Assalamu'alaikum wr wb,
Kelihatannya kaum Liberal berusaha mengadu-domba FPI
dengan NU. Padahal pimpinan NU, Hasyim Muzadi
menyatakan bahwa NU tidak mungkin membela aliran sesat
seperti Ahmadiyyah dan AKKBB.

Para preman pun diberi seragam banser NU agar adu
domba berhasil.

Bagi FPI pun saya menyarankan bahwa kelompok Liberal
yang didanai AS dan Yahudi itu memang rasialis yang
membenci Arab (baca: Islam). Padahal Nabi Muhammad
adalah orang Arab dan Al Qur'an diturunkan dalam
bahasa Arab. Kebencian terhadap Islam dan niat merusak
Islam dari dalam itulah yang mengakibatkan kebencian
mereka terhadap Arab. Padahal terhadap Yahudi mereka
tidak benci.

Untuk itu ada baiknya FPI melengkapi 2 anggotanya
dengan kamera saku digital yang kecil dan murah (harga
hanya Rp 1,8 juta) sehingga semua provokasi kaum
liberal bisa direkam dan dimuat di www.youtube.com dan
situs internet lainnya.

Ini contoh Kamera saku yang bisa merekam Video hingga
2 jam:
http://glodokshop.com/detail_barang_promo.php?barang=Kodak&kat=MTI3OA==&type=barang+baru


Sehingga siaran "Kebrutalan" FPI yang kerap disiarkan
MetroTV bisa ditandingi dgn aksi provokasi preman
Liberal tsb.

Semoga ummat Islam bisa bersatu menghadapi kaum sesat
dan munafik:
4. An Nisaa' 

Cara menghadapi orang-orang munafik 

88. Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan
dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah
telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan
usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi
petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan
Allah[329]? Barangsiapa yang disesatkan Allah,
sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk
memberi petunjuk) kepadanya.  


Wassalam
> From: korandigital <korandigital@ gmail.com>
> Subject: Habib Rizieq: Ada Apa dengan Guntur Romli?
> Date: Thursday, September 25, 2008, 3:18 PM
> Kamis, 25/09/2008 15:12 WIB
> Habib Rizieq: Ada Apa dengan Guntur Romli?
> Chairina Fatia - detikNews
>
>
> Guntur R (Aprizal/detikcom)
>
> Jakarta -
> "Jadi ada apa dengan Guntur Romli ini?"
>
> Pertanyaan itu terlontar dari mulut Habib Rizieq
Shihab
> saat menggelar jumpa pers menyikapi bentrokan di
depan PN
> Jakarta Pusat antara massa FPI dengan AKKBB. Ia
mengaku
> bingung atas ulah aktivis AKKBB Guntur Romli yang
sengaja
> memancing keributan.
>
> "Saya tekankan anggota LPI dan FPI murni datang
untuk
> sidang bukan perang," ujarnya di PN Jakarta Pusat,
Jl
> Gadjah Mada, Kamis (25/9/2008).
>
> Rizieq bercerita, Guntur bersama preman yang
dilengkapi
> senjata tajam datang ke PN Jakarta Pusat lalu
menghina etnis
> anggota FPI. Bahkan Guntur Romli sempat mengeluarkan
ancaman
> akan membunuhnya.
>
> "Dia menunjuk salah satu murid saya yang keturunan
> Arab, namanya Ali. Dia dicaci maki, dihina etniknya
dan
> diancam akan dibunuh," katanya.
>
> Untuk membuktikan omongannya soal senjata tajam,
Rizieq
> lalu memanggil 3 anggota FPI yaitu Edo, Tommy,
Junaedi.
> Salah satunya mengalami luka bekas sabetan senjata
tajam.
>
> "Telinga sebelah kanan kena clurit. Ada yang pipi
> sebelah kanan luka berdarah. Ada juga tangan sebelah
kanan
> bengkak," jelas Habib.
>
> Habib lalu akan mengadukan Guntur ke Polda Metro
Jaya.
> Guntur dinilainya telah melakukan upaya adu domba
dan
> fitnah.
> (gah/iy)
>
> http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/25/
151258/1012494/ 10/habib- rizieq-ada- apa-dengan-
guntur-romli

Dari:   "Aris ...> 
Kamis, 25/09/2008 17:56 WIB
Bentrok FPI-AKKBB
Selesaikan Akarnya Biar Tak Melebar
Deden Gunawan - detikNews

 

Jakarta - Bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI)
dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKKBB) di depan Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat telah usai. Beberapa pecahan batu masih
terlihat tercecer di lokasi bentrokan.

Persidangan kasus rusuh Monas dengan terdakwa Ketua
Umum FPI Habib Rizieq Shihab dan Panglima Komando
Laskar Islam Munarman hampir selalui diwarnai ricuh.
Dari aksi saling ejek, baku pukul hingga aksi saling
lempar batu antara FPI dan AKKBB, selalu muncul di
persidangan Rizieq dan Munarman.

Mengapa selalu ricuh? Ketua FPAN Zulkifli Hasan
mengatakan, kemungkinan besar peristiwa bentrok ini
lantaran ulah provokator. Dan bila tidak segera
diantisipasi gesekan antara FPI dan AKKBB bisa melebar
kemana-mana.

Ungkapan Zulkifli cukup beralasan. Sebab bentrok Monas
memicu ketegangan dari beberapa kelompok. Misalnya,
pasca rusuh Monas, terjadi penyerbuan Banser ke
markas-markas FPI di beberapa daerah di Jawa Timur.
Basis massa pendukung Abdurahman Wahid ini mendesak
agar FPI dibubarkan.

Dalam bentrokan usai sidang Rizieq pun ditemukan baju
Banser, buku bergambar Abdurahman Wahid alias Gus Dur,
dan tulisan Gus Nuril, mantan Panglima Pasukan Berani
Mati. Barang-barang tersebut ditemukan di dalam tas
milik anggota AKKBB yang tertinggal di lokasi
kejadian.

"Kami curiga barang-barang itu digunakan sebagai alat
adu domba. Sebab baju Banser yang ditemukan masih
sangat baru. Dari baunya saja sudah tercium. Jadi
mereka (AKKBB) baru membuatnya," ujar Munarman,
Panglima Komando Laskar Islam kepada detikcom melalui
telepon.

Dengan adanya barang-barang milik Banser, mereka
berharap bisa menimbulkan kesan yang bentrok adalah
Banser dan FPI. Akhirnya masalah ini bisa melebar
kemana-mana. Munarman kemudian mencurigai Guntur Romli
sebagai aktor provokator tersebut.

Alasan Munarman, dalam beberapa kali persidangan,
Guntur selalu aktif memprovokasi massa FPI. Beberapa
anggota FPI kemudian terpancing dengan provokasi
Guntur Cs. "Kami berulang kali sudah meminta kepada
anggota FPI dan LPI untuk tidak terpancing. Tapi
ternyata Guntur punya banyak cara untuk memancing
emosi," jelas Munarman.

Kali ini cara yang dilakukan Guntur, imbuhnya, dengan
mengejek Habib Ali Al Hamid, salah satu murid Habib
Rizieq yang datang ke persidangan. Massa FPI wajar
merasa marah terhadap Guntur Cs yang menghardik Habib
Ali. Sebab sosok habib bagi anggota FPI sangat
dihormati. Akhirnya bentrokan tidak dapat dihindari.

Sedangkan menurut Zulkifli Hasan, agar bentrokan
serupa tidak berulang, aparat harus bisa
mengantisipasi dengan memantau orang-orang yang coba
memprovokasi. Sebab perbedaan paham antara AKKBB dan
FPI sangat mudah disusupi provokator yang menginginkan
terjadinya suasana tidak kondusif. "Polisi harus
segera menyelidiki
bentrokan itu Jangan-jangan ada provokatornya," kata
Zulkifli.

Selain melakukan pemeriksaan, pihak pengadilan maupun
polisi berupaya mencari cara supaya kedua kelompok
tidak saling bertemu. Misalnya dengan memisahkan dua
kelompok tersebut bila datang ke persidangan. Atau
sidang tersebut hanya dihadiri oleh kalangan terbatas
sementara masyarakat cukup menyaksikan jalannya sidang
melalui monitor-monitor yang ditempatkan di sekitar
gedung pengadilan.

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke