Assalamu'alaikum wr wb,

Penerapan UU Pornografi terseok-seok dan penuh
perdebatan sehingga sempat ditunda.

Kaum Non Muslim dan Sekuler (JIL dan Pegiat Porno)
meski minoritas tapi justru menguasai media dan TV
Swasta, sehingga suaranya juga turut didengar. Apalagi
TV Swasta juga kerap menyiarkan sinetron, film2, dan
lagu-lagu porno (meski levelnya mungkin kurang dari
Playboy) sehingga kurang netral.

Bali dan DPRD Menado menolak. Sementara yang lain
mendukung UU Pornografi.

"Bhinneka Tunggal Ika", berbeda-beda tapi satu juga.
Ini semboyan negara Indonesia. Artinya suku, agama,
dan buaya di Indonesia memang berbeda2. Tidak bisa
disamakan. Tapi itu tidak jadi alasan untuk tidak
bersatu. Bersatu juga tidak harus jadi sama.

Oleh karena itu jika disyahkan, sebaiknya UU ini
diberlakukan per propinsi. Artinya DPRD tiap propinsi
bisa memutuskan untuk menerima atau menolaknya.

Sebagai contoh jika DPRD Bali, Sulut, dan Papua
menolak, maka di daerah itu tidak diterapkan.
Sebaliknya jika di DKI Jakarta, Jabar, Aceh, dsb
DPRDnya menerima, maka UU itu harus diterapkan.

Tidak bisa jika DPR dan DPRD sudah menerima, lalu
minoritas menolaknya dan memaksakan pembebasan
pornografi di seluruh Indonesia. Ini tirani minoritas.

Tapi jika DPRD Bali, Sulut, dan Papua berkeras
menolak, kita juga tidak bisa memaksakan. Tak ada
paksaan dalam beragama.

Jadi buat yang senang pornografi dan pornoaksi,
silahkan datang ke propinsi yang bebas. Sebaliknya
yang tidak senang melihat orang pacaran
pangku-pangkuan, apalagi sampai berhubungan seks di
taman umum seperti Kebun Raya Bogor, bisa ke propinsi
yang ada aturan UU Pornografinya.

Negara kita memang negara Kesatuan. Tapi bukan berarti
budaya dan agamanya harus disamakan atau diseragamkan.
Justru nanti ada propinsi yang berontak karena ada
aturan yang tidak sesuai dengan budaya dan agama
mereka.

Di AS dengan slogan E Pluribus Unum, Dari Banyak jadi
Satu, mereka tetap membiarkan tiap negara bagian untuk
menerapkan aturan yang sesuai dengan budaya dan
tradisi masing2 negara bagian. Sebagai contoh untuk
hukuman mati ada negara bagian yang menolak, ada pula
yang menjalankannya.

Tapi dengan perbedaan itu justru mereka bersatu karena
tidak dipaksa menjalankan sesuatu yang bertentangan
dengan budaya masing2 negara bagian.

Di Indonesia dengan penyeragaman aturan justru
separatisme terjadi di Aceh, Papua, Maluku Selatan,
Timtim, dsb.

Oleh karena itu semoga UU Pornografi bisa disahkan,
dan diterapkan di tiap propinsi berdasarkan
persetujuan DPRD masing2 propinsi.

Pacaran Mesum di Tempat Umum:
http://agusnizami.wordpress.com/2008/07/09/pacaran-mesum-di-taman-cornel-simanjuntak-jakarta-timur/

http://www.detiknews.com/read/2008/09/15/094337/1006146/10/ruu-pornografi-disahk%5C
Senin, 15/09/2008 09:43 WIB
RUU Pornografi Disahkan 23 September, PDIP dan PDS
Lepas Tangan
Anwar Khumaini - detikNews

Foto Terkait
gb
Dian Sastro Tolak RUU APP
Jakarta - Meski gelombang penolakan belum juga reda,
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pornografi dijadwalkan
disahkan DPR pada 23 September. Fraksi di DPR minus
PDIP dan PDS menyepakati RUU yang sudah lama
terkatung-katung ini untuk segera diundangkan.

"Skedulnya begitu (pengesahan). Kalau di panitia kerja
(panja) sendiri materi yang krusial sudah selesai.
Rumusan terakhir sudah merupakan hasil kompromi yang
sangat maju," ujar Ketua FPKS Mahfudz Siddiq pada
detikcom via telepon, Senin (15/8/2008).

Mahfudz menjelaskan, RUU Pornografi yang akan disahkan
nanti lebih difokuskan pada pengaturan mengenai
pornografinya saja, bukan pornoaksi seperti pada awal
RUU ini diusulkan.

"RUU ini fokus pada pengaturan soal pornografinya
saja. Khususnya soal produksi, distribusi, dan
penjualan media-media yang mengandung unsur
pornografi," kata pria kalem ini.

Mahfudz menambahkan, dua fraksi yakni PDIP dan PDS
menyatakan tidak ikut bertanggung jawab jika RUU ini
benar-benar diundangkan. "Kita tidak tahu apakah nanti
dalam pengambilan putusan akhir mereka akan walk out
atau tidak. Yang jelas, 8 fraksi lain setuju,"
ujarnya.

Apa saja pasal-pasal yang tidak disetujui PDIP dan
PDS? "Dua fraksi ini dari awal sudah tidak ikuti
panja. Padahal ada perubahan yang signifikan, jadi
bukan pasal-pasal tertentu yang mereka tidak setujui,
tapi semua," kata dia.

Hadiah Ramadan PKS

Lebih lanjut, Mahfudz menambahkan, disahkannya RUU ini
merupakan hadiah terindah bagi PKS di Bulan Ramadan
ini. Ia pun meminta agar publik tidak lagi disibukkan
dengan perdebatan norma, namun fakta sosial yang harus
diperhatikan.

"Ini nggak bisa dibiarkan. Sementara kita desak aparat
untuk tegas, mereka seringkali bilang belum ada payung
hukum. Inilah yang kita akan jadikan payung hukum,"
pungkasnya.

RUU yang akan disahkan ini dulunya bernama RUU
Pornografi dan Pornoaksi (APP). Namun setelah
menimbulkan kontroversi, RUU ini direvisi menjadi RUU
Pornografi. Pengesahan RUU ini diprediksi juga akan
mendapat tentangan dari sebagian kalangan.

(anw/nrl)

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-top

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke