yang ingin bertanya bagaimana pula dengan yang Maksimal
kalau mungkin yang Optimal sekaligus yang effektif sehingga seorang tidak
lagi disebut CALON tapi sudah mengantong nomor jadi jika diibaratkan seorang
CALEG.

 

Kalau ingin berada dalam treshold/ ambang batas Maksimal hingga ke Optimal
secara Effektif dan amalan tidak termasuk Mubazir, nah disini akan dikenal
dengan istilah PEMURNIAN dalam hal IMAN dan PEMURNIAN dalam hal ber-AMAL
SALEH. PEMURNIAN sangat berbeda dengan PEMBARUAN.

 

Insya Allah bersambung / .

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

============================================================================
==

SIAPAKAH CALON PENGHUNI SURGA MENURUT AL-QUR'AN

 

Didalam Al-Qur'an kalau ditelusuri akan terdapat 23 ayat-ayat yang bunyi
kalimatnya adalah seperti berikut:

 

Dan orang-orang yang BERIMAN SERTA BERAMAL SALEH, mereka itu penghuni surga;
mereka kekal di dalamnya.

 

Cobalah dicari sendiri ayat tersebut didalam al-Qur'an, ada lebih dari 23
ayat-ayat yang redaksinya adalah seperti yang tertera diatas. Jadi kuncinya
adalah ber-IMAN dan ber-AMAL SALEH yang menjadi pokok agar kita kita bisa
dinominasikan sebagai calon calon penghuni SURGA, ingat bukan menjadi
penghuni SURGA, tapi adalah masih CALON PENGHUNI SURGA.

 

BER-IMAN, dalam Islam untuk ber-IMAN sudah jelas, ikuti saja ajaran ilmu
FIQIH, didalamnya sudah jelas yaitu rukun IMAN ada ENAM silahkan dibaca
langsung sendiri sendiri. Tapi ada yang perlu dicermati ayat berikut yaitu:

 

Al-Maaidah 72

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah
adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang
zalim itu seorang penolongpun.

 

Ayat tersebut perlu dipertimbangkan, walau sejak nabi ADAM AS hingga
MUHAMMAD SAW semua agama itu adalah agama Islam, hanya manusia saja yang
memberikan nama agama itu berbeda-beda. Ibarat sebuah kotak yang bisa
berbunyi itu dinamakan RADIO, mungkin ditempat lain namanya bisa berbeda,
tapi maksudnya adalah sama yaitu kotak yang bisa berbunyi yaitu RADIO.
Begitu juga dengan agama, dari sononya adalah Islam namanya, tapi manusialah
yang memberikan nama yang berbeda. Silahkan dibaca al-kitab, Hikmah, Taurat
& Injil serta Al-qur'an.

 

Ber-AMAL SALEH, dalam Islam juga sudah jelas apa yang dimaksud dengan AMAL
SALEH, yaitu semua amalan yang ikhlas dengan niat LIL LAAHI TA'ALA.

 

Renungkanlah 3 hadits Yang berikut ini:

1.      Barang siapa ber-iman pada Allah dan Hari Kiamat, maka hormatilah
TAMU
2.      Barang siapa ber-iman pada Allah dan Hari Kiamat, maka jangan sakiti
TETANGGA
3.      Barang siapa ber-iman pada Allah dan Hari Kiamat, jika tidak ada
kata yang baik buat SAUDARA, lebih baik DIAM

 

Insya Allah bersambung / .

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke