'McCain, we are Arab and we are decent'

Senator John McCain, the Republican presidential candidate, has told the 
Arab World that he could not be expected to be fair and just to the Arabs if 
he wins the presidency. It is not exactly a jolting discovery, given 
McCain's close alliance with Israel and his track record while dealing with 
Middle Eastern issues.

And now he has established that he also harbours hostility towards the Arabs 
by endorsing the Israeli-engineered propaganda that an "Arab" means 
something less than a "decent family man."

The issue was brought out by Dr. James Zogby, president of the Arab American 
Institute.

Zogby writes in an open statement headlined "John McCain, I am an Arab and a 
decent man:" "We are disturbed by the degree to which 'Arab' has become the 
metaphorical mud to sling against your opponent. Last week, for example, the 
Republican Jewish Coalition released a document in which they use the term 
pro-Arab as a pejorative accusation. For his part, Rush Limbaugh has joined 
in by declaring that Obama is in fact an Arab American. Then, last Friday, 
after a supporter called Senator Barak Obama "an Arab," Senator John McCain 
came to the defence of his political opponent by saying, 'No, ma'am. He's a 
decent family man and citizen...' From this we are left to infer that an 
Arab man is less then a 'decent family man'."

"Enough is enough! From the beginning of this campaign there have been those 
who have used 'Muslim' and 'Arab' in an effort to smear Barack Obama. This 
exploitation of bigotry and the stoking of racist fires to forward an agenda 
is reprehensible. This is not only offensive to Arab Americans, but to all 
Americans. As any ethnic group who has ever been used to scare the 
electorate knows, this is a dangerous game that, tragically, can get 
innocent people hurt.

"And while we are pleased to see that the senator is trying to dispel 
rumours about Senator Obama, we feel the need to point out that Arab 
Americans are also decent men and women with full rights of citizenship as 
enumerated under the constitution. Arab Americans are part of the great 
melting pot that is this country's strength. We work towards peace in the 
Middle East along side our Jewish partners. We raise our sons and daughters 
to be model citizens of this nation. We serve this country with honour. The 
suggestion that any ethnic group is treacherous and anti-American is 
unacceptable, dangerous, and unbecoming of such a great nation."

For us in the Arab World, the tactics used by rivals in the US presidential 
race are not of much significance. They are of course free to sling mud at 
each other of whatever form and nature -- they take it as their democratic 
right as we are witnessing. But that freedom does not apply when it comes to 
distorting the Arab image for whatever purposes, whether political or 
otherwise, by anyone, whether Republican or Democrat or anyone else anywhere 
in the world.

We would not want to stoop as low and respond in the same tone and nature as 
the US presidential candidate did, but we do reserve the right to make our 
own assessment of the gentleman, whether he enters the White House as its 
occupant for the next four years in January. One thing is beyond doubt: John 
McCain could not be a friend of the Arabs.

http://www.godubai.com/gulftoday/article.asp?AID=18&Section=Editorial


=======================================
--------Sent  from My BlueBerry  @ NVIDIA 711 LE  ---------- 

----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "is-lam" <[email protected]>
Sent: Wednesday, October 15, 2008 9:34 AM
Subject: [is-lam] Download Presentasi Ekonomi Neoliberalisme 
Bertentangandengan Islam


> Assalamu'alaikum wr wb,
> Bangkrutnya AS sehingga pemerintah AS harus
> "mensubsidi" para spekulan pasar sebesar US$ 700
> milyar (Rp 6500 trilyun) merupakan buah dari sistem
> Ekonomi Neoliberalisme yang bertumpu pada Pasar Modal,
> Pasar Uang, dan Pasar Komoditas.
>
> Di sana Modal/saham sebagian besar (>97%) tidak
> dipakai untuk usaha, tapi spekulasi antar pemain
> saham. Begitu pula uang bukan dijadikan alat
> perdagangan, justru sebagian besar dispekulasikan oleh
> spekulan valas. Pasar Komoditas pun jadi arena
> spekulasi di mana para spekulan berdasi yang tidak
> punya gudang dan akses ke pasar Induk melakukan
> spekulasi jual-beli komoditas hingga jatuh
> tempo/berjangka (biasanya selama 6 tahun).
>
> Ironisnya, jika terjadi kekacauan, kaum Neoliberalis
> yg berkolusi dgn penguasa dan ekonom tukang segera
> meminta pemerintah untuk mensubsidi mereka.
>
> Sebagai contoh pemerintah Indonesia pernah
> "mensubsidi" para pelaku pasar dengan KLBI/BLBI
> senilai Rp 600 trilyun di mana sebagian besar belum
> kembali uangnya.
>
> Untuk itu presentasi mengenai bahaya Ekonomi
> Neoliberalisme saya buat.
>
> IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal,
> tapi dengan wabah kelaparan
>
> Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist
> Report, Globalizing Poverty, 2000
>
> 11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
>
> FAO, MS Encarta 2006
>
> Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem
> Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar,
> Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan
> campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara
> dalam layanan sosial (Public Service) seperti
> pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme
> dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan
> Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk
> menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS
> dan sekutunya/MNC.
>
> “Pasar Modal” (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar
> Komoditas) adalah prioritas utama. Neoliberalisme
> lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro) daripada
> sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 Trilyun/tahun
> untuk pemilik SBI/SUN.
>
> Memberikan “kebijakan” pinjaman hutang dengan
> syarat agenda Neoliberalisme bagi dunia. Penghargaan
> diberikan bagi negara yang taat dan hukuman bagi yang
> membangkang. Afghanistan, Iraq, Korea Utara, dan Iran
> adalah contoh utama.
>
> Sistem Neoliberalisme melarang campur tangan negara
> terhadap pengusaha/spekulan. Contohnya negara-negara
> di seluruh dunia tidak berkuasa menghentikan spekulasi
> minyak.
>
> Harga Minyak Terus Meroket
>
> Harga Minyak Terus Meroket
>
> Harga minyak dari US$ 20/brl (2002) jadi US$ 147/brl
> (2008). Naik 7x lipat dalam 6 tahun!
>
> Hasil pelaksanaan Neoliberalisme di Indonesia
>
> Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti
> dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate). Agar
> nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60
> Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI.
> Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga
> Rp 11.670/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari
> Neoliberalisme.
>
> Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang
> menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter
> jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun).
>
> Barang
>
> Harga 2005
>
> Harga 2008
>
> Kenaikan
> Premium
>
> 1.810
>
> 6.000
>
> 231%
> Beras
>
> 3.000
>
> 5.500
>
> 83%
> Angkutan Umum
>
> 1.000
>
> 2.500
>
> 150%
> Minyak Goreng
>
> 4.500
>
> 11.000
>
> 144%
> UMR
>
> 635.000
>
> 972.000
>
> 53%
>
> Harga barang meroket melebihi kenaikan penghasilan
> rakyat = Pemiskinan Massal. Rata2 kenaikan harga
> barang 168% > kenaikan UMR 53%.
>
> Kenaikan BBM 30% -> Pengangguran naik 16,92%
>
> http://www.ppk.lipi.go.id/informasi/berita/berita_detil.asp?Vnomer=986
>
> Peneliti LIPI, Dr Wijaya Adi, tingkat kejahatan naik
> 16% (jadi 256.431 kasus) setelah kenaikan harga BBM
> tahun 2005 (Kompas, 28-5-2008 ).
>
> http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/14074576/lipi.kenaikan.bbm.picu.kriminalitas
>
> Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat,
> Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing. RS
> Pemerintah ke Swasta. Privatisasi Perguruan Tinggi
> Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200
> ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta
> per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun).
> Neoliberalisme menjual produk kepada orang yang mampu
> membeli. Bukan yang membutuhkan.
>
> Neoliberalisme memberi MNC Monopoli atas Modal tanah,
> uang, Sumber Daya Alam, dan sebagainya. Rakyat nyaris
> tidak dibagi. 69,4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652
> pengusaha/BUMN. Sementara mayoritas petani lahannya <
> 0,4 hektar (Bank Dunia). 90% Migas Indonesia dikuasai
> Perusahaan Asing. Tambang Emas dan Tembaga Papua
> dikuasai Freeport. Sumber daya alam dikuasai dan
> dinikmati MNC. Bukan oleh rakyat.
>
> UKM hanya dapat pinjaman < Rp 7 trilyun/tahun
>
> Dari Rp 1.982 Trilyun perdagangan saham di BEI -> Rp
> hanya Rp 44,37 T ke Sektor Riel (2,24%). 97% lebih
> tersedot untuk Spekulasi Saham. Untuk mendapat US$
> Negara Berkembang harus usaha seperti menjual hasil
> tambang atau memproduksi barang. Sementara AS tinggal
> “Print” atau mencetak uang!
>
> Penghasilan 1,3 Milyar penduduk (1/6) < US$ 1/hari.
> Lebih dari 80 negara tahun 1999 income per capitanya <
> daripada tahun 1989.
>
> Tahun 1980: Pendapatan 20% teratas = 45 x 20% Terbawah
>
> Tahun 2000: Pendapatan 20% teratas = 75 x 20% Terbawah
>
> (Tabb, William K. “Globalization.” Microsoft®
> Encarta® 2006)
>
> Sejak 1994-1998, nilai kekayaan 200 orang terkaya di
> dunia bertambah dari US$ 40 Milyar jadi > US$ 1
> Trilyun. Aset 3 orang terkaya di dunia > dari GNP 48
> negara terbelakang
>
> (The United Nations Human Development Report, 1999)
>
> Ada alternatif ekonomi yang lebih baik untuk rakyat
> ketimbang sistem Neoliberalisme. Sistem Ekonomi
> Alternatif ini memberikan keadilan dalam pembagian
> modal dan sumber daya alam serta harga kebutuhan pokok
> yang stabil dan terjangkau bagi rakyat. Sistem Ekonomi
> Islam, Sosialis, atau Pancasila memberi negara
> wewenang untuk mendistribusikan modal dan SDA. Sistem
> ini juga memberi negara hak untuk menguasai dan
> mengelola faktor produksi penting dan menguasai hajat
> hidup orang banyak. Sementara pada sistem Neoliberal,
> itu dikuasai oleh MNC yang hanya memikirkan untuk
> mendapat keuntungan sebesar-besarnya dan merampas
> modal dan SDA dari rakyat.
>
> Anda bisa mendownload file Presentasi NeoLiberalisme
> Bertentangan dengan Islam di:
>
> http://syiarislam.wordpress.com
>
> Anda bisa memperbaiki dan mempresentasikannya untuk
> memberikan pencerahan kepada rakyat bagaimana
> berbahayanya Sistem Ekonomi Neoliberalisme dan
> sebenarnya ada banyak Alternatif untuk
> menggantikannya.
>
> Tentu presentasi ini ada kekurangannya. Anda bisa
> mengirimkan masukan/koreksi ke
> [EMAIL PROTECTED] Insya Allah Perbaikan dan
> koreksi akan diupload di:
>
> http://syiarislam.wordpress.com
>
> Referensi:
>
> * ”Ekonomi Islam Vs Ekonomi Neo-Liberal”, M. Arif
> Adiningrat dan Farid Wadjdi
>
> * LIPI
>
> * Kompas
>
>
>
> ===
> Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
>
> Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS
>
> Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
>
> Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari 
> Telkomsel
> Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com
>
>
> 
> ___________________________________________________________________________
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke