http://beritakbar.blogspot.com/2008/09/fpi-guntur-romli-koordinasikan-preman.html
FPI: Guntur Romli Koordinasikan “Preman” 
Diduga membawa 33 orang “preman” punk. Rambut bercat merah, telinga bertindik, 
merokok di bulan Ramadhan dan diberi seragam kaos Banser “Gus Nuril”. Upaya 
adu-domba dengan NU?

Kamis (25/9) siang, Aktivis Front Pembela Islam (FPI) kembali bentrok dengan 
massa Front Pembela Islam (FPI) dan pendukung Aliansi Kebangsaan untuk 
Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Bentrok yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, membuat lalu 
lintas di Jalan Gajah Mada macet sepanjang 2 kilometer. Jalan Gajah Mada yang 
sempat ditutup akibat tawuran batu.

Seperti diketahui, bentrokan antara FPI dan pendukung AKKBB tak terhindarkan, 
setelah sempat bersitegang saat akan memasuki ruang sidang. Aksi kedua massa 
berlanjut hingga ke jalan di depan gedung PN Jakpus.

Massa AKKBB yang bergerak menuju gedung PT Pelni yang berada tepat di sebelah 
PN Jakpus mendahului aksi dengan melempar batu. Pelemparan pun saling berbalas, 
hingga aksi berubah menjadi tawuran.

Kerahkan “preman”

Bentrok bermula ketika jam shalat Dzuhur mayoritas aktivis FPI yang dipimpin 
Habib Ali Al-Hamid melakukan shalat. Tiba-tiba, salah seorang anggota FPI 
melaporkan dirinya ‘diserang’. Menurut beberapa aktivis FPI, mereka dilempari 
batu bata di depan Gedung Pelni.

“Karena anggota FPI tak membawa senjata, mereka hanya menunggu. Akhirnya 
sisa-sisa bata lemparan itulah yang dibuat membalas,” ujar Rudi, salah seorang 
Humas FPI kepada www.hidayatullah.com.

Massa AKBB sempat lari tunggang-langgang, termasuk koordinator aksi, Guntur 
Romli sempat lari dan berseumbunyi di lantai dasar gudang Bank 
Mandiri.Bentrokan berakhir sekitar pukul 13.15 WIB ketika sebagaian aparat 
melerainya.

Menurut Rudi, sejak semula, massa AKKBB yang dibawa oleh rombongan Guntur Romli 
di PN Jakpus untuk menghadiri agenda sidang lanjutan kasus bentrok massa di 
Monas pada 1 Juni sempat melakukan provokasi.

Guntur Romli yang juga Manajer Program Yayasan Jurnal Perempuan ini dinilai 
Rudi berkali-kali memancing emosi massa FPI untuk bersikap reaktif.

Kepada salah satu koordinator FPI, Habib Ali, aktivis JIL yang belum sempat 
lulus Al-Azhar itu berkali-kali melakukan penghinaan. “Tapi karena sejak awal 
kita sudah diintruksikan tidak terpancing ya kita biarkan,” tambah Rudi.

Menariknya menurut Rudi, saat di persidangan, Guntur membawa 33 rombongan 
orang-orang berwajah “preman” punk.

“Ciri-ciri mereka berambut aneh-aneh, rata-rata dicat merah, bercelana sempit, 
memakai anting-anting dan memakai kaos Banser Gus Nuril,” ujarnya. 

Meski menggunakan baju seragam Banser, FPI kurang percaya jika itu adalah 
anggota Banser-NU yang dikenal agamis. Masalahnya, menurut Rudi, meski di bulan 
Ramadhan, sebagian mereka merokok,” tambahnya.

Sinyalemen Rudi ini hampir sama dengan pengakuan Habib Rizieq kepada beberapa 
wartawan.

"Dan jahatnya preman-premen ini sengaja diberikan kaos baru, dan sablonan baru 
bertuliskan Banser dan Gus Nuril, ini upaya adu domba antara FPI dengan Banser, 
saya sampaikan sekali lagi FPI dan NU bersaudara. Dan LPI dengan Banser 
bersaudara tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengadudomba kami," ujar Habib 
Rizieq Shihab. [cha/www.hidayatullah.com] 
Diposting oleh Akbar Muzakki di 20:30 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke