hmmm.. ya Allah , saya cuman membayangkan bagaimana kalau yang punya tunggakan 
itu orang kecil, bahkan sampai malu, banyak yang akhirnya malu dan bunuh diri. 
Tapi kalo si berdasi ini , malah masih enak dari update2 saldo di Bank, padahal 
gak ada setetes keringat yagn tumpah untuk hasil itu. 

 
mawan sugiyanto
bogor, indonesia
 
 
www.maoneid.indoinvestor.com
 




________________________________
From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
To: is-lam <[email protected]>
Sent: Thursday, October 16, 2008 11:09:16 AM
Subject: [is-lam] Pemenang Nobel: Matinya Model Kapitalisme AS

Assalamu'alaikum wr wb,

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan
judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang
besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa
keduanya lebih besar dari manfaatnya..." [Al
Baqarah:219] 

Saat ini sistem Ekonomi Indonesia mengekor pada AS
yang tengah bangkrut.

Sistem Ekonomi bertumpu pada "Big Casino" (Perjudian
Besar) yaitu Pasar Saham, Pasar Uang, dan Pasar
Komoditas. Di sana para spekulan berdasi melakukan
spekulasi saham, uang, dan Komoditas.

Beda dengan Pasar Tradisional di mana para pedagang
membeli barang dari produsen untuk dijual ke pembeli,
di Pasar Komoditas para spekulan berdasi yang tidak
punya warung atau gudang membeli barang hanya untuk
spekulasi selama jangka waktu yang ditentukan (kalau
di NYMEX selama 72 bulan).

Akhirnya Sistem Ekonomi Judi ala Amerika bangkrut dan
diambang kehancuran. Seorang pemenang Nobel di bidang
ekonomi, Stiglitz yang dulunya merupakan pelaku Pasar
menyatakan hal itu.

Dari:    "Ahmadi Agung" <[EMAIL PROTECTED]>  
Pemenang Nobel: Matinya Model Kapitalisme AS

Sabtu, 11 Okt 2008 13:23

Pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi Joseph Stiglitz
mengingatkan
negara-negara yang selama ini meniru sistem
kapitalisme gaya Amerika,
bersiap-siaplah untuk menghadapi "kehancuran"
ekonominya. Ia mengatakan,
upaya penyelamatan yang diumumkan pemerintahan George
W. Bush berupa
kucuran dana sebesar 700 milyar dollar serta rencana
nasionalisasi
sejumlah bank merupakan tanda-tanda kematian sistem
kapitalisme ala AS.

"Orang-orang di seluruh dunia dulu sangat mengagumi
sistem perekonomian
kita, dan kami mengatakan jika Anda ingin seperti
kami, inilah hal-hal
yang harus kalian lakukan--serahkan kekuasaan pada
pasar. Yang jadi
persoalan sekarang, mereka yang tidak menghormati
model itu lagi yang
kini menjadi penyebab krisis ini terjadi," kata
Stiglitz pada Washington
Post edisi Jumat (10/10).

Hari Jumat kemarin, Presiden Bush mengumumkan rencana
penyelamatan baru
senilai 700 milyar dollar dan untuk pertama kalinya
pemerintah AS
memberikan otorisasi pada Departemen Keuangannya untuk
membeli bukan
hanya pinjaman-pinjaman hipotek yang macet, tapi juga
bank-bank yang
bermasalah.

Kebijakan nasionaliasi secara parsial dalam industri
perbankan,
merupakan langkah baru yang diambil pemerintahan Bush
dari sejumlah
langkah yang dilakukan untuk menstabilkan
perekonomiannya akibat
hantaman badai krisis keuangan. Meski langkah
nasionalisasi tersebut
oleh sejumlah kalangan dianggap sebagai langkah yang
kurang perhitungan.
Sejauh ini, pemerintah AS sudah mengambil alih
lembaga-lembaga pinjaman
seperti Fannie and Freddie Mac serta memberikan
kucuran dana untuk
menyelamatkan perusahaan asuransi terbesar di AS, AIG.

Lebih lanjut Stiglitz mengatakan, krisis keuangan di
AS yang menjalar
menjadi krisis keuangan global bahkan lebih buruk dari
Great Depression
pada era 1930-an membuka mata masyarakat internasional
akan rapuhnya
sistem kapitalisme yang dianut Negeri Paman Sam.
Sistem ini terbukti,
pada akhirnya hanya membuat mereka yang menganutnya
menjadi sengsara.

"Setiap orang merasa, penderitaan yang mereka alami
sekarang karena ulah
kami," ujar Stiglitz.

Dunia kini sedang mengkhawatirkan akan terjadinya
resesi global, melihat
kondisi sejumlah bursa saham di dunia ikut anjlok
mulai dari Eropa, Asia
sampai Timur Tengah. Sejumlah negara bahkan sempat
menghentikan
perdagangan di bursa sahamnya, antara lain Rusia,
Austria, Islandia,
Rumania, Ukraina, Brazil termasuk Indonesia.

Di Korea, Menteri Keuangan Korea Selatan sampai
mengatakan," Banyak orang
Korea bertanya, bagaimana bisa negara Amerika Serikat
bisa menjadi
begitu lemah."

Pada akhirnya, moral negara besar seperti AS yang
selama ini
membangga-banggakan sistem kapitalisme yang dianutnya
ke berbagai negara
di dunia, dipertanyakan setelah AS sendiri tidak mampu
membuktikan bahwa
model ekonomi yang dianutnya adalah model ekonomi yang
bisa
mensejahterakan umat manusia.

Negara-negara yang selama ini, menghindar dari ajakan
AS untuk mengikuti
model ekonominya, terbukti tidak terlalu terpengaruh
dengan krisis
keuangan global yang terjadi saat ini. Direktur
Peterson Institute for
International Economics, C. Fred Bergsten mencontohkan
salah satu negara
itu adalah China.

"Jika Anda melihat di seluruh dunia, China jauh lebih
baik sekarang
dibandingkan AS. China, yang selama ini bertahan untuk
tidak mengikuti
seruan Washington dan Wall Street agar mengadopsi gaya
kapitalisme
Amerika, nampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh
kehancuran ekonomi
yang terjadi saat ini," papar Bergsten.

Kini sudah saatnya, masyarakat dunia, termasuk
Indonesia, tidak lagi
mengekor AS dalam sistem perekonomiannya. Amerika dan
sistem kapitalisme
sudah mati, dan saatnya melirik alternatif sistem
perekonomian yang
lebih manusiawi dan beradab, salah satunya sistem
perekonomian
Syariah.(ln/ iol)

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke