APANYA YANG DIBANGGAKAN, MANA PULA YANG DISOMBONGKAN, MENGAPA DIANGKUHKAN ?
Abstrak: Didalam diri manusia memang terdapat sebuah EMOSI yang kalau tidak bisa dikendalikan, akan menjadi kuda binal dan liar, yang akhirnya bisa lelah sendiri. Sejak dari kecil, kita sebagai manusia akan merasa senang kalau dapat pujian. Bagi bapak bapak yang mengetahui bahwa perempuan, bisa merasa senang seharian tanpa makan kalau dapat pujian, tapi akan cemberut seminggu kalau salah dalam meng-apresiasi. Jadi kalau mau menghindari UFO dirumah, harus pintar pintar bagaimana memuji isteri isteri di rumah. Kembali lagi sejak kecil, biasanya hati kita akan berbunga-bunga jika di sekolah kita dipuji oleh guru kita. Rasa bangga tersebut kita laporkan ke rumah dan bagi orang tua yang mengerti ilmu didaktik (kalau tak salah ilmu tentang belajar dan mengajar) juga akan memuji anak-anaknya sehingga rasa BANGGA tersebut menjadi motivasi yang positive bagi perkembangan si anak, hingga sianak tadi terus baranjak BESAR dan terus DEWASA. Jadi begitulah rasa bangga tersebut brought-up kearah yang positive. Demikianlah rasa BANGGA tersebut terus terpupuk pada jiwa kita masing-masing sehingga confident level kita dalam pergaulan sehari-hari makin bertambah, sewaktu bekerja kita kita ini jadi berani dalam menunjukan EXISTENSI SENDIRI di masyarakat. Tapi apa lacur kadang kadang ada ORTU yang tidak mengerti ilmu didaktik sehingga si-anak tidak diappresiasi sebagaimana mestinya, maka jadilah sianak menjadi orang yang mempunyai rasa rendah diri yang berkelebihan, sianak mempunyai confident level yang mentok dilantai, sehingga di masyarakat menjadi seorang yang pemalu dan rendah diri. Tapi ada juga rasa BANGGA tersebut menjadi berlebihan, ini juga tidak baik, karena rasa bangga yang berlebihan (apa saja yang berlebihan atau over dosis adalah tidak baik) akan mengarah ke SOMBONG. Dalam hidup ini apa yang mau diSOMBONGkan. Kalau kita merasa PANDAI tentu ada orang lain yang lebih PANDAI. Kalau kita merasa KAYA tentu ada lagi orang yang lebih KAYA. Sehingga ada yang mengatakan GUNUNG adalah yang tinggi, tapi ingat diatas GUNUNG ada AWAN dan diatas AWAN masih ada LANGIT, sementara di Al-qur'an disebutkan bahwa langit itu ada tujuh lapis. Biasanya jika seseorang itu tidak terkontrol rasa BANGGA-nya, beliau itu akan menjadi manusia SOMBONG. Sementara kalau rasa SOMBONG itu tidak bisa dilebur dengan ajaran AGAMA, maka manusia itu akan menjadi ANGKUH. Kalau diingat bahwa kehidupan di Dunia ini hanyalah SEMENTARA, setelah semuanya MATI, maka tibalah lagi saatnya suatu hari yang dinamakan HARI KEBANGKITAN atau Yaumal Qiyamah, nah pada saat itu apa yang terjadi wallahu a'lam. Jangankan di Yaumal Qiyamah, dalam kehidupan sekarang ini, kalau kita SOMBONG apalagi ANGKUH sekarang inipun sudah ada balasannya yaitu: 1. Orang orang pada tidak suka bergaul dengan kita 2. Orang orang pada ceritain kita, lho sipulan itu sombong sekali, nah sekarang rasain lu !!! 3. Kalau kita dalam kesulitan, malahan orang GEMBIRA, baru tahu rasa Ellu !!! Kalau sudah demikian, Jawablah sendiri judul diatas: APANYA YANG DIBANGGAKAN, MANA PULA YANG DISOMBONGKAN, MENGAPA DIANGKUHKAN ? Salam kompak selalu, dari Doha, State of Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
