Bismillahi rahmaani rahiim.

membuka lembaran lama, ini sekedar ingin bagi pandangan saja, siapa tahu bisa 
digunakan utk pijakan diri st apa diri sbg ummat Islam. dibekali al-Qur'an, 
kitab yg terjaga dan lalu pelajarinya, mungkin setiap kita akan bisa mengukur 
dimana sebenarnya posisi diri perihal penguasaan & pengamalan suatu ilmu. sbgmn 
pesan nabi Muhammad SAW, sampaikan dariku walau satu ayat. kupasan ini lebih 
mengingatkan karena saya yakin kawan2 Muslim disini insya Allah pada rajin baca 
Qur'an.

telah kita ketahui, betapapun banyak ragam ilmu yg di dunia ini maka 
kelompokkanlah dlm 2 (dua) jenis: ilmu duniawi atw ukhrawi. kedua kelompok ilmu 
itu tak ada sedikitpun terlepas dr al-Qur'an. hanya saja semua dikemas dlm 
nilai falsafah yg amat luhur yg sebagian tersamar dalam perumpamaan 
(al-Hajj:73). tak akan ditemukan ilmu duniwai secara gamblang  dlm Qur'an, tapi 
bgmn semua produk duniawi dpt bekerja, prinsipnya tak akan lari dr apa yg ada 
di Qur'an. namun sayang, tidaklah mudah menemukan kaidah ayat2 Qur'ani ke dalam 
rekayasa produk duniawi walau sangat ampuh kecuali amat sedikit sekali org yg 
tahu. 

dilihat dari sifat penggunaannya, ilmu itu dpt digunakan utk kejahatan & 
kebaikan yg mana semua itu ada tertera dlm Qur'an. dasar dalil mengapa dlm 
Qur'an juga ada terkandung ayat2 yg dpt digunakan utk kejahatan adlh surat Ali 
'Imran:7 ttg ayat2 mutasyabihat. dalil yg lbh mengena lagi adlh pd adanya 
kejahatan & kebaikan yg semua itu dtg dari Allah SWT, yg diciptakan sbg bahan 
ujian org2 yg beriman. 

dalil lain adlh gambaran bunyi ayat 7 lautan menjadi tinta & pohon2 menjadi 
pena yg tak cukup utk menuliskan kalimat2 Allah SWT (al-Kahfi:109, Luqmaan:27). 
tidak mungkin Qur'an yg universal, berlaku abadi hingga kiamat hanya 
menyiratkan kaidah kebaikan saja. karena keuniversalan itulah  kajahatan yg 
juga bagian dari ayat2 Allah SWT, tentu ada disana pula. kalaupun semua ilmu 
itu diuraikan secara gamblang, tujuh laut pun tak akan cukup utk 
mentraskripkannya. semua Muslim pun mengakui kalau ahmadiyah pp dasarnya 
mempermainkan ayat2 Qur'an.

Subhanallah, 
sekalipun haq & bathil dicipta berdampingan, namun ditegaskan bahwa kebathilan 
itu akan lenyap (al-Israa':81). 
---

3 pewaris ilmu dalam surat Faathir ayat 31-32:

a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Kitab (Al-Qurn) itulah yang 
benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya.Sesungguhnya Allah 
benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. 
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara 
hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri 
dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang 
lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu itu adalah 
karunia yang amat besar. (al-Faathir:31-32)

ayat itu terangkan bahwa ada 3 (tiga) sikap manusia berkenaan dgn ilmu 
(apapun). yaitu menjadi manusia yg aniaya pd diri sendiri (dhalim), penyampai 
ilmu atw tengah2 antara kedua itu.

1. kriteria pendhalim. 
itu mudah sekali ditebak seperti apa. yg pasti setiap penjahat walau pengutil 
juga memiliki ilmu bgmn cara agar tidak diketahui org. mereka lakukan itu tidak 
lain adlh utk mendpt kepuasan nafsunya sendiri. mental pengutil itu spt halnya 
pencuri yg sukses, yg sekali berhasil akan dilakukan terus & berulang, bahkan 
makin merasa puas ketika menemukan teknik/varian yg berbeda. utk kelas 
kakapnya, ya maling2 macam koruptor. mereka mencuri dgn terencana & ilmu yg dia 
pelajari dari sekolahan atw dr pengalaman yg matang & melibatkan byk org agr 
tidak mudah dituntut. 

kategori pencuri sejati, ilmunya bukan sekedar teknik mencuri, tapi hingga 
penyelamatan diri kalau2 suatu waktu ketahuan. ilmu itu mereka hidupkan dr 
al-Maaidah:36. perhatikan saja penjahat2 finansial saat ini. dgn uang hasil 
curinya akan dia manfaatkan utk membela diri di pengadilan betapapun mahal 
bayar pengacara yg penting bebas. tapi mereka tidak sadar ada pengadilan 
akhirat yg tak bisa didampingi siapapun kecuali anggota tubuhnya sendiri. tentu 
saja ilmu yg mereka milik ini dia gali sendiri dan tidak dia ajarkan pd 
siapapun. ulama2 su' juga masuk golongan ini. mereka penjual ayat dgn harga 
murah, menepis kejahatannya sendiri dgn ayat.


2. penyampai.
seorang penyampai suatu ilmu tidak mungkin dpt menyampaikan ilmunya sblm dia 
sendiri mendptkan/mengalaminya. inilah yg membedakan penyampai yg sekedar 
penyampai dgn penyampai dari golongan nabi2. penyampai ilmu yg sekedar 
penyampai umumnya mendptkan ilmunya dr org2 seblmnya yg sdh lbh tahu dulu. 
apakah itu diperoleh dlm bentuk bacaan buku2 (autodidak) atw pengajaran dr org2 
yg lebih tahu dr segolongan manusia. 

sedangkan para nabi yg seluruh ilmunya bersumber dr wahyu Allah SWT yg 
disampaikan melalui Jibril as. segala akibat amalannya itu memiliki nilai 
hikmah yg luas dan mampu mewakili amalan ummat manusia secara universal tanpa 
terikat aqidah.

kalau pintarnya ssorg dr penyampai ilmu yg menyampaikan saja (guru2), si murid 
ini akan bisa sanggup melebihi kecerdikan gurunya, tapi kalau berguru pada para 
nabi, tak akan ada manusia yg mampu menyetarai mereka. 


3. pertengahan antara keduanya.
ini adlh sifat umum kebanyakan manusia. manusia itu memiliki sifat dasar kikir, 
baik kikir thd barang2 berwujud atw tak berwuujud (ilmu). Qur'an menegaskan 
sifat  dlm al-Israa':100. para nabi, tak satupun berani menyembunyikan ayat. 
artinya mereka menyampiakan apapun wahyu yg mereka terima dari Jibril as, tapi 
sebagian pengikutnyalah yg menyembunyikan ayat.

jiwa kikir thd brg pemberian Allah SWT itu tidak memberi manfaat apapun bg 
penerima. oleh karenanya pantas nabi Muhammad SAW berpesan ajarkan walau seayat 
yg sanggup kamu ketahui. selain terhindar kikir dan jatuh pd yg pertama itu, 
itu bibit amal jariyah yg terus mengalir walau kelak tinggal belulang.  


muhasabah.
mudah2an di akhir shaum ini, masih cukup terbuka luas ampunan & rahmatNya. 
sedikit ilmu & harta yg kita sisihkan dpt meluaskan pula dada dlm Islam.



salam,
Fahru



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke